Showing posts with label Wood. Show all posts
Showing posts with label Wood. Show all posts

Sunday, February 23, 2014

Project 1 - Desain Loket Pondok Pemancingan - Pengantar Struktur dan Konstruksi

Minggu ini cukup melelahkan juga karena ada pengumpulan tugas desain dari mata kuliah Pengantar Struktur dan Konstruksi.
Tugasnya adalah untuk merancang beberapa bangunan di dalam suatu proyek Pondok Pemancingan. Setiap orang memilih satu fungsi bangunan yang sudah ditentukan, seperti gazebo, tempat memancing, tempat berjualan makanan, pos satpam, loket, tempat penjualan pulsa, atau pun halte. Desain bangunan tersebut memakai material utama yaitu kayu. Aku pun memilih loket, sebagai area informasi dan tempat membayar biaya pemancingan.

Berawal dari mempresentasikan konsep desain yang diinginkan. Aku membuat sketsa perspektif dari desain loket yang aku inginkan.



Konsepnya : Back To Nature 
Atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah kembali ke alam. Untuk menyatu dengan alam di sekitarnya, karena pondok pemancingan tersebut terletak di lahan yang berbukit dan banyak pepohonan.





Lalu juga terdapat 2 pilihan denah yaitu yang berbentuk bujur sangkar (2,5 m x 2,5 m) atau persegi panjang (3 m x 2 m). Aku mengambil yang denah persegi panjang dengan tampak depan di bagian yang panjangnya 3 m untuk menampilkan kesan penyambutan. Hal ini disebabkan biasanya area loket pasti berada di dekat pintu masuk, sehingga kesan menyambut terasa penting untuk area wisata ini. Atapnya pun disesuaikan dengan memakai atap pelana ditutupi oleh alang-alang agar makin berkesan alami.

Tugas ini khusus untuk mempelajari struktur dan konstruksi dari material kayu. Jadi memang fokus kepada strukturnya dari pondasi sampai ke atap. Pengumpulan tugasnya cukup banyak terdapat 10 gambar yang harus dikumpulkan seperti denah pondasi, denah lantai, denah atap, tampak depan, tampak samping, 2 potongan, denah atap, dan 3 detail. Ditambah untuk presentasi dibutuhkan 1 maket yang memperlihatkan konstruksi sebenarnya. Berikut hasil maket loketku.



pasti banyak yang menyangka maket ini belum selesai, namun sebenarnya ini maket konstruksi jadi ada beberapa bagian tidak ditutup untuk melihat strukturnya.



Agak sedikit heboh saat pengumpulan, karena awalnya aku kira saat melihat contoh yang lain membuatnya tidak memakai alas. Sehingga aku mengikutinya, namun ternyata harus menggunakan alas. Wah langsung panik saat itu karena tinggal kurang dari setengah jam sebelum pengumpulan. Secara sigap aku mengerjakan alas maketnya, sehingga lumayanlah hasilnya. Namun tidak sempat ku foto karena harus langsung dikumpulkan.

Saat presentasi dengan maket, cukup senang pula dengan komentar dosennya. Menarik mengenai tambahan tentang pemasangan atap alang-alang yang pemahamanku masih perlu dikoreksinya. Serta dikatakan pula sangat lumayan bahwa dari hasil karyaku terlihat cikal bakal arsitek hebat nantinya. Rasanya campur aduk, senang juga tapi bingung juga. Karena aku di sana hanya untuk menyelesaikan studiku saja, namun untuk menjadi arsitek hebat yang terkenal masih belum terpikirkan di kepalaku. Mungkin lebih enak, aku sebenarnya ingin menjadi arsitek bagi rumahku sendiri. Bagi keluargaku, di mana aku bisa merancang tempat tinggal yang nyaman dan indah untuk (calon) suamiku, BiibopH dan anak-anak kami. (◦'⌣'◦)

Saat ini, aku sudah mulai memasuki Project 2 yaitu mendesain Weekend House di daerah pinggiran sungai~
Sangat gak sabar untuk melihat hasil akhirnya~ ≧◡≦


Saturday, February 15, 2014

Project 2 - Studio Dasar Desain 2

Project 2 SDD2 tahun 2014 kali ini adalah mengenai sambungan kayu (wood joint). Sebelum menuju ke bagian sambungan, kami membuat story board tentang konsep, lalu dilanjutkan membuat komposisi 2 dimensi, barulah dilanjutkan membuat komposisi 3 dimensi dari material kayu untuk memperlihatkan sambungan kayu tersebut.

Pada awalnya, tiap-tiap orang dari kami dipilihkan satu kata sifat dan satu organisasi. Untukku sendiri kata sifat tersebut adalah MARAH, dengan organisasi RADIAL.
Dari kata sifat dan organisasi yang telah ditentukan itulah, tugas awal kami adalah membuat StoryBoard tentang Konsep yang akan berakhir dengan desain komposisi 2 dimensi. Story Board yang kami buat, berisi penjelasan abstraksi dari kata sifat yang kami miliki. Dengan elemen utama yaitu GARIS. Penjelasan abstraksi itu diungkapkan dalam bentuk ide konsep yang dikembangkan menjadi intensi-intensi yang akan digunakan dalam membuat komposisi 2 dimensi. Story Board yang pertama kali ku buat, masih kurang mendekati dari ide apa yang ada di dalam kepalaku. Akhirnya aku revisi menjadi seperti ini :



Konsepnya adalah TERIAKAN AMARAH. Salah satu cara pengungkapan kemarahan akan ego pribadi yang berbenturan dengan sikap orang lain atau keadaan saat itu. Lalu dari intensi yang telah ku tulis, maka ditentukanlah komposisi 2 dimensi dari kata sifatku yaitu MARAH.



Komposisi 2 Dimensi yang telah aku buat, cukup mengungkapkan keMARAHan dengan organisasi RADIAL.
Senang juga akhirnya berhasil mengungkapkan ide di kepala.
Sayangnya tugas tidak berhenti sampai di sini. Kami pun harus membuat komposisi 3 Dimensi-nya pada rangka besi begel berukuran (p : 50cm ;l : 50cm;t : 50cm).
Cukup membuatku pusing 7 keliling, untuk membuat komposisi 2 Dimensi dikembangkan menjadi komposisi 3 Dimensi. Meskipun sudah membuat maket studi, ini pun masih belum merepresentasikan yang aku mau.



Keinginanku adalah membuat modul - modul seperti segitiga berangkai itu dapat menempel dan terlihat seperti memencar dan mengarah radial. Sehingga seakan-akan ada suatu pergerakan melingkar, namun nyatanya tidak.

Bahan material yang aku gunakan pun cukup membuatku makin malas mengerjakannya. Karena maket instalasi (sebutan kami pada komposisi 3 Dimensi project 2 ini) milikku harus memakai kayu yang berpenampang segitiga dan berukuran kecil, serta berwarna cukup gelap. Terpilihlah Kayu Lis (yang biasa dipergunakan untuk pinggiran pada kaca/ pertemuan tembok dengan plafon) karena memiliki penampang hampir segitiga akibat profil yang dimilikinya. Kayu lis yang aku butuhkan, berukuran kecil sekitar 1 cm. Nah di sini lah tantangannya. Kayu tersebut sangat sulit untuk dicoak dengan pahat. Penggantinya adalah dengan cutter, sehingga luar biasa energiku habis saat membuat coakan untuk sambungan. Belum lagi ternyata kayu tersebut agak rapuh. Sepertinya karena diletakan di luar terlalu lama dan saat ini sedang musim penghujan maka kayunya pun menjadi lembab dan mudah patah. Akibatnya tidak dapat di bor untuk memakai sambungan yang diisi pasak kayu lagi. Jadinya aku menggantinya dengan paku.
Luar biasa pula harus memotong paku agar sesuai dengan yang dibutuhkan.
Beruntunglah, selesai tepat pada waktunya...



Terlihat lebih jauh dari maket studinya hehehe
Apalagi masih jauh dari rapi, karena keahlianku bukan pada bagian menukang. And I'm used to it~
Jadi untuk lulus dan diterima saja aku sudah cukup senang yay~
Sekarang sudah memasuki Project 3, tugasnya hampir sama membuat maket instalasi juga namun dosen menginginkan ada pergerakan pada sambungannya.
Gak sabar ingin cepat selesai :p



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...