Showing posts with label horror. Show all posts
Showing posts with label horror. Show all posts

Saturday, October 5, 2013

Di balik kengerian Insidious Chapter 2

Sabtu lalu, BiibopH bertamu ke rumahku. Setelah beberapa minggu lamanya tidak bertemu, hatiku senang sekali saat bertemu dengannya. :")
Akhirnya diputuskan bahwa kami akan menghabiskan hari itu dengan menonton film.


Aku memang sangat suka menonton film, karena dari film selain bisa menghibur diri juga kadang bisa mendapatkan maksud mengenai hal-hal tertentu. Salah satu genre film yang aku suka adalah film horror. Setelah nonton The Conjuring, terdengar kabar bahwa pertengahan September 2013 akan rilis sekuel dari film Insidious yaitu Insidious chapter 2. Maka film ini masuk ke dalam daftar film yang ingin sekali aku tonton. Untung saja, BiibopH mau menemani juga nonton film ini. Padahal dia paling kurang suka film horror. Kadang kalau menonton film horror dengannya, terlihat bahwa dia selalu pura-pura menengok ke arahku biar tidak melihat adegan yang menakutkan. Lucu juga. :p Film horror termasuk ke dalam hal yang sublime. Dosen Pengantar Arsitektur, Pak David, bertutur bahwa hal yang sublime lawan dari hal yang memiliki beauty (keindahan). Hal yang memiliki keindahan, itu jika dilihat, ia hanya sekedar sebagai suatu objek yang menarik. Sedangkan hal yang sublime itu jika dilihat akan menimbulkan suatu rasa tertentu, biasanya yang paling berpengaruh adalah yang menggugah rasa negatif di diri kita seperti kengerian, sesuatu yang seram, menakutkan, membuat perasaan tidak enak, dll.



Nah sekarang mari masuk ke ranah film Insidious Chapter 2 ini. Yang akan aku bahas bukan mengenai sinopsis atau jalan cerita keseluruhan. Hanya hal-hal yang menarik di belakang itu semua, yang telah disusun apik secara sengaja mungkin oleh story writer atau pun sutradara, atau pun hal-hal yang tidak sengaja tersusun namun tiba-tiba mengirimkan maksud tertentu yang menggugahku. Namun mungkin akan banyak spoiler yang terlihat, jadi bagi yang belum menonton tapi kurang suka spoiler wah disarankan berbesar hati membaca tulisan ini yaa~ :p

Hal pertama yang menarik adalah rumah yang ada di dalam film. Ada dua rumah yang menonjol di film ini yaitu rumah keluarga Josh Lambert (yang menonjol sekali di film pertamanya) dan rumah Ibunya Josh Lambert, Lorraine Lambert. Di dalam cerita, karena rumah tempat tinggal Josh itu terasa dihantui oleh banyak hantu orang yang sudah meninggal lalu Josh dan keluarganya pindah ke rumah yang lebih kecil pun sama saja, akhirnya pindah lagi dan tinggal bersama Ibunya Josh. Tipikal rumah yang ada di film itu adalah bergaya rumah-rumah Amerika di zaman dulu. Material yang dipakai sebagai fasad itu kayu yang tersusun rapi. Di rumah yang pertama, terlihat mungkin ada 4 lantai. Dari lantai dasar, yang ada pintu masuk utama dan area publik (ruang tamu) serta semi publik (ruang keluarga, ruang makan, dan dapur). Lalu lantai 2 di atasnya adalah area privat keluarga karena berisi beberapa kamar tidur. Lantai 3 mungkin area loteng. Serta di bagian bawah lantai dasar biasanya terdapat basement untuk menyimpan barang.


*old creepy house..hiiyyyy* 

Padahal aslinya tidak begitu seram kok.


*cuma rumah biasa dengan bentuk yang unik*

Untuk rumah kedua yaitu rumah Ibunya Josh. Juga memiliki tipikal gaya yang sama, Old-American House.



Cuma terlihat bentuknya lebih sederhana. Mirip seperti bangunan kastil, terlihat masif dengan sedikit bukaan. Serta terdapat hirarki dari bentuk itu karena adanya bentuk seperti menara di bagian salah satu sisinya.


Untuk fungsi ruangnya sama seperti yang terdapat di rumah yang pertama. Jika sudah melihat filmnya, akan lebih jelas terbayang beberapa ruang yang ada di rumah ini. Di rumah ini sepertinya terdapat 4 lantai. Lantai dasar dari pintu masuk utama kita akan melihat void seperti lobi, lalu sebelah kiri sejajar dengan pintu ruang tamu terdapat tangga menuju ke lantai 2. Sedangkan lurus ke depan terdapat jalur sirkulasi menuju ruang makan dan dapur yang ada di area belakang rumah. Di bagian kanan terdapat ruang piano, karena berisi sebuah grand piano yang dalam salah satu adegan menakutkan sempat berbunyi dan dikira dimainkan oleh hantu. Ternyata dimainkan oleh Josh yang asli untuk meminta tolong ke istrinya, Renai, tapi karena Renai tak bisa melihatnya jadi dikira benar-benar hantu. Lalu yang di bagian kiri pintu masuk yang terdapat ruang tamu serta ruang keluarga (sepertinya)


*Carl saat bertamu dan menemui Josh (isinya bukan Josh yg asli)* 

nah ini salah satu adegan menakutkan saat Renai melihat salah satu hantu yang ternyata Ibunya Parker Crane, hantu jahat yang merasuki badannya Josh.


Sebenarnya yang menggelitik pikiranku adalah adanya lemari di depan sofa itu. Apa ya fungsinya ? O_Oa Apakah itu termasuk ruang keluarga ataukah hanya sekedar ruang baca misalnya ? Soalnya benar-benar tidak ada sekat terlihat antara ruang tamu dan daerah ruang tersebut. Terlihat ada ruang tersendiri adalah karena arah peletakan sofa duduk yang mengarah ke lemari. Uniknya di bagian ruangan tersebut juga terdapat pintu lagi yang menuju ke jalur sirkulasi utama dari area pintu masuk menuju dapur. Lalu ruang rumah yang juga menarik adalah area basement yang ternyata bukan hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, juga tempat mencuci karena ada mesin cuci serta mesin pengering baju.

Selain rumah, terdapat ruangan yang diekspos dalam film yang cukup menarik buatku. Pertama adalah sebuah ruang di rumah Elise (paranormal yang baik, sudah meninggal, hanya jiwanya yang hidup di dalam cerita itu) yang cukup memberikan kesan seram, dengan dinding berwarna merah serta lampu yang remang-remang. Terdapat beberapa perabotan dan tv yang terletak di depan dinding ruangan. Di tengah ruangan terdapat meja berbentuk lingkaran dan kursi yang mengitarinya.


Pokoknya kelihatan seperti ruang peramal. Ditambah ada patung kayu dengan masker yang sepertinya suka dipakai untuk menjadi medium sesuatu. Ruangannya makin terasa lebih seram. Nah karena efeknya inilah makanya ruangan ini termasuk ruangan yang menarik.
Kedua adalah ruangan di rumah Parker Crane (pembunuh yang berdandan jadi wanita memakai gaun pernikahan berwarna hitam), yaitu ruang tidur saat dia masih anak-anak. Karena Ibunya seperti punya penyakit psikologis (kita akan bahas selanjutnya~), maka Parker ini dulunya pada saat masih kecil harus berdandan menjadi perempuan dan kamarnya pun kesannya feminin sekali.
Wallpaper dinding kamarnya menarik. Lalu juga ada rumah boneka juga. Tempat tidur yang desainnya sangat imut, dengan gorden penutup jendela berwarna merah muda gelap yang sangat harmonis memberikan kesan feminin dan imut untuk anak perempuan.


*nah ini pas masih mendingnya* 



*nah ini ceritanya pas saat ini, kamarnya sudah tidak ditempati berpuluh tahun lamanya. Serem juga yaaa* 

Oke, cukup dari segi arsitektur. Kita menuju ke hal yang kedua, yaitu dari sisi psikologis. Bagiku terlihat bahwa masalah psikologis utama yang menonjol di film ini adalah yang dialami Ibunya Parker Crane, kita sebut saja Mrs. Crane. Mrs. Crane ini seperti memiliki penyakit psikologis yaitu salah satu mekanisme pertahanan diri berlebihan yang dilakukannya akibat pengaruh suatu hal terhadap egonya. Mrs. Crane memarahi Parker karena membuat gambar untuknya namun dengan tulisan "dari Parker Crane". Yang ia mau Parker itu adalah anak perempuan bernama Marilyn, sedangkan jelas-jelas Parker adalah anak lelaki yang diberi nama Parker oleh ayahnya. Mrs. Crane telah melakukan Denial, salah satu jenis mekanisme pertahanan diri menurut Freud yaitu penolakan terhadap suatu hal yang bertolak belakang dengan keinginan orang tersebut. Entah karena alasan lebih ingin anak perempuan daripada lelaki, atau pun juga bisa saja suami dari Mrs. Crane mengkhianati sehingga membuatnya dendam setengah mati dan dendam kepada lelaki sehingga membuat anak lelakinya harus berdandan seperti perempuan. Pola asuh dari Ibu yang memiliki penyakit psikologis pun berpengaruh besar pada psikologis anaknya, ini yang terjadi pada Parker. Karena sering dikasari Ibunya saat masih kecil, dia pun mengasari perempuan dan membunuh banyak perempuan untuk memuaskan egonya. Saat adegan dia dikasari Ibunya itu ia masih kecil, mungkin berumur 3-6 tahun. Umur yang masih memasuki tahap ketiga dalam perkembangan manusia, yaitu di mana Initiative vs Guilt (Inisiatif bertarung dengan Perasaan Bersalah). Seringnya dikasari membuatnya mendapat Guilt, yaitu terus merasa bersalah, sehingga saat sudah dewasa pun dia masih membawa hal negatif Guilt itu dari waktu masih kecil. Akhirnya dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, malah jadi hantu dan merasuki tubuhnya Josh Lambert. Intinya bagi kita perempuan, yang memang sudah serta akan ditakdirkan menjadi ibu, harus menjaga kesehatan sisi psikologis kita. Karena kita yang akan lebih banyak berinteraksi dengan anak kita, dan kesalahan sedikit dalam mengasuh saat mereka masih kecil akan berpengaruh besar pada hidup anak kita nantinya.

Selanjutnya hal ketiga yang menarik adalah sistem waktu. Diceritakan saat di dunia astral projection, tempat Josh asli terperangkap karena tubuhnya dikuasai Parker. Josh bisa berada di masa lalu saat dia masih kecil, atau pun bisa ke masa lalu saat adegan di film pertama Insidious. Aku juga pernah mendengar akan hal ini bahwa di dunia Jin, ini adalah alasan mengapa mereka bisa memindahkan materi dengan cepat atau pun mengadakan materi dengan begitu cepat sebenarnya karena hanya dunia kita ini lah yang kita rasakan bahwa kita terbatas akan waktu. Padahal mungkin saja itu hanya perasaan kita. Mungkin saja waktu itu hanyalah ilusi. Waktu itu tidak ada. Makanya banyak orang-orang dari sisi spiritualitas berkata bahwa nikmatilah waktu saat ini. Iya jadi hiduplah di saat ini, tidak perlu merisaukan masa depan yang belum terjadi atau pun menyesali masa lalu yang sudah lewat. Manusia yang sebenar-benarnya adalah yang hidup di saat ini. Hal ini yang banyak dilupakan oleh manusia. Jadi apakah masih ingin diperbudak waktu ?

Semoga tulisan ini menginspirasi.
Semua hal ini banyak menunjukan pikiran dan pendapat pribadi, jadi jika ingin menyanggah, berkomentar, memberikan kritik maupun saran, wah dengan senang hati diterima. Semoga pula penikmat film jadi tidak hanya sekedar menikmati, namun jadi perhatian pada hal-hal yang detail tentang yang ada di film yang sedang ditonton. :)


Thursday, April 19, 2012

Another

Ahh sudah lama tidak menulis di sini~ :D
Beberapa hari kemarin aku menyelesaikan nonton salah satu anime yang baru keluar di musim winter 2011/2012 yaitu Another. Pertama kali tahu karena Pak Vei, dosen pembimbing Genshiken ngebicarain tentang anime ini ama Kak Ikhsan pas abis makrab Genshiken tanggal 31 Maret 2012 yang lalu. Katanya tentang horror, penasaran juga karena aku juga suka horror hehehe jadilah aku cari di animeultima.tv ternyata ada lho ini : Another on Animeultima.TV



Aku memang jarang download anime untuk disimpan, karena biar gak menuh2in hardisk…jadinya aku lebih memilih untuk nonton video streaming aja di animeultima.tv :D Untungnya koneksi internet di kosan mantap jaya jadi bisa nonton deh :)   

Oke sedikit review tentang Another.



Another (anime)
Genre : Horror, Misteri, Supranatural
Episode : 12 - completed

Rated by Me
Cerita : 10/10 (karena gak nyangka endingnya)
Animasi : 8/10 (cukup menggugah rasa takut karena nuansanya gelap, gloomy, menyeramkan, emo, dll *plaaak*)
Musik : 9/10 (openingnya keren, single terbarunya Ali Project~ XD)
Horror : 7/10 (gak bikin takut-takut amat sih, dan harus tahan pas episode akhir-akhirnya mirip kayak Final Destination :p)

Ini salah satu anime yang paling bikin kita bingung pada awalnya…kita seperti diberikan fakta A..terus berubah jadi fakta B…dan akhirnya jadi fakta C. Membingungkan banget emang :p

Anime ini bersetting tahun 1998. Pada bulan April 1998 ada seorang murid baru di kelas 3-3 , SMP Yomikita yaitu Kouichi Sakakibara. Awal masuk tahun ajaran baru ia masih belum bisa masuk ke sekolah karena terserang penyakit paru-paru. Ketiga teman sekelasnya menengok dirinya yang dirawat di rumah sakit, yaitu Tomohiko Kazami, Yukari Sakuragi, dan Izumi Akazawa. Izumi agak ragu dengan pernyataan Kouichi bahwa ia belum pernah tinggal di kota tersebut. Lalu pada malam hari di rumah sakit, saat ingin naik lift Kouichi bertemu dengan anak perempuan berseragam SMP Yomikita bernama Mei Misaki yang membawa boneka ingin turun menuju ke Basement B2 (yang di sana ada kamar mayat) dan bilang bahwa ia ingin membawa boneka itu untuk "sebagian dirinya" yang berada di kamar mayat O_O;;

Mulai deh di sini seremnya…
Aku dan BiibopH yang menonton mengira jangan-jangan Mei Misaki itu hantu.. Apalagi di episode selanjutnya, saat Kouichi mulai masuk sekolah, dan menyadari bahwa Mei Misaki berada di kelas yang sama. Tapi anehnya semua murid di kelasnya seperti tidak menyadari kehadiran Mei, saat ditanyai oleh Kouichi pun semua orang menjawab dengan aneh. Ditambah lagi pas Kouichi menuju ke galeri boneka gitu dan pegawainya bilang kalau gak ada kustomer lain selain dia, padahal jelas-jelas dia melihat Mei Misaki masuk ke galeri boneka tersebut.

Fiuhh makin deg-degan..kita kayak dikasih fakta klo Mei Misaki ini hantunya !! D:
Dan kematian mulai datang pada murid kelas 3-3 beserta keluarganya.
Akhirnya sampai pada adegan di mana Mei Misaki menjelaskan tentang Urban Legend yang ada di kota Yomiyama khususnya di SMP Yomikita. Jadi pada tahun 1972, ada seorang murid di kelas 3-3 bernama Misaki.. Murid ini sangat baik, dan menyenangkan sehingga teman-teman sekelasnya sangat sayang padanya. Tak disangka Misaki ini mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia. Namun teman-temannya saking sayangnya ama Misaki ini tetap menganggap bahwa Misaki ini selalu ada bersama mereka di kelas. Diperlakukan layaknya tetap ada orangnya..menimbulkan kutukan bagi generasi selanjutnya di kelas 3-3 tersebut.

Kalau mau disimpulkan pake bahasaku, kutukan ini terjadi karena dulu Misaki dianggap ada jadinya seakan-akan tiap tahun harus ada orang yang meninggal, nah yang meninggal ini harus terus dianggap ada juga oleh teman-temannya… O.o *efeknya domino yaaa*
Jadi katanya ini tuh kayak kejadian yang terjadi secara natural. Setiap tahun ajaran baru dimulai untuk kelas 3-3. Maka akan terasa seperti ada murid yang nambah. Pada saat di cek lagi sama petugas administrasi sih katanya memang sudah sesuai dengan jumlah murid. Padahal sebenarnya ada satu murid tambahan yang sebenarnya adalah hantu yang sudah meninggal (disebut "Dead One" - yang dirinya juga gak sadar kalau dia adalah hantu).

Kalau dibiarkan si Dead One ini tetap ada…maka murid-murid kelas 3-3 yang lain akan mendapat musibah yaitu mati, bukan hanya mereka saja tapi keluarga mereka pun terancam kena kutukan. Cara biar kutukan ini gak terjadi, salah satunya adalah dengan menganggap satu orang siswa kayak gak eksis/ gak ada. Tapi katanya juga persentase keberhasilannya 50%, kadang berhasil, kadang pula enggak… Nah Mei Misaki ini adalah murid yang dianggap gak ada, supaya kutukan ini gak terjadi. Tapi ternyata dengan adanya Kouichi yang gak tau apa-apa terus menganggap Mei Misaki ada…jadinya kutukan tetap terjadi deh.

Cara lainnya yang mereka temukan adalah untuk membunuh si Dead One ini. Cara ini dilakukan oleh Katsumi seorang murid kelas 3-3 di tahun 1985 yang tidak sengaja membunuh saat sedang bertengkar dengan seorang teman sekelasnya - sebut saja si A, ternyata teman sekelasnya itu adalah Dead One. Karena pada saat itu setelah ia membunuh, teman-teman yang lain tidak ada yang ingat si A ini…berarti memang benar bahwa si A ini adalah Dead One. Untungnya mereka (Kouichi, Misaki, dkk)menemukan clue ini setelah bertemu Katsumi dan menanyakan tempat di mana ia menyembunyikan kaset rekaman cerita ini.

Pokoknya fakta-fakta yang dikumpulkan sangat membantu sih untuk mengetahui Dead One..Cuma kerennya di sini..si pembuat cerita gak secara eksplisit memberitahukan semuanya (padahal petunjuknya tuh uda ada dari pas episode 1)…sehingga pas tahu siapa Dead One-nya di episode terakhir, aku Cuma bisa mangap doang kayak gini D:

 Dan katanya ini sudah dibuat Live Actionnya, tinggal tunggu rilis~ :D

Recommended banget deh buat nonton anime ini, apalagi malam jum'at begini hhihhhihihihihihihi
Selamat menonton~ :3

 *Gothic Lolita mode : ON*

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...