Saturday, February 13, 2016

Free Architecture Books at School Of Design

Hal yang paling bikin happy bulan ini adalah karena jurusan arsitektur di School of Design UPH memberikan buku gratis untuk umum. Buku tersebut disediakan di depan kantor baru School of Design UPH di lantai 2, gedung B UPH Karawaci. Sesuai tulisan di atas lemari bukunya, penyediaan buku gratisnya hanya untuk di bulan Februari 2016.


*sst..ini beberapa buku yang ga sengaja keambil kok*


Semua buku gratisannya dari penerbit UPH dan penulisnya pun ada dari dosen sampai mahasiswa. Seperti buku tahunan mahasiswa arsitektur yaitu Archive, yang berisi karya proyek studio yang terpilih dari tahun tersebut. Aku ingin sekali punya Archive yang satu bukunya bisa sampai Rp 100.000,- ++. Dengan disediakan secara gratis, tentu saja aku seneng banget bangeeeeeeeettt Jadinya karena kalap semua buku Archive dari tahun 2007-2012 aku ambil semuanya muhahaha.


Yang mengambil bukunya bukan hanya mahasiswa arsitektur saja. Tapi banyak juga khalayak umum, seperti siswa UPH college yang saat pulang se-angkot sama aku keliatan abis ngambil banyak buku gratisan juga dari sana. Jadi memang ya kalau tertarik bisa ambil aja langsung.


Cuma sesuai dengan saran Pak Stanley, Ketua Jurusan Arsitektur UPH, Bukunya lebih baik disimpan untuk dibaca dan dijadikan referensi bukan sekedar jadi bahan bacaan macam brosur yang abis baca langsung buang. Karena berguna banget buatku maka buku yang aku ambil akan menjadi tambahan koleksi juga di lemari bukuku.


Terima kasih untuk yang ngasih buku gratisan~


Yay Buku Baru !!





Tuesday, February 9, 2016

StuPA A : Condominium and Mall Project (Part 1)

Semester ini aku mengambil studio proyek arsitektur A yang berfokus kepada perancangan bangunan tinggi. Program pada bangunannya tidak hanya satu fungsi saja tetapi bisa dua fungsi atau lebih yang ada di dalam satu bangunan, bangunan seperti ini disebut Mix-Use Building. Karena fokus proyek ini mengenai perancangan bangunan tinggi maka dari itu aku merancang satu bangunan yang terdiri atas podium dan tower.


Untuk proyek yang aku lakukan, pada awalnya dilakukan penentuan di mana lahan yang akan dilakukan pembangunan di atasnya, baru kemudian dianalisa program apa saja yang cocok untuk disediakan di lahan tersebut. Aku memberikan opsi 3 lahan yang aku temukan di daerah Scientia-Summarecon Serpong, Jalan BSD Raya Utama-depan bangunan Forest Office Loft, dan satu lagi di belakang Summarecon Mall Serpong. Dari ketiga lahan tersebut aku analisa lebih dalam mulai dari analisa makro, analisa mikro kawasan dengan radius 5 km dari lahan, serta analisa lahan dan daerah sekitarnya yang berbatasan langsung.




*analisa lahan terpilih di belakang Summarecon Mall Serpong*


Terpilihlah lahan yang paling potensial adalah yang di belakang Summarecon Mall Serpong. Karena akses ke tempat tersebut cukup mudah dari mana saja. Lokasi yang sudah ramai dan berada di Jalan utama di mana area komersial, area perkantoran, dan area residensial sudah sangat ramai. Dari hasil analisaku juga program pada bangunan yang akan dirancang adalah untuk kondominium pada tower dengan Mall yang berhubungan langsung dengan SMS 2, aku menyebutnya SMS 3 hahaha.


Konsep yang aku ambil untuk proyek kondominium ini adalah URBAN FOREST. Jadi aku ingin tempat ini menjadi tempat kehidupan kaum urban yang dapat merasakan nuansa alam di ruang yang dirancang. Karena manusia secara natural butuh hidup berdampingan dengan alam. Maka dari itu konsep dipilih untuk memberikan fasilitas tersebut kepada pengguna ruang.






Untuk inspirasi yang menjadi preseden sendiri aku mengumpulkannya sesuai dengan konsep Urban Forest pada board berikut, :






Pada saat ini proses pra-rancangan masih berlangsung.
Karena masih menentukan akses, zona fungsi ruang, dan bentukan massa untuk nantinya dipresentasikan pada tanggal 23 Februari 2016 mendatang.


Semoga prosesnya lancar, mohon do'anya~





Friday, February 5, 2016

Fashion Sketches : Golden Globes 2016

Untuk mulai belajar mendesain, salah satu caranya adalah dengan mulai belajar menggambar sesuatu yang akan kita desain.
Sama seperti mendesain bangunan, saat aku kuliah semester pertama yang dipelajari pada studio dasar desain adalah cara menggambar bangunan dari denah, tampak berbagai sisi, potongan, dan perspektif dari berbagai arah. Jadi banyak referensi bangunan yang telah ada untuk dipakai latihan menggambar.


Nah bagi yang ingin belajar autodidak tentang fashion design, prinsipnya pun sama. Pertama kali harus belajar menggambarnya, asiknya penggambarannya tidak perlu banyak banget kayak desain bangunan. Yang paling utama tampak depan, tampak belakang, serta detail-detail yang menarik pada desain baju yang akan dibuat.


Salah satu cara latihan menggambar yang aku kerjakan adalah dengan melihat selebriti di red carpet suatu acara bergengsi. Karena mereka pasti memakai desain fesyen yang dirancang oleh desainer terkenal. Juga biasanya bakal jadi tren fesyen untuk khalayak umum ke depannya.


Pada awal Januari 2016 ini diadakan acara penghargaan Golden Globes 2016 untuk memberikan apresiasi bagi yang bekerja di bidang film. Red carpet nya menarik dan aku mengambil 5 dress yang dipakai selebritis di red carpet acara Golden Globes 2016 yang menurutku menarik. Lalu aku menggambar ulang dress tersebut.






*Ki-Ka ; Zendaya in Marchesa, Jennifer Lopez in Giambattista Vali, Jada Pinkett-Smith in Versace, Bryce Dallas-Howard in Jenny Packham, Jena Dewan-Tatum in Zuhair Murad*


Aku menggambarnya pada buku sketsa kecil yang aku beli di Scoop. Aku sangat suka karena mudah dibawa ke mana-mana. Dan aku bisa menggambar iseng di studio saat lagi senggang atau kalau bosan saat kuliah. Kertasnya juga menurutku bagus dari warnanya yang cokelat muda juga baik digunakan menggambar untuk pensil warna, pastel, spidol, dan pen.


Selanjutnya aku akan mensketsa dress yang menarik dari 22nd Screen Actors Guild Awards 2016 yang baru diadakan beberapa hari yang lalu.
Tunggu yaaa~





Tuesday, February 2, 2016

Finding New Content

Sudah satu bulan terlewati di tahun 2016, namun aku sama sekali belum rampung menulis postingan di blog ini. Banyak sekali ide di kepalaku tapi akhirnya aku pun kalah dengan tugas dan kelelahan. Sebenarnya kalau penting pasti bakal ada waktu tersisihkan tapi ya aku pun bingung kenapa selalu tidak ada waktu untuk menulis lagi ?
Apa benar tidak ada waktu ?
Atau kegiatan menulis menjadi tidak menarik lagi sehingga aku pun malas menyisihkan waktu ?


Aku melakukan mind-mapping lagi untuk mencari titik akar masalahnya. Dan akhirnya ketemulah akar masalahnya karena blog ini memang sudah keluar dari apa yang aku inginkan saat membuatnya pertama kali.


Pada awalnya aku ingin sharing tentang Lolita Fashion, info-info tentang fashion tersebut, hal-hal imut dan lucu, DIY barang-barang lucu, dll. Namun akhirnya aku melihat lebih banyak tentang kehidupan kuliahku dan curhatan ga jelas sampai hal random lainnya. Aku pun jadi keluar banget dari apa yang aku inginkan.
Hidupku sudah sibuk sekali mengurusi proyek-proyek fiktif yang menyita waktu hanya untuk dapet gelar sarjana. Jadinya yang aku inginkan untuk blog ini menjadi prioritas sangat rendah.


Lalu apa yang akan kulakukan dengan blog ini ?


Aku tidak ingin terlantar lagi seperti blogku saat zaman-zaman alay di echieadjah.blogspot.com yang sudah tidak pernah lagi aku urus semenjak aku bikin blog ini. Aku juga merasa sayang banget kalau aku hapus begitu saja blog ini karena sudah banyak sekali postingannya dan jujur saja melihat viewnya sehari sudah bisa sampai 200 view lebih padahal isinya geje banget tapi aku bersyukur banget masih ada yang buka page blogku.


Akhirnya dengan mind-mapping lagi aku tentukan bahwa sepertinya aku akan mengubah konten blog ini.


Selain dengan kehidupanku yang memang masih suka hal-hal lucu dan imut, ada 3 konten besar yang akan fokus di blog Lolita Everyday ini, yaitu :






1. Architecture
Ya Arsitektur, karena aku mengambil kuliah penuh waktu sampai mengambil alih hidupku juga jadi aku akan sering sharing tentang project yang kulakukan mulai dari proses sampai produk akhir. Yang aku lakukan hanya sharing, kalian bisa mengambil apa pun dari hasil sharing tersebut. Kalau bagus sehingga bisa menginspirasi itu sangat membuatku bersyukur. Kalau jelek sehingga bisa menginspirasi untuk tidak mengulang kesalahan yang sama juga membuatku sangat bersyukur. Kritik dan saran juga sangat disarankan karena bisa sama-sama sharing ilmu yang berguna bagi semua orang yang baca nantinya.


2. Fashion
Aku masih tertarik dengan Lolita Fashion, dan hal yang paling utama dibutuhkan adalah ilmu tentang Fashion Design. Saat ini aku masih belajar cara menggambar desain yang aku inginkan dengan cara membuat proyek-proyek fiktif juga hehehe. Karena belajarnya autodidak jadi harap maklum kalau hasilnya masih jelek banget.


3. Art
Aku sedang senang membuat sketsa cepat dari yang aku lihat dengan media pensil atau drawing pen. Lalu juga mewarnai gambar dengan cat air, karena menguasai cat air itu butuh latihan yang tidak sebentar.


Kesimpulannya dari konten baru di blog ini adalah DESIGN.
Mulai dari desain grafis, desain komunikasi visual, desain produk, desain fesyen, bahkan desain bangunan akan mengisi Lolita Everyday~
Karena Hidupku berada di ranah desain, maka untuk yang memiliki ketertarikan yang sama silakan mampir dan ikut share pengalaman juga yaaa Blog ini memang sangat berbeda dari blog kebanyakan tapi tak apalah seperti kata seseorang yang aku baca dari sebuah artikel di designsponge.com








Sampai jumpa di postingan selanjutnya~





Wednesday, December 16, 2015

Public Housing in Muara Baru Fishery Park - StuPA3 Project



©DoreneEvelyn


Haiii semuaaaaa~~
Sudah hampir lima bulan ga bikin postingan di sini.
Banyak rencana tulisan tapi semua hanya menjadi draft di notes ku saja hahaha. Maklum kuliah sibuknya kebangetan ampe napas aja jadi napas senen-kemis saking sibuknya.


Semester yang baru saja selesai ini aku mengambil studio perancangan arsitektur 3 serta beberapa kuliah tambahan di mana ada 2 kuliah tambahan yang cuma 3 sks tapi bebannya udah kayak ngambil studio. Jadi kayak ngambil 3 studio di dalam satu semester, nah gimana gak sibuknya kebangetan.


Udah gitu juga semester ini banyak tugas yang dikerjakan berkelompok. Jadinya semester ini menjadi penuh drama, entah antara diri sendiri dengan orang lain, maupun melihat konflik antar manusia di dalam studio. Awkward lah pokoknya. Tapi dengan banyaknya konflik maka jadi banyak pembelajaran. Khususnya untukku, aku jadi bisa mengenal pribadi orang lain dan juga bisa mengenal diri sendiri kalau berkonflik dengan orang lain. Dengan konflik juga selain menjauhkan yang ga cocok, bisa mendekatkan pula yang ga cocok. Aneh memang tapi begitulah hidup.


Di semester ini aku pun belajar bahwa dalam satu kelompok tidak bisa ada 2 kepala. Maksudnya akan runyam jika ada 2 orang yang punya ide dan jadi menguasai. Maka dari itu aku lebih pasif di semester ini, karena aku malas berkonflik apalagi dengan teman-teman studio yang masih muda 5 tahun dariku. Kebayang dong...masa aku berantem sama anak kecil ? :p
Jadinya aku super mengalah, hal yang sangat sulit buatku, tapi mungkin memang ini pelajaran bagiku agar tidak selalu merasa diri sendiri harus mengatur semuanya. Pelajaran juga untuk mempercayai orang lain serta untuk tidak terlalu mendominasi dalam pekerjaan dan juga hubungan.


Oke selesai curhatannya..


Kembali ke tema dari postingan ini yaitu project yang aku kerjakan di studio perancangan arsitektur 3 yaitu kawasan Muara Baru Fishery Park atau Taman Rekreasi Perikanan Muara Baru. Lokasi kawasan terletak di daerah Muara Baru, Jakarta Utara.
Studio kali ini memang mengambil tema rancang kota. Jadi lahan yang dirancang lumayan besar. Untuk lahan di Muara Baru ini saja luasannya sekitar 6 hektar. Tujuan perancangan ditentukan oleh tiap masing-masing kelompok setelah observasi langsung ke lahan dan menganalisanya.






maket bentukan massa bangunan pada kawasan, skala 1 : 200


Untuk kelompokku sendiri merancang kembali lahan ini bertujuan untuk menjadikannya sebagai kawasan rekreasi perikanan di mana terdapat pasar ikan besar di bagian Utara kawasan. Di dalamnya akan terdapat area pemancingan dan restoran tepi laut yang setelah membeli ikan segar bisa langsung dimasak lalu dimakan sambil menikmati pemandangan Laut Jawa.


Selain pasar ikan, program di dalam kawasan juga menyediakan Rusunami Muara Baru yang dapat menampung 1000 unit hunian untuk 1000 kepala keluarga yang sudah bermukim di lahan yang ada saat ini. Lalu juga ada area foodcourt + restoran + amphitheater + fasilitas lapangan olahraga (mini soccer) + gedung parkir kawasan seperti area Benton Junction, Karawaci gitu untuk interaksi publik. Serta ada fasilitas hotel bintang 3 dengan banyak ruang pertemuan untuk bisnis karena kawasan ini dekat dengan area industri. Semua program tersebut disatukan oleh groundscape yang mengambil tema The Overlapping Activities. Di mana setiap program saling tumpang tindih untuk memiliki hubungan satu sama lain sehingga terdapat sirkulasi menerus dan mudah untuk menuju ke setiap program di dalam kawasan. Tema tumpang tindih ini diwujudkan dalam zona peletakan program dan jalur sirkulasi antar program.




Kawasan Muara Baru Fishery Park, maket skala 1 : 200



Penjelasan di atas adalah tentang proyek besar kawasan yang dikerjakan satu kelompok besar. Untuk proyek kecilnya yang dikerjakan per 2 orang adalah proyek program-program yang ada di dalam kawasan. Aku dan temanku, Dorene, mendapat proyek program yaitu Rusunami Muara Baru.




Rusunami Muara Baru Fishery Park - Jakarta, maket skala 1 : 200

Keberadaan suatu kawasan kota tidak lepas dari manusianya. Adanya kota, karena adanya manusia yang menghuni. Maka dari itu fasilitas hunian perlu ada di dalam kawasan. Melihat dari area Muara Baru di mana saat ini masih menjadi pemukiman kalangan menengah ke bawah yang cukup padat. Jadi dibutuhkan hunian yang layak untuk menampung mereka. Dari data yang didapat terdapat 1000 KK yang terdaftar di daerah tersebut. Dan dengan luas area zona hunian yang ditentukan sangat kecil (52 m x 200 m) maka diputuskan untuk merancang collective housing yaitu Rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik). Untuk memfasilitasi 1000 unit hunian maka hasil rancangan terdapat 4 bangunan yang memiliki ketinggian berbeda dari 12 lantai, 14 lantai, 16 lantai, sampai 18 lantai. Bentuk keseluruhan didapatkan dari skyline area tersebut yang mengikuti Rusunawa yang telah ada di bagian Barat dari lahan.




hasil bentukan massa bangunan

Rusunami yang dirancang tidak lepas dari pengaruh keberadaannya dalam kawasan. Karena zona hunian terletak di antara zona rekreasi & zona komersial. Maka bagian lantai 1 & 2 di area rusun dirancang untuk memfasilitasi juga zona tersebut dengan difungsikannya menjadi zona komersial & zona fasilitas sosial juga fasilitas umum. Zona komersial di lantai 1 & 2 rusun terdapat banyak toko-toko semipermanen yang menjual olahan makanan ikan dan souvenir-souvenir cantik hasil produksi dari penghuni rusun. Di lantai 2, terdapat toko-toko fashion dan juga workshop bagi pengunjung yang ingin ikut membuat souvenir dari kulit kerang dan hasil laut lainnya. Juga pada lantai 2 terdapat jembatan penghubung antara area pasar ikan lantai 2 dengan area restoran lantai 2. Baru kemudian dari lantai 3 menuju lantai tertinggi menjadi area hunian.





tipe unit hunian di dalam Rusunami Muara Baru






unit hunian tipe 40m2







fasad unit hunian dengan banyaknya bukaan dan balkon pribadi


Terdapat 3 tipe unit hunian yang dibedakan dari luasannya ada yang tipe 34 m2, 40 m2, dan 68 m2. Ketiga tipe ini terdapat di setiap lantai yang dihubungkan oleh sistem sirkulasi vertikal yaitu lift & tangga darurat. Di tiap lantai juga terdapat ruang interaksi antar tetangga yaitu ruang duduk di depan lift, ruang cuci bersama, ruang duduk di bagian tengah, dan kebun bersama di mana para warga dapat menanam tanaman berskala rendah seperti bawang, jahe, dll untuk bumbu dapur, dsb. Untuk mengatasi panasnya Jakarta maka tiap lantai terdapat void untuk sirkulasi udara cross ventilation secara horisontal juga vertikal. Serta tiap hunian diberikan balkon dan bukaan ventilasi yang besar.




struktur dinding Core & Rigid Frame


Dari struktur dan material yang digunakan dalam bangunan sangat dipengaruhi dari fungsi dan pengguna bangunan. Karena hunian ini ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah maka penggunaan material, struktur, dan konstruksi untuk memiliki biaya yang rendah. Maka dari itu struktur yang digunakan adalah core & rigid frame dengan material beton bertulang dan pondasi tiang pancang dengan kedalaman sampai 30 m dari permukaan tanah.


Perancangan Rusunami ini memberikan pemahaman padaku mengenai kehidupan masyarakat mengengah ke bawah. Bagaimana dengan desain yang kami terapkan pada bangunan dapat membuat mereka merasakan perasaan "rumah" meskipun pada collective housing seperti rusun ini. Karena aku tahu bagi masyarakat kita yang sebagian besar masih tinggal di landed housing belum banyak yang bisa beradaptasi dengan hunian yang kolektif, apalagi yang bentuknya tersusun secara vertikal. Karena tetangga bukan hanya sebelah kanan-kiri-depan-belakang saja tetapi juga atas-bawah. Juga dengan cara hidup, di mana untuk hidup di collective housing harus sangat minimalis. Karena terbatasnya area ruang serta tempat penyimpanan dibanding jika hidup di landed housing.


Kesimpulan dari project studio perancangan arsitektur 3 kali ini adalah CAPE *duesh* Hahaha..ngerjain proyek pasti aja cape sih apalagi kurang tidur nya kebangetan. Bahkan sampai saat ini aku sedang memperbaiki waktu tidur dari jam 3 pagi bangun jam 7-8 pagi, jadi ya paling lambat jam 12 malem udah tidur. Semalem sih sudah lebih mendingan jam 1.30 malem udah tidur pules dan bangun jam 9 pagi (hampir 8 jam kan). Semoga mulai membaik saat masuk kuliah lagi.


Lalu juga aku makin kenal banyak anggota studio, cara kerja mereka, dan kepribadian mereka, dan aku juga makin mengenal para dosen. Bersyukur di UPH sistem mengajarnya cukup friendly. Jadi ilmu lebih mudah masuk meskipun kadang kritik suka bikin sakit hati tapi kesannya lebih seperti kritik dari teman yang tahu proses bukan kritik dari atasan yang ga tau apa-apa ujug-ujug menilai seenaknya.


Semoga studio semester depan dapat berjalan dengan baik juga jadi aku bisa segera lulus dan mengejar mimpiku~
Semangat !!





Monday, August 10, 2015

Trienalle UPH Architecture 2015

Sabtu kemarin (080815) aku (akhirnya) mengunjungi pameran karya-karya mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Pelita Harapan yang biasanya diadakan tiga tahun sekali, yaitu : Trienalle UPH Architecture 2015.




Pameran ini diadakan dari tanggal 25 Juli 2015 lalu sampai tanggal 8 Agustus 2015 kemarin di gedung Cipta Niaga di daerah Kota Tua Jakarta / Taman Fatahillah. Gedung ini termasuk gedung lama dan sudah sangat usang. Katanya pula setelah pameran ini maka gedung ini akan direvitalisasi entah bagaimana wujudnya nanti.

Karyaku tentang Rumah Buku di Kota Tua pada Studio Perancangan Arsitektur 2 semester lalu terpilih untuk dipamerkan dalam Pameran ini. Padahal karyaku terpilih tapi baru di hari terakhir pameran ini lah aku sempat mengunjungi pameran, karena alasan sibuk, ga tau cara ke daerah ini kalau memakai angkutan umum, sampai karena ga ada teman jadinya urung pergi. Sampai akhirnya BiibopH menawarkan diri untuk mengantar. Akhirnya aku bisa datang juga.

Pameran secara keseluruhan menurutku sudah sangat baik, karena beberapa temanku adalah panitia dan aku tahu sekali usaha mereka mewujudkan acara ini sangat luar biasa. Seluruh karya terbaik dari beberapa mata kuliah, studio, sampai tugas akhir ditampilkan secara menarik sesuai dengan konsep yang diusung yaitu Waktu adalah Ruang. Ada dua hal utama yang diangkat dalam pameran ini yaitu zona Suatu Waktu dan zona Kontinum Kota Tua.

Sebelum menuju zona Suatu Waktu, kita akan melewati zona Lorong Laju. Pada zona Lorong Laju berfungsi menyadarkan pengunjung tentang peran waktu melalui tempo gerak dan bunyi. Di zona tersebut banyak karya - karya dari Studio Dasar Desain 2 yang dibuat oleh para mahasiswa angkatan 2014. Sama seperti saat angkatanku membuat maket instalasi dari kayu pada SDD2 dulu, namun karya mereka terwujud dengan ada unsur gerak pada karyanya. Gerak itu juga terwujud menggunakan sensor, jadi ketika dalam radius beberapa meter maka sensor itu dapat menggerakan maket instalasi kayu mereka dengan konsep masing-masing.


 *maket ini termasuk yang paling berisik saat pergerakannya* 





*serius amat Mas* 


Setelah itu kita akan menuju ke zona Suatu Waktu di mana terungkap tentang apa saja hubungan antara waktu dan ruang dalam arsitektur. Di zona ini banyak karya yang berhubungan dengan sejarah seperti sejarah kota Jakarta. Juga ada karya dari mata kuliah perancangan digital. Yang paling aku suka adalah maket Masjid Istiqlal Jakarta, dengan kubahnya yang termasuk Geodesic Dome.





Selanjutnya kita akan diarahkan menuju zona Transisi. zona ini berfungsi untuk menyadarkan tempo dan durasi melalui gerak interaktif. Mulai dari bagian bawah tangga sampai ke atas, pada zona transisi ini berisi karya tugas akhir dari Studio Dasar Desain 2 yaitu maket berukuran maksimal 2 m x 2 m dengan material kayu yang bisa berfungsi untuk digerakan satu orang ketika berada pada maket tersebut. Namun beberapa karya tidak bisa digerakan karena rusak atau pun memang tidak sanggup digerakan.

Ketika telah menaiki tangga kita akan terarah ke bagian kanan dan kiri. Ruangan sebelah kanan adalah zona Proyek Akhir. Berisi karya-karya Tugas Akhir yang dibuat oleh para mahasiswa tingkat akhir sebagai persyaratan kelulusan. Karya yang menarik menurutku adalah karyanya Ko Evan


 *hotel bintang 5*


Di ruangan sebelah kiri tangga adalah zona Kontinuum Kota Tua. Pada zona ini diungkapkan paradigma waktu yang menjadi pertimbangan desain kota tua Jakarta. Pada zona ini berisi beberapa karya studio yang berhubungan dengan kota Tua Jakarta. Salah satunya adalah studio perancangan arsitektur 2 yang aku ikuti semester lalu. Tugasnya merancang rumah buku di kota tua Jakarta.


 *penjelasan karya rumah buku* 










 *tersembunyi di pepohonan* 





*akhirnya bisa lihat karya sendiri dipamerin* 


Setelah zona ini maka kita akan ke ruangan selanjutnya yaitu zona Ruang Luang di mana pada zona ini, ruang dan waktu bertemu tanpa beban cerita. Di ruang ini terdapat toko buku kecil, panggung kecil untuk talkshow dan pemutaran film, pameran produk sponsor, serta terdapat kantin yang menjual camilan dan kopi. Setelah ruang ini kita dituntun oleh instalasi rotan menuju ke lantai 1 lagi pas di bagian area masuk pameran untuk menuju ke pintu utama. Tangga yang dilewati cukup curam sehingga harus berhati-hati dalam melangkah.

Begitulah pengalaman yang aku rasakan serta ruang-ruang yang aku lewati pada pameran Trienalle UPH Architecture 2015 ini. Aku bersyukur telah terpilih, dan meskipun aku tidak bisa membantu banyak panitia yang telah menyelenggarakan acara ini. Aku mengucapkan banyak terima kasih untuk mereka yang berlelah-lelah sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih teman-teman dan terimakasih UPH~



Untuk melihat pameran Trienalle UPH Architecture ini butuh waktu 3 tahun. Jadi semoga masih diizinkan untuk melihat pameran di 3 tahun mendatang.

See you soon~ 



Friday, August 7, 2015

Tipe Silaturahmi & Bermaaf-maafan Saat Lebaran

Perhatian : postingan ini bukan untuk mendiskreditkan individu atau golongan, dan juga ga semua orang emang kayak gitu, kalau merasa ya itu masalah Anda. :p 

Saat lebaran kemarin aku membuat pengamatan bagaimana orang yang merayakan lebaran saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan.Bukan hanya orang di sekelilingku, tapi juga aku mengamati orang-orang lain entah para artis yang diliput infotainment atau melihat orang yang ga dikenal melakukan silaturahim pas banget di jangkauan penglihatanku.
Dari pengamatanku tersebut maka aku menyimpulkan Tipe Saat Silaturahim & Bermaaf-maafan Saat Lebaran, adalah sebagai berikut, :



Tipe #1 : LEBAY 
Nangis saat menyesali kesalahan pada saat meminta maaf sih lumrah aja, asal jangan dramatis kayak sinetron. Mending kalau direkrut sinetron "Tukang Bubur Udah Berkali-kali Naik Haji", nah kalau direkrut buat sinetron "7 Manusia Harimau" ? Udah keburu mati dimakan macan tutul di 10 menit pertama tayang karena bisanya nangis doang.








Tipe #2 : REALITY SHOW 
Ini kayaknya gara-gara kebanyakan nonton Reality Show macam Master Chef atau Amsale Girls hahaha. Di depan sih pencitraan, lah di hati mana tahu kan ?








Tipe #3 : KURANG AJAR 
Mo gimana lagi, pasti ada aja satu orang di satu kelompok yang abnormal dan selalu minta ditabok.








Tipe #4 : TOM & JERRY 
Biasanya sih ini kelakuan saudara dekat. Entah karena saking dekatnya jadi enak aja berantem terus baikan terus berantem lagi terus baikan lagi terus-terusin aja ampe Mpok Nori bangkit dari kubur.








Tipe #5 : SALAM TEMPEL 
Nah ini khusus yang minta-minta THR di saat Lebaran (Biasanya bocah-bocah, fakir miskin, dan anak-anak terlantar). Eh aku juga masih sih ya mo gimana, mau nikah belum boleh, lulus kuliah juga belum. Jadilah memanfaatkan momen "masih belajar" ini buat minta-minta. Kalo udah punya suami ato kerjaan kan pasti deh jadi kebalik kondisinya karena harus ngasih THR.

Jadi beberapa tipe di atas memang guyonan saja kok, lucu sekali melihat fenomena manusia yang menjalankan adat agama ini. Meskipun kayaknya harus serius amat bermaaf-maafan tetapi tidak semua pasti seserius itu. Jadilah ide bikin ketidak seriusan yang kecil-kecil itu aku gabungkan dalam guyonan ini.

Semoga menghibur hahaha



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...