Showing posts with label coffee. Show all posts
Showing posts with label coffee. Show all posts

Wednesday, May 7, 2014

Mengenal Excelso Coffee - Arabica Gold

Sahabat itu bisa saling mempengaruhi.

Termasuk apa yang dilakukan Redo padaku liburan lalu. Ia mengenalkan salah satu merk kopi buatan Indonesia yaitu Excelso.
Saat itu ia mengenalkan yang jenis House Blend-nya. Saking tertariknya, aku sempat minta mengicipnya segelas. Aromanya menggoda dengan rasa yang ringan dan manis meskipun tanpa gula.
Pengenalanku pun tidak sebatas itu saja. Saking penasaran dengan jenis lainnya, aku langsung menjelajah ke Riau Junction Bandung saat itu untuk mencari jenis kopi lainnya dari Excelso. Maka pilihanku jatuh pada Arabica Gold.



Aroma kopinya yang lebih pekat dan luar biasa, sangatlah berharga sekali. Sesuai dari kondisi saat membelinya, aku bahkan dibantu oleh beberapa petugas di Yogya Supermarket Riau Junction untuk menggiling biji kopinya di sana karena saat itu mesin penggilingnya bermasalah jadi beberapa petugas ikut turun tangan. Di mana waktu juga sudah hampir mau tutup namun mereka masih mau membantu, aku sangat terharu dan berterima kasih :")
Maka dari itu aku sangat menghargai bungkus Excelso - Arabica Gold pertama yang aku beli.

Saat aku bawa sebungkus yang berharga ini ke rumah nenek, untuk mengicipnya bersama Tante Tien2 dan Kakek yang sangat menggilai kopi, mereka sangat menyukainya. Akhirnya ku beri sebungkus kebahagiaanku tersebut untuk mereka. Untukku sendiri, aku bela-bela-in beli ke kedai Excelso di Istana Plaza saat sudah hampir tutup pula.
Hahaha. Unik sekali kejadian untuk membeli kopi ini.

Mendapatkan kopi yang enak dan cocok di lidah memang tidak tergantikan oleh apa pun, bagiku.
Saat ini kopi tersebut selalu menemani di setiap hariku. Karena sehari tanpa kopi rasanya ada yang kurang. Tidak aneh jadinya melihatku membawa termos Hello Kitty kesayanganku setiap ke kampus.
Lumayanlah, karena tiap hari dari Starbucks juga merusak isi dompet hehehe

Rp. 35.000-an untuk 200gr biji kopinya, bagiku cukup sesuai dengan rasa yang diberikan.
Contohnya juga bisa sebagai teman saat ngopi cantik di sore hari sambil membaca majalah Cosmopolitan Mei 2014 yang baru saja dibeli hehehe



Selain jenis Arabica Gold, aku pun ingin mencoba jenis kopi Excelso yang lain juga.
Tunggu saja tanggal mainnya ya~ ≧◡≦



Friday, March 28, 2014

Starbucks Card



Akhir-akhir ini karena aku sering ke Starbucks Coffee, aku jadi tertarik membuat Starbucks Card. Aku bertanya mengenai kartu tersebut pada saat sekalian membeli Cappucino di Senin siang yang hectic karena baru selesai mengumpulkan tugas essay General English. Fungsi utama dari kartu adalah sebagai kartu member dan alat untuk mempermudah pembayaran saat bertransaksi di kedai Starbucks. Mirip seperti Flazz yang dikeluarkan bank BCA.



Terdapat beberapa keuntungan juga dengan membuatnya karena ada Reward yang menarik yang ditawarkan, di antaranya : berkesempatan mendapat satu minuman ukuran Grande gratis sesuai pilihan jika telah membeli 10 minuman di sana (dalam ukuran apa pun, tapi tidak termasuk pembelian botoh minumannya yaitu tumbler), lalu berkesempatan juga mendapat satu bungkus kopi mereka yang berukuran 250gr secara gratis jika telah membeli 8 bungkus kopi yang berukuran 250gr, berkesempatan juga mendapat Starbucks VIA Ready Brew (3 sachets) gratis jika telah membeli 8 pack Starbucks VIA Ready Brew, lalu juga berkesempatan mendapat satu minuman ukuran Tall gratis jika membeli satu mug atau tumbler (size apa pun, kecuali mug berukuran 30z), lalu berkesempatan juga mendapat satu bungkus kopi ukuran 250gr jika membeli Coffee Press ukuran apa pun (aku masih bingung maksudnya Coffee Press di sini apa ya ? O.o), dan yang terakhir dapat berkesempatan juga mendapat satu minuman ukuran Grande gratis jika kita membeli menu makanan mereka di saat hari ulang tahun kita. Lumayan banyak juga ya Reward-nya.

Cara mendapatkan Starbucks Card yaitu tinggal bilang ke kasir Starbucks-nya dan dengan membayar minimal Rp. 100.000,-. Uang tersebut termasuk Top Up nilai pada kartu yang dapat digunakan untuk transaksi selanjutnya. Untuk mengisi nilai uang pada kartu dapat diisi dengan minimal Rp. 100.000,- dan maksimum Rp. 2.000.000,-. Hal penting selanjutnya dari memasukan nilai nominal pada kartu adalah tidak dapat kembali diuangkan lagi. Kartu tersebut dapat berlaku 12 bulan dari hari transaksi terakhir. Jika dari transaksi terakhir sudah tidak pernah digunakan selama 12 bulan, maka nilai nominal di dalam kartu akan hangus. Maka dari itu pertimbangkanlah dalam pengisiannya yaa~

Cara menggunakan Starbucks Card cukup mudah, yaitu setelah mendapatkannya maka segeralah aktivasi secara online ke website Starbucks Indonesia. Di website tersebut kita dapat mengecek nilai nominal yang ada dalam kartu dan juga melihat reward apa yang kita dapatkan. Setelah itu kita dapat menggunakannya dalam bertransaksasi di kedai Starbucks Coffee di mana pun yang berada di Indonesia. Jangan lupa top up isi nominal pada kartu, kan gak lucu juga pas mau transaksi ternyata gak ada nilai dalam kartunya wkwkwk.

Semoga Infonya membantu untuk para Starbucks Lover~ ♥



Sunday, March 23, 2014

Coffee VS Beer

Akhir-akhir ini aku jadi ketagihan Cappucino-nya Starbucks Coffee. Karena di Books & Beyond ada kiosnya, jadi aku pun sering nongkrong sendirian di sana. Hanya sekedar untuk membaca buku yang ku pinjam dari perpustakaan UPH atau sekedar meluangkan ide-ide yang numpuk di kepala. Atau aku hanya sekedar beli lalu membawanya ke studio. Kayaknya kalau sehari gak ngopi itu rasanya aneh aja.



Memang sih sedikit menguras kantong, namun aku sangat suka kopi. Dari kecil, aku selalu berada di depan Kakek yang baru membuat secangkir kopi panas. Lalu memperhatikan Kakek meminumnya, sebenarnya sih hanya untuk mencium aromanya saja karena dulu aku masih kecil jadi masih belum boleh minum kopi. Tapi sering juga sih jadi minta sesendok kecil hanya untuk menikmatinya.
Ternyata saat Mama mengandung diriku, sempat suka makan kopi...iya..kopi bubuk pahit itu...
Jadi gak aneh dong ya, aku bisa tergila-gila sama kopi.
Aku bisa tidak makan seharian, namun kalau tidak minum kopi rasanya seperti tidak hidup aja gitu. Hahaha #lebay.

Sebenarnya aku juga suka lho minum bir. Namun setelah aku iseng membuat bagan mind map, membandingkan mana yang lebih baik untukku. Kopi terlihat lebih baik.



Terdapat kelebihan dan kekurangan dari kedua minuman favoritku ini...
Namun mari ditelaah lebih jauh dari kualitas bukan kuantitasnya~

Kelebihan dari kopi untukku pribadi adalah bisa menyegarkan kepalaku dari kantuk saat mengerjakan tugas. Kadang saat menggambar atau membaca butuh konsentrasi yang luar biasa dan kopi dapat membantu dengan baik. Apalagi saat begadang membuat maket, wah kalau gak minum kopi dan kantuk menyerang, bisa-bisa tangan sendiri jadi korban cutter atau pun alteco (itu lho merk super glue yang kalau kena kulit kita bisa panas dan susah untuk dihilangkan). Yang kedua adalah karena aku benar-benar suka kopi. Aromanya itu enak sekali menurutku.
Kekurangan dari kopi bagiku pribadi adalah ketagihan. Entah ada suatu zat adiktif pada kopi yang dapat membuatku terus meminumnya, mungkin si Kafein itu ya. Maka dari itu biasanya aku memang suka membatasi diri sehari mungkin 2 cangkir yang masing-masing 250ml jadi total 500ml. Biasanya aku meminumnya saat siang atau menjelang sore hari. Kadang aku suka pindahkan pula ke malam hari jika ada kerjaan yang mengharuskan aku begadang. Kekurangan yang kedua adalah gak bagus untuk dompetku sih, soalnya untuk mendapatkan kopi yang enak dan berkualitas kadang mengharuskanku ke kedai-kedai kopi yang harganya juga lumayan. Namun kalau di rumah biasanya memang aku memilih yang instan. Alasan utamanya sih biar cepat membuatnya, harus menggrinding biji kopi sendiri bisa menyita waktu juga. Namun ya yang instan rasanya tidak seenak yang di kedai pastinya. Kekurangan yang ketiga, teman-temanku banyak yang tidak terlalu suka kopi.
Termasuk BiibopH. ._.
BiibopH malah ketagihannya dengan teh manis. Dia sangat suka sekali dengan teh manis. Kadang aku juga suka gak enak untuk mengajak teman ke kedai kopi, karena mereka rata-rata kurang suka. Jadi kadang suka bingung juga kalau ke kedai kopi berakhir dengan kesendirian karena gak ada teman nongkrong. ._. 

Oke sekarang mari bandingkan dengan minuman favorit yang satu lagi yaitu bir.
Bir adalah salah satu minuman beralkohol, aku sendiri saat ini membatasi hanya yang kadarnya 5% saja. Rasanya memang pahit apalagi yang bir bintang, namun bagiku pribadi sih biasa-biasa aja. Kelebihannya adalah efeknya menyenangkan karena menghangatkan badan dan bisa melancarkan peredaran darah. Akhirnya bisa tidur dengan nyenyak. Kelebihan selanjutnya jika minuman ini asik diminum pas hangout dengan teman di malam hari. Soalnya biasanya aslinya mereka akan kelihatan kalau sudah mabuk hahaha *dipikir-pikir aku jahat juga yaa*
Kekurangannya sih tentunya banyak. Kadang kalau sudah minum jadi gak terkontrol, bagiku kalau sudah lewat dari 600ml maka akan mulai terasa saat berjalan menjadi sulit. Meskipun aku masih sadar dan masih bisa mengendalikan diri. Jadi batasanku memang segitu. Sayangnya kalau sudah minum dengan teman bisa kelewatan, akhirnya kekurangan kedua pun datang yaitu gak enaknya hangover. Pusing karena dehidrasi di keesokan paginya, belum lagi jadi gak enak makan dan minum karena keinginan untuk muntah tidak bisa dibendung. Memang sebenarnya tubuh manusia tidak didesain untuk meminum minuman beralkohol. Maka dari itu efeknya pun kalau kelebihan sama seperti saat orang keracunan makanan. ._.
Kekurangan yang ketiga adalah BiibopH paling melarang aku minum bir. Alasannya sih, "Gimana kalau kamu mabuk ?" Padahal aku belum pernah mabuk sampai gak bisa jalan, atau bahkan gak ingat sama sekali apa yang terjadi semalamnya sih. Namun karena BiibopH memang orangnya paranoid, jadinya aku saat ini juga sudah mengurangi bahkan sudah jarang sekali minum bir. Geng Powerrenjers memang rata-rata anak baik semua, jadinya ikutan jadi anak baik deh :p

Jadi karena kekurangan bir yang bikin repot diriku, maka dari itu aku lebih menguranginya.
Sebaliknya, karena kopi terlihat lebih bermanfaat jadi aku teruskan meminumnya~ O.Ob
Lagipula aku juga suka sekali kopi. Maka dari itu jangan aneh kalau selalu mencium aroma kopi jika dekat-dekat dengan diriku ya~ :p



Saturday, February 15, 2014

Wisata Kuliner di Bandung part 2

Sebelum menuju ke pembahasan, aku ingin mengucapkan :

Happy Valentines Day ! ^^
Semoga cinta dan kasih sayang selalu tersalurkan bagi kita di setiap detik kehidupan.



Beberapa waktu yang lalu, aku membuat artikel Wisata Kuliner di Bandung Part 1 . Baru kali ini aku sempat melanjutkan ceritanya lagi. Draft artikel ini tiba-tiba tenggelam di tumpukan ide artikel yang akan aku tulis. Meskipun aku masih dalam tahap belajar menulis dengan baik, aku terus berusaha belajar untuk dapat menulis dengan baik. Jadi teruslah bersamaku ya dalam proses membuat blog ini sebagai jurnal pribadi yang bisa menginspirasi. (◦'⌣'◦)

Saat berlibur akhir tahun 2013 kemarin di Bandung. Aku bersama Geng Power Renjers mengisi liburan dengan berwisata kuliner. Lokasi yang kami jelajahi selanjutnya adalah restoran baru bernama Verde.



Terletak di Jalan Ir. H. Juanda pas dekat sekali dengan Simpang Dago, Bandung. Layaknya restoran pada umumnya, main course yang mereka sajikan kebanyakan adalah steak atau pasta. Diriku sendiri memesan steak ikan salmon. Penuh protein.



Sayangnya kualitas rasanya belum terlalu "wah". Uci yang memesan menu yang sama pun merasakan hal yang sama dan berkata bahwa di resto tersebut sebenarnya terkenal dengan minuman cocktail-nya.

Aku tertarik untuk mencoba minumannya yang tidak biasa (maksudnya beralkohol ringan). Sayangnya seperti biasa, manusia overprotektif ini sudah memberikan sorot mata yang sangat menyebalkan.



Ketakutannya yang berlebihan, menganggap aku akan mabuk berat dan mengacau. Kecemasan yang berlebihan membuat pandangannya tertutup bahwa aku sudah dewasa dan bertanggung jawab. Meskipun tidak ada yang tahu, tapi aku punya batasan sendiri yang cukup ketat akan hal apa pun. Maka dari itu aku akan sangat kesal sekali jika ada yang mencoba mengaturku. Karena aku sudah sadar akan kemampuanku dan tanggung jawabku sendiri. Untungnya karena aku pun masih sangat menghargainya dan masih ingin mempertahankan keelegananku, aku pun menurutinya dengan manis. Meskipun ya di hatiku, umpatan binatang mungkin tak terkira banyaknya. Aku pun menghibur diri dengan memesan secangkir kopi.



Kegandrunganku pada kopi membuatku juga menemukan sebuah kedai kopi baru di Jalan Tubagus Ismail Raya, Bandung (depan Jalan Tubagus Ismail VI) yaitu Radio Coffee.
Kiosnya berukuran kecil, cukup bagi 5 orang yang senang berkumpul untuk ngopi di sana. Meskipun akhirnya cuma aku yang memesan Black Coffee dan yang lainnya memesan kopi versi lembut macam Cappucino, atau pun yang lebih lembut lagi dan bukan kopi, yaitu Matcha Latte.



Mungkin rasanya lucu melihat cewe cantik, polos, lembut, gemulai, meminum kopi tiap hari.
Sayangnya aku pada awalnya tidak langsung feminin seperti ini. Tapi aku telah melewati masa-masa macho saat aku sangat tomboy dan manly seperti laki-laki. Layaknya Dante setelah menyucikan diri di Purgatory dan menuju Paradiso. Aku pun sama, telah bersusah payah mengubah diri untuk menjadi feminin. Tetapi sayangnya sifat kelaki-lakian-ku sepertinya masih ada, terlihat dari kegemaranku meminum kopi. Bahkan sehari tidak minum kopi itu rasanya seperti tidak hidup.

Jadi begitulah dua lokasi wisata kuliner yang cukup berperan penting di liburanku yang singkat, akhir tahun 2013 lalu. Kebanyakan memang di daerah Dago, Bandung. Maklumlah di sana ada BiibopH dan teman-temanku. Semoga kami bisa berlibur bersama lagi.
Tujuan Selanjutnya : Pantai Pangandaran !! (Amin!)

See you at next post~


Friday, November 30, 2012

Coffee & Cake

Siapa yang tidak suka kue ?

Aku ?

Aku suka banget makan kue~ (^o^)/
Karena kebiasaanku untuk menutup sesi acara makan adalah makan yang manis-manis. Kadang kue bolu, kadang kue kering, atau pun puding. Bukan cuma di waktu makan wajib. Bahkan snack pun pasti makan yang manis-manis, terutama kue atau cokelat. Yummy~ :9
Meskipun Mama sudah menasehati untuk membatasi, tetap saja susah sekali untuk tidak makan :(
Paling porsinya dikurangi.

Di dekat Planet Dago ada toko kue namanya The Harvest. Aku sering ke sana bersama BiibopH untuk sekedar makan kue sambil ngobrol-ngobrol hihihihi~ Kue bolu-nya enak-enak~
Ini beberapa yang aku ambil gambarnya :


Red velvet Cake & Black Coffee - The Harvest 

Red velvet cake yang paling enak yang pernah ku makan :9
Karena krim-nya mungkin, rasanya manis =w=b
Tidak lupa pula dengan black coffee biasaaaa~



Chocolate emulsion cake & Black Coffee - The Harvest 

Sebenarnya agak ragu ama nama kue-nya, tapi seingatku ada 'emulsion'-nya gitu. Mohon dikoreksi kalau ada yang tau namanya yaa~
Cake-nya rasanya sudah manis, dan topping cokelatnya ternyata mengimbangi dengan tidak terlalu manis namun kental sekali rasa cokelatnya. Disajikan dengan Black Coffee biasaaaaa~ *twewtwewtweeeewww* 

Ihh kenapa sih selalu kopi ?
Karena aku suka banget kopi juga hihiihi
Bahkan saat masih di dalam perut Mama ! Wow~

Mendengar cerita dari Tante, yang bilang pas Mama hamil suka makan bubuk kopi. Anehnya Mama dulu kurang suka kopi kalau gak pake susu atau gula soalnya bisa memicu sakit maag. Makanya heran aja tiba-tiba jadi suka makan bubuk kopi yang gak ada campuran apa pun. O_O
Nah pas aku kecil juga uda ketahuan aku maniak wangi kopi karena setiap Kakek bikin kopi, aku selalu mendekati untuk mencium wangi kopi sama minta kopinya hihihi
Padahal masih bocah uda demen aja minum kopi. Dan ini berlanjut sampai sekarang.

Minum kopi asal gak banyak-banyak sebenarnya gapapa kok malah bikin metabolisme tubuh meningkat. Aku juga selalu membatasi dalam 1 hari, maksimal 2 cangkir/gelas/takaran normal yang disajikan. Lebih ngepas lagi ya kalau minum sambil makan kue~


*masih aja yaa keukeuh ama kue bolu hihihi* 

Biasanya pun kalau hang out jalan-jalan ke mana gitu selalu mampir dulu ke kedai kopi terdekat~ Macam J.co yang harganya masih bersahabat.


Americano Coffee & Donut Glaze - J.Co 

Sambil corat-coret gak jelas di tab-nya BiibopH. :p
Biasanya pas dapat ide, keburu kebuang, mending dikeluarkan dulu dalam bentuk gambar.

Oh iya asiknya, di kampus ada café khusus menjual kopi juga lho. Biasanya aku ke sini untuk nungguin BiibopH karena dekat gedung tempat dia kuliah. Café-nya kecil sih tapi asik aja di dalem karena pake AC *plus wangi kopi* oh iya namanya Coffee Toffee.


My favourite : Frappe Blend I need Coffee 

Rasanya lebih pahit, jadi diimbangi dengan cream dan saus-entah-apa-namanya yang manis. Enak juga, sambil nungguin BiibopH, sambil main The Sims 2 di Neng DeSi.

Kadang yaa kalau lagi di jalan atau males bikin kopi sendiri tapi pengen yang murah. Jadi deh menuju toko CK terdekat untuk beli kopi yang 7ribuan *udah naik nih…dulu masih 5ribu*


Lumayanlah bisa memuaskan keinginan minum kopi.

Jadi apakah kalian suka yang manis-manis juga ? Atau penyuka kopi juga ?
Kayaknya cocok nih kita bikin komunitas penyuka 2 hal ini. :D



Curhatan mengenai kondisi sekarang. Kamarku terkena wabah bau pisang. Sudah teratasi sementara dengan kamper biasa. Semoga gak gini lagi ._.

Tetap semangat…



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...