Showing posts with label UPH. Show all posts
Showing posts with label UPH. Show all posts

Friday, February 26, 2016

Transforming Lives - Human & Cities Seminar

Hari Kamis, 25 Februari 2016 kemarin, beberapa mahasiswa dari jurusan arsitektur dan desain interior Universitas Pelita Harapan menghadiri seminar Transforming Lives - Human & Cities di auditorium gedung BPPT 2, Jalan Mh. Thamrin, Jakarta.
Aku baru tahu ada seminar ini H-2 sebelum acara seminarnya, itu pun karena diajak teman satu studio. Untukku memang tidak wajib karena yang diwajibkan ikut hanya yang mengambil mata kuliah Arsitektur Perumahan (yang sudah aku ambil semester lalu) dan Studio Proyek Arsitektur B (aku mengambil Proyek Arsitektur A semester ini).


Photo © UPH




Karena acara seminar berlokasi di Jakarta maka tim dari UPH berangkat pukul 7 pagi dan baru sampai ke tempat seminar pukul 8.45 pagi pas banget 15 menit sebelum seminar dimulai. Tapi akhirnya seminarnya juga ngaret baru jam 9.20 dimulai. Yah biasalah kan budaya Indonesia..zzz..


Seminar ini diadakan oleh UPH - School of Design bekerja sama dengan jurusan Arsitektur UI, jurusan Planologi ITB, dan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Tujuannya adalah memberikan inspirasi dan insepsi bagaimana kota bisa berubah menjadi layak huni dengan mengutamakan warga kota agar bisa aman dan bahagia hidup di kota.


Ada 4 pembicara di seminar tersebut. Aku akan menjelaskan siapa mereka dan kesimpulan dari materi yang mereka jelaskan versiku. Jadi kalau ada dari kalian yang mengikuti seminar dan memiliki penangkapan berbeda dari materi yang dibawakan bisa juga menambahkan di kolom komentar yaa~


Sesi pertama ada 2 pembicara yaitu Ms Ame Engelhart dari Skidmore, Owings, & Merril LLP Associate (SOM) (linkedin : Ame M. Engelhart) & Mr. Michael King dari Nelson \ Nygaard Consulting Associates (linkedin : Michael King ) .




Photo © linkedin Ame M. Engelhart


Pembicara pertama yaitu Ms. Ame Engelhart adalah seorang arsitek dan urban planner. Beliau bekerja di SOM cabang kota Hong Kong selama hampir 20 tahun, dan pengalaman kerja secara keseluruhan dalam desain arsitektur, perencanaan kota, dan manajemen proyek sudah lebih dari 29 tahun.
Materi yang dibawakannya dalam seminar adalah tentang LIVABILITY.
Kesimpulan yang aku ambil dari hasil materi yang beliau bawakan adalah bagaimana kita menilai sebuah kota sebagai sebuah entitas kehidupan.
Ada sistem kehidupan di kota yang dapat menjadi pertimbangan utama untuk merancang kota yang lebih layak untuk kehidupan warganya. Untuk merancang sistem urbanisme berkelanjutan, menurut beliau yang harus menjadi dasar utama dalam perancangan adalah mempertimbangkan ekologi daerah setempat ditambah arsitektur yang telah ada dan membangun infrastruktur. Dari ketiga hal tersebut barulah mempertimbangkan pada bidang ekonomi untuk berkembang. Lalu kemudian ke bidang budaya.
Ekologi pada daerah setempat menjadi penting karena manusia butuh akses pada alam (untuk kebutuhan hidup dan relaksasi). Banyak orang Indonesia khususnya Jakarta yang mengira bahwa orang Indonesia malas jalan, tapi jika diberi fasilitas pedestrian yang baik maka akan membuat banyak penduduk lebih memilih untuk berjalan kaki. Lalu juga akses kepada alam perlu ada di dalam kota karena manusia butuh melihat hal-hal yang natural dan bisa diakses dalam 10 menit berjalan kaki. Taman pada kota juga dapat menaikan harga lahan di sekitarnya dan ini sangat bagus untuk bidang ekonomi.





Central Park, New York, USA
Photo © Pinterest


Kemudian pembangunan bangunan di dalam kota dan infrastuktur. Bangunan yang dibangun di dalam kota selayaknya dibangun tidak harus sama karena akan dirasa monoton tidak terlalu enak dilihat. Kepadatan pada kota bisa dimanfaatkan dengan menimbulkan banyak bangunan yang beragam. Dengan melihat suatu kota adalah sistem kehidupan maka pertimbangan ini akan membantu untuk mentransformasi kota menjadi tempat hunian yang baik bagi warganya.




Photo © Nelson Nygaard


Selanjutnya, pembicara kedua yaitu Mr. Michael King adalah "a designer of streets" desainer yang mendesain jalan penghubung pada kota. Beliau bekerja pada bironya tersebut di kota New York, USA. Sudah 20 tahun lebih berkarir untuk merancang jalan dan penghubung pada kota-kota seperti di New York, New Orleans, Buenos Aires, Bangkok, dll.
Materi yang dibawakan adalah BETTER STREETS, BETTER CITIES.
Kesimpulan yang aku ambil dari materi yang dibawakan oleh beliau adalah mengenai perancangan jalan yang baik di dalam kota sehingga penduduk dalam kota lebih senang untuk berjalan kaki dan lebih produktif sehingga mereka bisa lebih bahagia hidup di dalam kota.
Contoh kota yang dibahas dalam materi adalah yang memiliki sistem TOD (Transit-Oriented Development), di mana kota dirancang untuk berkembang sesuai dengan radius adanya infrastruktur transportasi. Jadi penduduk bisa mengakses transportasi dengan 10 menit berjalan kaki (sekitar 800 m) dan/atau 20 menit bersepeda (sekitar 5 km).
Cara yang paling utama adalah dengan TIDAK MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN KENDARAAN PRIBADI untuk pembangunan infratstruktur.
Jadi menurut beliau, dengan membuat jalan-jalan dengan lebar yang besar malah akan membuat penduduk lebih ingin menggunakan kendaraan pribadi. Dan juga dengan membangun area parkir juga membuat penduduk lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Contohnya cerita dari beliau bahwa di New York, keluarga beliau memiliki kendaraan pribadi namun hanya digunakan paling banyak 2 kali seminggu karena ketika membawa kendaraan pribadi yang beliau pikirkan adalah di mana akan parkir. Karena kalau parkir sembarangan maka dendanya cukup besar. Jadi lebih baik membuat jalan yang kecil dan nyaman untuk pedestrian menyebrang jalan.



Transformasi area perempatan jalan di Mexico City, Mexico, dari yang berfokus untuk kendaraan menjadi fokus untuk pedestrian Photo © Pinterest

Fokus utama adalah untuk membuat fasilitas pedestrian yang baik pada jalan.
Di mana beliau memberikan contoh percobaan pada jalan di beberapa kota dengan memberikan bollard sementara warna jingga itu untuk membuat area pedestrian lebih lebar di jalan. Banyak pedestrian yang menilai bahwa hal tersebut membuat mereka lebih nyaman untuk berjalan kaki sehingga mereka akan melewati jalan tersebut lagi dengan berjalan kaki.
Area pedestrian yang nyaman untuk 2 orang lewat adalah minimal lebar sekitar 1,5 m dan jika lebar menjadi 1,8 m itu akan lebih nyaman lagi. Kemudian dengan membuat rem untuk membuat nyaman pedestrian ketika ada perbedaan ketinggian.
Serta dalam perancangan kota butuh desain ruang yang baik untuk menentukan tempat penyebrangan pada perempatan karena banyak area ruang jalan yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan untuk pedestrian.
Perancangan jalan penghubung pada kota yang mengutamakan pedestrian dibanding kendaraan pribadi akan membuat kota menjadi lebih baik, karena penduduk kota akan lebih memilih untuk berjalan kaki. Mereka pun akan semakin sehat, produktif, dan terhindar dari stress karena macet sehingga mereka menjadi bahagia karena kota mereka juga bersih dari polusi kendaraan.


Setelah 2 pembicara mengungkapkan materi mereka ada respon juga dari 2 orang ahli dari Indonesia, yang salah satunya adalah Bu Himasari, dosen ITB yang pernah ngajar mata kuliah Arsitektur Modern dulu. Seperti biasa dalam seminar pasti ada diskusi dan tanya jawab. Dan akhirnya mulai juga waktu istirahat makan siang.
Makan siang gratis siapa yang ga suka ? hahaha
Makanannya enak pulaaaa duhh pantes sih UPH eksklusif banget kalau ngadain acara ya :p


Setelah hampir sejam istirahat maka jam 1 siang mulai kembali sesi kedua dengan pembicara Mrs. Helle Søholt dari Gehl Architects dan Pak Alwi Sjaaf dari School Of Design UPH.




Photo © Gehl Architects


Pembicara ketiga yaitu Mrs. Helle Søholt adalah arsitek, urban designer, dan CEO dari biro arsitekturnya. Beliau bekerja di bironya di Copenhagen, Denmark, yang sudah berdiri dari tahun 2000.
Materi yang dibawakan adalah tentang LIFE BETWEEN BUILDINGS.
Kesimpulan dari materi yang dibawakan beliau adalah dalam perencanaan dan perancangan kota dan arsitektur kita harus berfokus pada kehidupan di dalamnya yaitu penduduknya.
Pendekatan dalam perancangan kota dan arsitektur adalah mengenai kehidupan (Life) lalu berkembang pada ruang yang dibutuhkan (Space) kemudian pada bangunan yang akan dibangun (Buildings). Menurutnya tujuan dari sebuah kota bukan menjadi kota terbaik yang dapat menjadi kebanggaan (Best City) tapi tujuan dari sebuah kota adalah untuk berbagi nilai kehidupan terbaik bagi penduduknya (Shared Value).
Dengan merancang kota untuk penduduknya, maka yang pertama kali dibutuhkan adalah dengan mengetahui penduduknya !
Perilaku (BEHAVIOUR) dan Kebutuhan (NEEDS) dari penduduk yang menjadi pertimbangan paling utama dalam perancangan.
Aktivitas global yang paling disukai oleh manusia adalah melihat manusia lainnya (People Watching). Maka dari itu penduduk butuh ruang publik pada kota yang dapat memfasilitasi aktivitas global ini. Kesannya lucu tapi emang bener sih. Dalam merancang ruang dalam kota juga kita harus memperhatikan social bubble. Jadi ada jarak antar interaksi manusia dan manusia lainnya.




Area pedestrian di kota Vienna, Austria yang menjadi tempat penduduk berkegiatan, jalan-jalan, atau sekedar nongkrong karena manusia adalah makhluk sosial yang senang berinteraksi.
Photo © Pinterest


Untuk membuat ruang kota yang nyaman bagi penduduk maka harus mempertimbangkan untuk mengumpulkan, mengintegrasi, mengundang, dan membuka diri agar penduduk bisa berkegiatan dengan nyaman dan membuat kota menjadi lebih hidup. Contohnya pada desain fasad di mana bangunan memiliki desain fasad yang terbuka langsung ke area jalan dengan beragam desain dapat mengundang orang untuk datang berkegiatan di tempat tersebut sehingga kota menjadi lebih membahagiakan. Hal ini juga dipengaruhi oleh pandangan manusia di mana pandangan manusia secara umum melihat fasad lantai satu bangunan dan lantai bangunan tempat mereka berjalan melewatinya.
Menjadikan perilaku dan kebutuhan penduduk untuk pertimbangan perancangan kota akan membuat kota menjadi layak huni dan membahagiakan untuk penduduk.


Photo © Lippo Karawaci


Selanjutnya pembicara terakhir yaitu Pak Alwi Sjaaf. Beliau adalah Senior Advisor untuk School Of Design UPH, arsitek dan desainer interior.
Dalam materi yang dibawakannya, Beliau ingin memberikan insepsi kepada peserta seminar untuk bermimpi dan mewujudkan kota yang baik dan layak huni bagi penduduk Indonesia.


Macet (yang sudah pasti bikin stress) di Jalan MH Thamrin, Jakarta pas depan gedung BPPT tempat seminar kemarin.
Photo © Pinterest


Masalah kota yang diangkat tentunya dari Ibu Kota Jakarta. Dengan banyaknya masalah kota Jakarta adalah contoh buruk memang tapi dengan rasa keinginan kuat untuk merubahnya menjadi lebih baik dari para praktisi arsitek, akademis, urban planner, developer, pemerintah, dll yang bisa mengusahakan untuk mewujudkan kota menjadi lebih baik semoga dalam beberapa puluh tahun ke depan kita akan melihat kota-kota di Indonesia bisa layak huni dan memberikan kehidupan yang baik bagi penduduknya.


Setelah kedua pembicara ini selesai mengungkapkan materi mereka maka ada diskusi dan respon juga dari 2 ahli dalam negeri. Salah satu ahli yang merespon adalah Pak Baskoro Tedjo (dosen ITB juga) yang dengan kocaknya memberikan respon dengan cerita yang pernah beliau bawakan di mata kuliah Perilaku Lingkungan dulu. Tentang respon yang terjadi karena stimulus, dan jenis respon yang terprediksi dan tidak diprediksi. Juga cerita tentang fungsi Taman Lansia, Bandung yang membuat semua peserta seminar tertawa. Pak Baskoro ini emang kocak banget sih. =))


Penilaianku dari seminar ini adalah seminarnya sangat menarik ! (dan catering makan siangnya enak hahaha~)
Melihat beberapa kasus dan proyek dari luar negeri, memberikan pengetahuan padaku bahwa kota-kota di luar negeri sana yang kita lihat sudah sangat baik saat ini juga melewati proses yang sama dari kondisi kurang layak menjadi layak huni dan membahagiakan penduduknya.
Memberikan harapan juga pada kota-kota di Indonesia untuk sama seperti itu.
Sayangnya saat ini para ahli dalam urban planning dan arsitektur, pemerintah, dan developer masih berjalan sendiri-sendiri. Semuanya masih mengutamakan kepentingan masing-masing.




Taman film di bawah jalan layang Pasupati, Bandung yang dulunya cuma tempat kumuh ga kepake sekarang sudah jadi ruang terbuka publik yang bisa dimanfaatkan untuk nobar film atau pertandingan sepak bola.
Photo © Pinterest


Yang memberikan titik cerah adalah kota Bandung (yay..kota kelahiranku~).
Mungkin karena walikota Bandung saat ini, Pak Ridwan Kamil adalah arsitek dan urban planner sehingga bisa memberikan perubahan signifikan untuk fokus kepada penduduknya agar dapat membuat kota menjadi layak huni, memberikan keamanan dan kebahagiaan bagi penduduk, serta menaikan taraf hidup warganya.


Semoga hal tersebut juga dapat terjadi pada kota-kota di Indonesia lainnya. Sehingga taraf kehidupan warga Indonesia juga naik dan penduduk Indonesia bisa lebih bahagia dan bangga menjadi warga kota di Indonesia.


Semoga menginspirasi~







Monday, August 10, 2015

Trienalle UPH Architecture 2015

Sabtu kemarin (080815) aku (akhirnya) mengunjungi pameran karya-karya mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Pelita Harapan yang biasanya diadakan tiga tahun sekali, yaitu : Trienalle UPH Architecture 2015.




Pameran ini diadakan dari tanggal 25 Juli 2015 lalu sampai tanggal 8 Agustus 2015 kemarin di gedung Cipta Niaga di daerah Kota Tua Jakarta / Taman Fatahillah. Gedung ini termasuk gedung lama dan sudah sangat usang. Katanya pula setelah pameran ini maka gedung ini akan direvitalisasi entah bagaimana wujudnya nanti.

Karyaku tentang Rumah Buku di Kota Tua pada Studio Perancangan Arsitektur 2 semester lalu terpilih untuk dipamerkan dalam Pameran ini. Padahal karyaku terpilih tapi baru di hari terakhir pameran ini lah aku sempat mengunjungi pameran, karena alasan sibuk, ga tau cara ke daerah ini kalau memakai angkutan umum, sampai karena ga ada teman jadinya urung pergi. Sampai akhirnya BiibopH menawarkan diri untuk mengantar. Akhirnya aku bisa datang juga.

Pameran secara keseluruhan menurutku sudah sangat baik, karena beberapa temanku adalah panitia dan aku tahu sekali usaha mereka mewujudkan acara ini sangat luar biasa. Seluruh karya terbaik dari beberapa mata kuliah, studio, sampai tugas akhir ditampilkan secara menarik sesuai dengan konsep yang diusung yaitu Waktu adalah Ruang. Ada dua hal utama yang diangkat dalam pameran ini yaitu zona Suatu Waktu dan zona Kontinum Kota Tua.

Sebelum menuju zona Suatu Waktu, kita akan melewati zona Lorong Laju. Pada zona Lorong Laju berfungsi menyadarkan pengunjung tentang peran waktu melalui tempo gerak dan bunyi. Di zona tersebut banyak karya - karya dari Studio Dasar Desain 2 yang dibuat oleh para mahasiswa angkatan 2014. Sama seperti saat angkatanku membuat maket instalasi dari kayu pada SDD2 dulu, namun karya mereka terwujud dengan ada unsur gerak pada karyanya. Gerak itu juga terwujud menggunakan sensor, jadi ketika dalam radius beberapa meter maka sensor itu dapat menggerakan maket instalasi kayu mereka dengan konsep masing-masing.


 *maket ini termasuk yang paling berisik saat pergerakannya* 





*serius amat Mas* 


Setelah itu kita akan menuju ke zona Suatu Waktu di mana terungkap tentang apa saja hubungan antara waktu dan ruang dalam arsitektur. Di zona ini banyak karya yang berhubungan dengan sejarah seperti sejarah kota Jakarta. Juga ada karya dari mata kuliah perancangan digital. Yang paling aku suka adalah maket Masjid Istiqlal Jakarta, dengan kubahnya yang termasuk Geodesic Dome.





Selanjutnya kita akan diarahkan menuju zona Transisi. zona ini berfungsi untuk menyadarkan tempo dan durasi melalui gerak interaktif. Mulai dari bagian bawah tangga sampai ke atas, pada zona transisi ini berisi karya tugas akhir dari Studio Dasar Desain 2 yaitu maket berukuran maksimal 2 m x 2 m dengan material kayu yang bisa berfungsi untuk digerakan satu orang ketika berada pada maket tersebut. Namun beberapa karya tidak bisa digerakan karena rusak atau pun memang tidak sanggup digerakan.

Ketika telah menaiki tangga kita akan terarah ke bagian kanan dan kiri. Ruangan sebelah kanan adalah zona Proyek Akhir. Berisi karya-karya Tugas Akhir yang dibuat oleh para mahasiswa tingkat akhir sebagai persyaratan kelulusan. Karya yang menarik menurutku adalah karyanya Ko Evan


 *hotel bintang 5*


Di ruangan sebelah kiri tangga adalah zona Kontinuum Kota Tua. Pada zona ini diungkapkan paradigma waktu yang menjadi pertimbangan desain kota tua Jakarta. Pada zona ini berisi beberapa karya studio yang berhubungan dengan kota Tua Jakarta. Salah satunya adalah studio perancangan arsitektur 2 yang aku ikuti semester lalu. Tugasnya merancang rumah buku di kota tua Jakarta.


 *penjelasan karya rumah buku* 










 *tersembunyi di pepohonan* 





*akhirnya bisa lihat karya sendiri dipamerin* 


Setelah zona ini maka kita akan ke ruangan selanjutnya yaitu zona Ruang Luang di mana pada zona ini, ruang dan waktu bertemu tanpa beban cerita. Di ruang ini terdapat toko buku kecil, panggung kecil untuk talkshow dan pemutaran film, pameran produk sponsor, serta terdapat kantin yang menjual camilan dan kopi. Setelah ruang ini kita dituntun oleh instalasi rotan menuju ke lantai 1 lagi pas di bagian area masuk pameran untuk menuju ke pintu utama. Tangga yang dilewati cukup curam sehingga harus berhati-hati dalam melangkah.

Begitulah pengalaman yang aku rasakan serta ruang-ruang yang aku lewati pada pameran Trienalle UPH Architecture 2015 ini. Aku bersyukur telah terpilih, dan meskipun aku tidak bisa membantu banyak panitia yang telah menyelenggarakan acara ini. Aku mengucapkan banyak terima kasih untuk mereka yang berlelah-lelah sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih teman-teman dan terimakasih UPH~



Untuk melihat pameran Trienalle UPH Architecture ini butuh waktu 3 tahun. Jadi semoga masih diizinkan untuk melihat pameran di 3 tahun mendatang.

See you soon~ 



Sunday, August 31, 2014

August 2014 Favourites~ ♥

Tak Menyangka sudah berada di akhir Agustus 2014. Berakhirlah caturwulan ke-2 di tahun 2014 ini. Bulan Agustus ini menyenangkan sekali. Bersyukur aku masih dapat menjalaninya dan hidup dengan baik di bulan ini.
Berikut hal-hal favoritku di bulan Agustus 2014 :

Terkait dengan kejadian yang terjadi di Agustus ini,

1. Akhirnya BiibopH sudah mendapat gelar sarjana. 



Sekali lagi selamat buat MWBiibopH, S.T.~
Meskipun ini bukan terjadi padaku tapi aku turut senang sekali akhirnya ia bisa mendapatkan yang diinginkan (orang tuanya :p). Meskipun setahun terakhir aku jauh darinya tapi aku merasakan perjuangannya. Perkembangan karakter serta kesadaran yang berbeda jauh dari saat pertama kali aku berhubungan dengannya (kami masih sering kali bertengkar waktu itu), sampai ke saat ini di mana terakhir kali ku lihat ia selesai sidang dengan setelan jasnya. Tampan sekali. Terlihat lebih dewasa dan keren. Meskipun di depanku ia masih selalu bersikap kekanak-kanakan dengan manja-manja dan cari perhatian. Umm..aku juga sih..ya gimana ya namanya juga twinflames..karakter dan pengalamannya agak mirip..hehehe http://eemoticons.net

2. Masuk Semester 4 !! 



Gak terasa sudah setahun di UPH. Manifestasiku benar-benar terwujud, memang dari awal jalanku harus di sini. Tapi pengalaman buruk yang sudah terjadi baru menyadarkanku tentang jalan yang seharusnya ku tempuh ini. Akhirnya aku pun mengerti sedikit demi sedikit sistem di dunia 3 dimensi ini seperti apa, dan aku gak akan lagi-lagi mengabaikan suara hati dan keajaiban manifestasi dari pikiran. Aku cukup senang juga karena nilai-nilai di semester 3 cukup lumayan, meskipun memang sulit mendapat nilai sempurna apalagi dalam jurusan desain yang kadang ada hal-hal subjektif yang melenceng dari logika dalam pemberian penilaian. Jadinya aku sudah bisa menerima dengan ikhlas apa pun hasilnya yang penting aku sudah berusaha semampuku.

Oke selanjutnya di bagian Beauty Treatment, berikut favoritku di bulan ini :

3. Makarizo Hair Energy Anti Aging Creambath - Aloe Vera 



Karena malas harus ke salon, jadi pilih memakai ini saja untuk creambath di rumah. Murah Meriah dan gak pake lama hehehe.


4. Tresemee HairSpray Extra Hold 



Wanginya mirip dengan shampo Tresemee yang biasa ku pakai. Hairspray ini khusus diaplikasikan untuk poni agar selalu rapi meskipun banyak aktivitas yang aku kerjalan. Lumayan tahan lama dan bagusnya rambut tetap terlihat berkilau dan gak ada buih berwarna putih. 


5. Imperial Leather - Classic Body Mist 



Sebenarnya aku bukan cewe yang senang memakai wewangian selain deodoran. Jadinya aku pun jarang membeli parfum, bahkan parfum yang ku beli masih awet di botolnya padahal sudah lebih dari dua tahun kayaknya. Untuk yang ini tak sengaja aku lihat ini produk baru, tapi ini termasuk Body Mist jadi keharumannya hanya sebentar. Perlu diaplikasikan tiap 4 jam sekali untuk menjaga keharumannya. Wanginya entah kenapa sangat adiktif bagiku, akhirnya ku beli. Juga ada kandungan pelembab kulit di dalamnya.

Selanjutnya adalah make up product~

6. Lipstick Sariayu Color Trend 2014 Borneo - B-02 



Ahh aku sangat suka lipstik ini. Mungkin di postingan selanjutnya bisa kuceritakan detail mengenai lipstiknya. Aku tertarik karena warnanya yang merah cerah, seperti merah cabai. Sangat cocok dengan yang berkulit kuning langsat. Lalu juga mengandung pelembab. Sayangnya tidak tahan lama, jadi perlu aplikasi ulang ketika sudah beberapa waktu atau pun ketika habis berkegiatan menggunakan bibir seperti makan, minum, dan kissing someone you love~ hihihi. http://eemoticons.net 



7. Fanbo Eye Brow Pencil - Brown 



Gara-gara Tante Isma yang mengomentari alisku yang tebal namun bentuknya gak puguh. Katanya biar bagus dan terbentuk maka bisa memakai pensil alis untuk mengisi bagian-bagian yang berkesan kurang rambut alisnya. Lalu aku iseng saja membeli pensil alis ini dan ternyata pensil ini ajaib !!
Warna cokelatnya sangat cocok untuk kulitku sehingga tidak terkesan menonjol terlukis. Alisku pun terlihat rapi setelah memakai pensil alis ini. Pensil alis ini Waterproof jadi jangan takut menjadi hilang ketika terkena keringat. Namun teksturnya cukup keras pada awalnya tapi ketika sering diaplikasikan makin melunak. Harganya pun cukup murah hanya sekitar belasan ribu saja di supermarket.

Selanjutnya Beberapa Fashion Items favorit yang ku dapat di bulan ini :


8. Bags from Love Laura 



2 tas cantik yang pernah ku buat reviewnya di postingan sebelumnya : Beautiful Bags from Love Laura.
Saat ini favoritku adalah tas yang berwarna merah. Bisa kupakai sehari-hari saat ke kampus.



9. Young Hearts everyday wear Lace Bras 



Aku termasuk orang yang senang mengoleksi lingerie. Favoritku saat ini ada 2 : Young Hearts dengan model yang cute dan La Senza dengan model yang unik dan berani. Maka dari itu senang sekali jika ada musim diskonannya maka buru-buru beli hehehe Meskipun cuma dilihat sendiri, tapi bagiku underwear termasuk fashion item yang bisa meningkatkan percaya diri pemakainya. Kepercayaan diri kan urusannya di dalam orang itu sendiri, memakai underwear yang menarik dan membuat tubuh terlihat menarik bagi sendiri membuat orang tersebut juga akan meningkat kepercayaan dirinya. Model dari Young Hearts di atas termasuk yang cocok dengan yang kucari untuk Daily Wear, Simple and Cute. Dengan bahan yang lembut dan renda yang menarik.


Next, Random Things favorit di bulan ini,

10. Lace Cup Pad in Red 



Cup Pad ini memiliki model yang sama yang ku beli 2 bulan lalu. Ku beli lagi yang warna merahnya adalah karena bulan ini ada perayaan kemerdekaan RI yang biasanya diliputi unsur warna merah dan putih. Membeli yang warna merahnya sekalian menemani cup pad yang telah ku beli sebelumnya. Jadi deh nuansa merah dan putih yang cocok dalam perayaan kemerdekaan RI ke-69.


Film favorit di bulan ini,

11. Lucy 



Baru kemarin ku post sedikit cerita tentang film ini di : Lucy (Movie 2014)


Drama favorit di bulan Agustus 2014 ini adalah,

12. Great Teacher Onizuka (GTO) Season 2 



Awalnya rilis di awal bulan Juli 2014, hingga saat ini baru sampai episode 8. Ada jeda cerita dari drama Season 1-nya, tiba-tiba di season 2 ini sudah masuk ke sekolah yang baru lagi. Tapi tetep si Eikichi Onizuka dengan karakter yang sama serta ada Shirota Yuu yang ganteng jadi Ryuuji~
Ku kira dengan masuk ke cerita sekolah yang berbeda akan makin membosankan. Tapi ternyata aktingnya Akira sebagai Onizuka bisa mengatasi hal tersebut menjadi tayangan drama-komedi yang menarik. Cocok ditonton saat butuh hiburan.


Hidup tak akan pernah luput dari suara musik, maka Musik favorit di bulan Agustus ini adalaaaaahhhh, http://eemoticons.net

13. Kokoro no Placard by AKB48 

CD-nya baru saja rilis. Lagunya cukup adiktif seperti Koisuru Fortune Cookie. Yang menyenangkan sih karena Paruru dan Sakura-tan ada di senbatsunya.


14. Rude by Magic! 

Lagunya bergenre Reggae gitu. Awalnya ku dengar terus-terusan di ChannelV tiba-tiba jadi menyantol di kepala dan BiibopH juga suka karena aku suka nyanyiin lagu ini.


15. Chandelier by Sia 

Awalnya kukira yang menyanyikan lagu ini si Rihanna ternyata penyanyinya adalah Sia, yang nyanyiin lagu Titanium-nya David Guetta. Ternyata memang Sia ini sudah terkenal sebagai pencipta lagu. Ia menyiptakan lagu Diamond yang dinyanyikan oleh Rihanna. Berarti ya mungkin Rihanna ikut cara nyanyinya Sia jadi terkesan suara mereka mirip banget. Tapi tetep suaranya Sia lebih khas karena range vokalnya lebih tinggi.
    


And..That's It !! 

Besok sudah mulai memasuki bulan September di mana akan lebih hectic karena kegiatan perkuliahan semester 4.
Bersyukur Agustus ini bisa menikmati hidupku yang telah ku pillih.
Semoga bulan September besok akan lebih baik ! http://eemoticons.net

Goodbye August~
Welcome September !! http://eemoticons.net



Monday, August 25, 2014

Back to School Of Design - UPH - 4th Semester in Architecture Major

Liburan...Telah...Berakhir...

NOOOOOOOOOOOOOOOO !!!!

*efek drama*

Untungnya aku kemarin sempat jalan-jalan ke Bandung sebentar setelah BiibopH selesai sidang sarjananya. Diisi dengan jalan-jalan bersama BiibopH, nonton Guardian of Galaxy di BlitzMegaplex PVJ, dan Makan-makan syukuran BiibopH di Hanamasa bareng cowo-cowo PowerRenjers.



Selamat MWBiibopH, S.T.~

Kegiatannya memang cuma segitu saja, apa yang diharapkan dari batas waktu 2 hari 2 malam ? http://eemoticons.net

Hari ini aku pun kembali berkegiatan di kampus. Semester ini hanya mengambil 15 sks, karena memang sudah dipaketkan dari kampus dan batasnya yang wajib semester ini segitu. Teman-teman yang lain menambah sks biasanya untuk mata kuliah yang mengulang. UPH angkatan 2013 memang memakai sistem 3 semester per tahun. Tiap semesternya sudah ada paket 12 - 18 sks. Jadi per tahunnya bisa selesai 48 sks, sehingga penyelesaian 144 sks bisa dalam waktu 3 tahun.

Tantangan semester ini pasti lebih besar dari semester sebelumnya. Aku sih berharap diriku bisa mempertahankan semangat, lebih rajin, bisa memanfaatkan waktu dengan baik, dan selalu sehat.

Seperti yang telah didiskusikan dengan BiibopH sebelum ke Tangerang. Bahwa apa pun kegiatannya, jadikan itu proses untuk aktualisasi diri. Aku pun masih harus mengumpulkan "data" agar aku bisa memutuskan jalan mana lagi yang akan ku tempuh di proses kehidupan ini. Semoga semester ini berjalan dengan baik.

SEMANGAT !! http://eemoticons.net



Saturday, August 16, 2014

Designing ShopHouse !!

Sebelum menuju ke tulisan utama, aku ingin mengucapkan selamat dulu ke BiibopH atas seminar yang telah diadakannya Jum'at kemarin~
Congratulation, My Darling BiibopH~ ! 
Selangkah lagi menuju Sarjana Terong~ #plakduesh

Kembali ke topik utama.
Aku akan membahas tugas terakhir yang telah diriku dan Lea, partnerku, kerjakan untuk mata kuliah Struktur dan Konstruksi 1. Tugas yang kami dapatkan adalah merancang Shophouse.

Shophouse adalah sebutan dalam bahasa Inggris untuk Ruko ( Rumah Toko). Bangunan Ruko terkenal berkembang di Asia Tenggara. Apalagi saat ini di kota-kota besar yang minim lahan, tempat tinggal pun bisa sekalian menjadi area komersial. Karena perkembangan ruko di daerah kota Tangerang, Banten, khususnya di daerah Karawaci, Gading Serpong, dan BSD di mana pembangunan perumahan sedang cukup marak yang dilakukan oleh developer. Jadinya dosen Struktur dan Konstruksi 1 memberikan tugas untuk perancangan Ruko atau pun Rukan (Rumah Kantor - konsepnya sama namun fungsinya sebagai kantor).

Ruko yang diminta terdiri dari 3 lantai, lantai 1 sebagai area komersial, lantai 2 sebagai area rumah, dan lantai 3 sebagai area service dan taman. Tentu saja dengan dimintanya Roof Garden, membutuhkan pengetahuan lebih dalam merancang strukturnya karena akan ada beban tanah dan air di lantai 3. Luas lahan satu ruko sekitar 90 meter persegi dengan area sirkulasi di depannya sekitar 2 meter dari depan pintu masuk. Kolom di area sirkulasi pun dapat dipilih antara Kolomnade (sekedar kolom biasa) atau Arkade (terdapat lengkungan di antara kolom-kolom).

Konsep yang dipilih oleh Lea dan aku adalah ketenangan dan kenyamanan. Membuat area komersial dengan ketenangan terdengar tidak biasa sebenarnya. Tapi karena kami memilih toko buku sebagai salah satu area komersialnya, bersyukur jadi nyambung dengan konsepnya. Mendengar buku jadi agak masuk ke sesuatu yang klasik seperti perpustakaan zaman dulu. Akhirnya desain kolom sirkulasi pun dipilih yang Arkade agar sesuai dengan inspirasi desain bangunan klasik.

Seperti yang kuceritakan di postingan sebelumnya bahwa kami mengerjakan maket tugas serta menyelesaikan kebutuhan gambar perancangan kurang dari seminggu. Bersyukur semalam sebelumnya semua tugas sudah selesai.

Inilah foto-foto maket saat baru saja beres dibuat :



Perspektif mata burung untuk melihat keseluruhan maket.





Untuk memperlihatkan balok, kolom, serta ruangan-ruangan yang ada di dalam bangunan yang dirancang. Kami membuat maket Ruko yang salah satu bagian dindingnya memakai plastik mika transparan.






Tampak depan yang terinspirasi dengan sedikit gaya neo klasik seperti kolom Arkade.




Bagian interior dalam bangunan, terdapat lemari buku di lantai 1 yang dipergunakan untuk toko buku. Terdapat taman kecil di bagian depan kamar mandi lantai 1 yang di atasnya terdapat void lantai 2 dan 3. Void tersebut berguna untuk pencahayaan dan sirkulasi udara dalam bangunan.



Bagian kolom lantai 1 sebelah kanan agak miring dan sangat terlihat dari jauh.



Jadinya saat presentasi ketahuan sama dosennya. http://eemoticons.net
Ugh..tapi yasudahlah yang penting kami sudah berusaha.

Sebenarnya saat presentasi pun banyak gambar kami yang diberikan perbaikan oleh dosen. Pastilah jika dosen memperbaiki gambar yang sudah susah-susah dibuat, lalu diperbaikinya pakai pulpen itu rasanya.. 



Tapi kemarin karena sudah terlalu sibuk mengerjakan, kami berfokus untuk mengerjakan tugas sampai selesai. Apa pun yang terjadi kami ikhlaskan. Sehingga kejadian perbaikan tersebut tidak terlalu bikin galau sih, malah senang juga akhirnya tau yang benar seperti apa.

Setelah semuanya selesai, bersyukur jadi bisa tidur dengan nyenyak setelah kurang tidur dan kelelahan karena mengerjakan tugas. Akhirnya bisa lulus Struktur & Konstruksi 1 dengan lumayan baik.

Semoga semester depan di Struktur & Konstruksi 2 akan dapat tugas yang menantang keilmuan dan dapat dikerjakan dengan baik. http://eemoticons.net



LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...