Showing posts with label spirituality. Show all posts
Showing posts with label spirituality. Show all posts

Monday, May 4, 2015

Hairy Woman

Kecantikan yang berlaku secara sosial saat ini mengharuskan wanita memiliki kulit bersih bebas rambut.

Ya bulu ya rambut terserah apa kalian menyebutnya, tapi guru biologi-ku saat SMP memberi tahu perbedaan bulu dan rambut. Rambut itu satu helai yang tumbuh dari akar rambut sampai batang rambut, sedangkan bulu itu satu helainya terdiri dari beberapa rambut contohnya pada unggas seperti bulu ayam atau bulu burung. Jadi ya begitulah alasan pemahamanku sampai saat ini.

Balik lagi ke topik yaitu wanita yang berambut (selain rambut kepala) apakah saat ini sah-sah saja tidak menghilangkannya ? 


Aku tidak menyalahkan nilai kecantikan yang berlaku pada saat ini tetapi aku akan mengemukakan pendapatku. Karena pada awalnya aku sangat cuek dengan rambut-rambut di tubuhku dan semakin umurku bertambah aku semakin peduli dengan tubuhku namun aku masih mempertimbangkan untuk menghilangkan rambut-rambut khususnya pada tangan, kaki, dan juga wajah.

Pada awalnya ada keinginan untuk menghilangkan rambut-rambut itu demi alasan kecantikan. Tapi kan yang menikmati hanya orang luar yang melihatku, sedangkan bagaimana denganku sendiri ? apakah aku menikmatinya ?
Kupertimbangkan dari banyak hal dan mungkin ini bisa membantu kalian untuk mempertimbangkan menghilangkannya atau tidak,

1. Rambut di tubuh ada karena tubuh manusia dirancang untuk memilikinya
Aku menyadari sedari SD sudah memiliki rambut-rambut halus di tubuh yang cukup panjang dan kelihatan di bagian tangan dan kaki. Aku pun selalu dibecandai oleh orang-orang di sekitarku karena ya rambut di tanganku banyak. Tapi ya mau bagaimana lagi ini tubuh yang kumiliki dan sepertinya memiliki testosteron yang berlebih jadi ya harus terima dong sedikit manly hahaha

2. Sekali Menghilangkan Rambut maka kegiatan itu tak akan berakhir seumur hidup 
Tentu saja ini adalah konsekuensinya, kita harus rela mengeluarkan biaya dan waktu yang rajin untuk rutin menghilangkannya lagi ketika sudah tumbuh kembali. Bagi yang paling ga suka repot seperti aku ini, kegiatan ini terasa amat sangat merepotkan. serius.

3. Rambut yang dihilangkan akan tumbuh lebih lebat 
Aku melihat buktinya pada BiibopH, lalu ia pun ikut serta melarangku untuk tidak mencukur rambut kaki.



*untungnya rambut tangan BiibopH lebih lebat hahaha* 


4. Ketakutan tidak menarik jika dilihat lawan jenis 
Nah awalnya kupikir ini salah satu yang membuat banyak perempuan sangat ingin mencukur rambut di tubuh yang dianggap menganggu. Tapi kalau cowo ga suka karena kita berambut (di tubuh) berarti mereka suka kita cuma gara-gara fisik aja dan cowo itu ga pantes buat kita. Karena kalau cowo itu benar-benar jatuh cinta dengan kita apa adanya maka ia akan menerima kita apa adanya meskipun tampang kucel baru bangun tidur, atau tampang kelelahan gara-gara begadang berhari-hari mengerjakan tugas, atau saat pms datang, I know that so well, Girls... Jadi kalau cowo yang kalian perjuangkan itu jadi ilfeel cuma gara-gara hal sepele macam rambut tubuh yang sudah seharusnya ada di tubuh, dia gak pantas diperjuangkan.

5. Adanya rambut tubuh tidak dapat menjadi standar kehigienisan manusia 
Banyak yang menilai bahwa adanya rambut tubuh dianggap jorok, heuu jorok mah kalau jarang mandi. Kalau tetap menjaga kebersihan tubuh dengan baik dengan mandi setiap hari sepertinya tidak akan ada masalah. Apalagi kalau rambut tubuh juga dirawat dengan memberikan conditioner untuk membuatnya tetap lembut atau memakai body lotion biasa yang melembabkan.

6. Keberadaan rambut pada tubuh dapat mendeteksi energi di sekitar kita
Bagi orang-orang yang sensitif dengan energi seperti diriku, rambut di tubuhku adalah salah satu pendeteksi energi sama seperti rambut di kepala. Bila kita melihat dari orang-orang pada zaman kuno, banyak yang memiliki rambut kepala yang panjang entah itu perempuan atau pun laki-laki. Hal ini memang ada hubungannya dengan masalah spiritualitas manusia. Maka dari itu dulu hukuman mencukur rambut bisa dianggap hukuman terparah yang sangat memalukan. Sayangnya ya sekarang sudah sangat berbeda. Entah karena manusia sudah tidak terlalu memikirkan spiritualitas lagi atau spiritualitas sudah berevolusi dengan cara yang berbeda.

7. Kembali lagi, semuanya adalah pilihan !
Semua pilihan selalu ada baik dan buruk, serta selalu dibicarakan. Jadi ya pilih yang menurut kalian sesuai dengan karakter dan kondisi kalian.

Bagiku sepertinya akan lebih cocok untuk menjadi "Hairy Women". Meskipun ya aku suka mengenakan gaun cantik yang memperlihatkan bagian lutut ke bawah tapi ya karena aku pun sudah memiliki Pria Idaman yang menerimaku apa adanya, aku pun ga suka hal-hal yang rutin dan merepotkan, lalu juga aku sudah berniat memanjangkan rambut di kepalaku untuk alasan spiritual juga. Bagusnya karena aku belum pernah cukur jadi tidak akan lebih lebat atau pun tumbuh keriting. Jadi pertimbangannya jatuh untuk menerima rambut-rambut ini apa adanya.



Mungkin akan bermasalah di bidang sosial karena pandangan orang-orang yang melihatku, meskipun aku terlihat biasa tapi tak ku pungkiri aku akan sangat peduli dengan pendapat mereka. Meskipun aku tahu mereka tak bermaksud menyakitiku juga sih karena ruh manusia pada dasarnya baik. Dan aku hidup bukan untuk dunia ini saja, jadi begitu banyak ruh yang ku temui untuk mendapat pelajaran di perjalananku kali ini.

Terima kasih sudah membaca uneg-uneg ku

Wish you Happy day~ 



Some Articles that I read, 
Buzzfeed : http://www.buzzfeed.com/rossalynwarren/women-say-why-theyve-stopped-shaving-their-legs#.utrY3PwJ5k 
Wikihow : http://www.wikihow.com/Be-a-Hairy-Woman 
Nymag : http://nymag.com/scienceofus/2015/02/what-its-like-to-be-really-hairy-woman.html 
Bustle : http://www.bustle.com/articles/51584-6-struggles-only-girls-with-a-lot-of-body-hair-will-understand 

Other picture from Pinterest.com

Monday, March 9, 2015

Perspektif Manusia Akan Cinta

Sebelumnya seperti biasa mengingatkan bahwa kata-kata adalah komunikasi paling primitif, jadi kata-kata yang tersusun di sini bisa saja memberikan pengalaman berbeda-beda bagi para pembaca. Maka dari itu berpikiran terbukalah dulu atau mending baca postingan asik yang lain~



Berawal dari memerhatikan sekitar membuatku berkesimpulan bahwa pemahaman manusia akan cinta berdasarkan pandangannya yang dipengaruhi oleh lingkungan tempatnya hidup. Namun apakah hal itu benar ? Tidak adakah pengaruh lain seperti suara hati atau intuisi yang membuat manusia mengerti akan apa itu cinta sebenarnya ?

Di dunia sekarang ini, banyak orang lebih menganggap cinta itu adalah ke lawan jenis. Sehingga definisi cinta selalu dihubung-hubungkan dengan nafsu. Menurutku pandangan tentang cinta yang seperti ini adalah level rendah. Bukannya menganggap ini tidak baik, tetapi mungkin kesadaran manusianya baru dapat memahami sampai level rendah ini saja.
Alasannya manusia saat ini hidup di dunia 3 dimensi. Beberapa dari kita hidup berdasarkan apa yang kelima indra kita tangkap sehingga merasakan sensasi nafsu yang timbul dari melihat lawan kenis yang kita suka lah kita menyandarkan kata cinta hanya sebatas itu saja. Sehingga penilaian kita akan cinta baru sampai ke sesuatu yang ada di dunia fisik yang ketertarikan kita akan sesuatu tersebut membuat kita bernafsu.

Bagi orang yang menganggap cinta hanya dari ketertarikan seksual pasti hidupnya hanya fokus mencari cinta. Karena pemahaman akan cinta nya yang segitu saja, ia pasti sulit merasakan cinta bentuk lain selain perhatian dari lawan jenis.
Hidupnya pasti galau terus, mengapa ?
Karena meskipun sudah punya pasangan pun, akan ada saatnya rasa cinta ini perlahan menghilang karena degradasi dari ketertarikan seksual mungkin karena fisik, berjalannya waktu, atau ada hal lain yang lebih menarik indrawi manusianya.

Mungkin ini yang menjelaskan mengapa banyak ABG-ABG banyak galau akan cinta. Kesadaran mereka yang rata-rata masih level rendah membuat mereka menilai sesuatu dari apa yang ditangkap indrawinya saja. Akhirnya mereka menganggap cinta itu ke lawan jenis. Mereka berusaha cari perhatian ke lawan jenis agar mereka mendapatkan cinta. Lalu nanti saat sudah menjaadi pasangan, baru sebentar pacaran pun sudah bosan. Karena sesuai yang ku tulis sebelumnya bahwa rasa cinta level ini sangat mudah terdegradasi. Akhirnya mereka merasa sudah tidak dicintai lalu pacaran pun putus dan akhirnya galau karena merasa gak dicintai. Hal ini akan berulang terus sampai mereka dewasa jika tidak ada kenaikan tingkatan kesadaran.

Jadi ya mengetahui pemahaman ini membuatku malah kasihan juga sama orang-orang yang pemahaman akan cinta nya masih terfokus ke nafsu saja. Kasihan :(



Banyak yang menanyakan padaku mengapa aku dan BiibopH bisa tahan pacaran 6 tahun lebih. Banyak juga yang berasumsi bahwa BiibopH tertarik padaku karena ketertarikan seksual. Aku sadar diri sih kalau aku memang seksi & montok hahaha. *plakduesh*
Aku pun pernah berdiskusi dengan BiibopH hal ini. Dari diskusi kami akhirnya menyimpulkan bahwa alasan kami adalah karena rasa cinta kami tak terbatas. Kami berdua adalah orang yang selalu fokus dengan suara hati serta intuisi yang menghubungkan kami dengan Sang Pencipta. Kami yakin bahwa cinta adalah suatu yang tidak terbatas dan berhubungan dengan spiritual yaitu berhubungan dengan kesadaran diri kami.
Kami melihat ke masa lalu di mana peningkatan kesadaran dari banyak konflik terjadi setelah kami memutuskan untuk bersama. Semua yang terjadi tersebut memberikan pertanda bahwa kami adalah Twinflames, yaitu tercipta dari satu cabang ruh inti yang sama namun berwujud energi feminim (aku) & energi maskulin (BiibopH). Karena ketika Twinflames bertemu maka akan ada banyak yang terjadi demi menyadarkan keduanya demi peningkatan kesadaran sebagai proses dari kehidupan manusia di alam semesta ini.

Berat ya pemahamannya ?
Hehehe


Istirahat sejenak dulu kalo gitu..


Sudah lebih oke ?
Mari kita lanjut~

Jadi bagi pemahaman kami, Cinta bukan di level fisik tapi di level spiritual. Sesuatu yang sulit di cerna dengan pikiran dari otakfisik dan hanya bisa dirasakan dengan hati. Maka dari itu kenyamanan akan kebersamaan menjadi hal utama, kebosanan pun tidak ada. Sehingga pasangan pun dicintai dan disayangi selayaknya menyayangi diri sendiri.
Akhirnya gak aneh kan kalau apa pun yang terjadi kami mah langgeng-langgeng aja ? Hehehe



Bagiku sendiri ada level Cinta yang lebih besar lagi. Bagiku yang melihat dunia keseluruhan bukan hanya sekedar sesuatu yang fisik, namun terdiri atas energi dan getaran. Aku menganggap Cinta adalah energi dan getaran itu, Cinta adalah suatu energi berasal dari Sang Pencipta karena Cinta lah semua menjadi seperti ini.

Semua bintang,planet, serta benda langit lainya bergerak pada jalur yang sesuai itu adalah cinta. Orang tua melindungi anaknya itu adalah cinta. Timbulnya rasa empati kita saat melihat orang lain kesusahan itu adalah cinta. Keinginan kita memajukan tanah air kita supaya masyarakatnya bisa hidup makmur sejahtera itu adalah cinta. Selalu ada saat sahabat membutuhkan itu adalah cinta. Memberikan do'a dan semangat yang tulus itu adalah Cinta. Cinta adalah segalanya. Kita lahir di dunia karena Cinta. Maka dari itu pemahaman akan cinta yang begitu tak terbatas ini adalah level pemahaman tertinggi yang bisa dicapai saat ini. Mungkin di masa yang akan datang, bisa saja pemahaman akan cinta lebih luaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasss lagi.

Jujur saja aku pun masih belajar menerapkan pemahaman cinta level tertinggi saat ini, karena kadang karena siklus bulanan hormon di tubuhku ikut berperan membuat suara hatiku terkalahkan oleh suara pikiran yang masuk mode waspada karena fisik dipengaruhi hormon.
Gak enak pastinya, tapi ya Deal With It lah..
Dengan ini aku pun jadi tahu diriku yang sebenarnya kalau lagi gak terkoneksi dengan semuanya tuh seperti apa hahaha



Ya jadi itulah pendapatku tentang perspektif manusia akan cinta.
Jangan berkecil hati kalau pemahaman masih di level rendah. Hidup ini bukan tentang siapa lebih tinggi dari siapa tetapi bagaimana cara manusia bisa meningkatkan kesadarannya untuk mendapatkan pengalaman sehingga bisa jadi lebih baik. Seiring berjalannya waktu dan dengan banyaknya pengalaman , maka peningkatan kesadaran bisa membantu kita memahami Cinta bukan hanya sebatas fisik indrawi saja.

Semoga kalian bisa mencapai pemahaman akan cinta di level tertinggi

Have A Nice Day~ ^^





All Picture from Pinterest.com

Friday, December 19, 2014

Kata



Kata adalah alat komunikasi yang menjadi pilihan terakhir bagi makhluk yang hidup di kesadaran tinggi.
Disebabkan oleh keambiguan makna.
Kata yang tersusun dari satu atau lebih huruf memang memiliki energi yang besar.
Namun kata sangatlah terbatas pada penggunaan sesuai budaya bahasa yang dimiliki manusianya. 

Tidak percaya pada Kata.
Itulah prinsip yang kupegang dari dulu sebenarnya.
Tapi dulu aku selalu berbohong di depan orang lain untuk memercayai apa kata mereka agar mereka senang dan tidak diliputi energi negatif. Aku pikir itu adalah hal yang terbaik yang bisa kulakukan tapi kebohongan itu malah memberikan dampak buruk ke diriku sendiri.

Kata bisa diatur sedemikian rupa untuk memanipulasi orang lain demi mengikuti suatu kehendak tertentu. Aku mengerti betul karena aku selalu menggunakan cara itu.
Tapi niat yang membawa keburukan itu diliputi energi negatif yang bukan hanya berpengaruh bagi objek dari kata-kata tapi juga bagi subjek yang mengeluarkan kata-kata.

Ketidak-percayaan dengan kata-kata sepertinya telah mempengaruhi kemampuanku berkata juga. Kadang aku susah mengungkapkan apa yang ada dipikiran maupun yang ku rasakan karena aku sulit menemukan dan merangkai kata yang sesuai dengan yang ingin aku ungkapkan.
Contohnya saja perasaan bahagia, kurasa tidak cukup hanya diungkapkan dengan satu kata karena rasa bahagia ketika bertemu dengan kekasih yang sudah lama tidak berjumpa sangat berbeda dengan rasa bahagia ketika makan makanan enak.

Jika semua manusia bisa berkomunikasi dengan telepati dan empati maka tidak akan ada banyak energi negatif di sana-sini yang disebabkan oleh keambiguan Kata.
Manusia akan dipaksa dan memang seharusnya untuk jujur.
Tidak akan ada sesuatu yang ditutup-tutupi demi terlihat baik atau pun membuat image tertentu. Setiap individu akan terlihat karakternya apa adanya.
Kesalahan menjadi hal yang umum karena dianggap sebagai bagian dari pengalaman hidup. Empati pun membuat manusia bisa merasakan emosi manusia sekitarnya sehingga dapat selalu berbuat kebaikan yang melahirkan energi positif bagi kehidupan.

Hal tersebut tidak mustahil jika semua manusia menginginkannya. Tapi sepertinya masih lama sekali untuk mencapai hal tersebut jika belum ikhlas meninggalkan dimensi ketiga serta belum berusaha menuju untuk ke kesadaran lebih tinggi.

Jadi ya saat ini memang hanya bisa mengandalkan Kata-kata saja.
Semoga kata-kata yang terbatas ini membawa energi yang baik dan bisa membawa manusia kembali pada kesadaran lebih tingginya agar nantinya kita bisa sama-sama meng-upgrade alat komunikasi menjadi telepati dan empati.


Sunday, December 14, 2014

Do You Know Who You Really Are ?

Dari kecil, aku selalu bertanya-tanya tentang kematian.
Saat tubuh manusia mati, apakah manusia tersebut benar-benar mati ?
Apakah kita akan terjebak di kegelapan kuburan selamanya sampai waktu yang ditentukan seperti yang tertulis di kitab suci dan gak ngapa-ngapain ?
Eh cuma ditanya-tanya aja sih tapi kan tetep aja gak ngapa-ngapain toh ?

Pertanyaan itu kuungkapkan karena aku lupa.
Aku gak ingat diriku yang sebenarnya itu seperti apa dan bagaimana.

Perjalananku membawa banyak pengalaman, dan video ini sangat sangat membantu menceritakan makna dari jawaban akan pertanyaanku yang kudapat di perjalananku.


 

Jadi, sudah ingatkah dirimu yang sebenarnya ?


Saturday, August 30, 2014

Lucy (2014 movie)

Kemarin sore setelah beres stupa, aku menonton Lucy yang baru tayang weekend kemarin.



Film ini sudah ku tunggu dari pertama kali ku lihat trailernya pada bulan Maret atau April lalu. Ketertarikanku saat melihat trailernya adalah karena tema yang diusungnya adalah "Bagaimana jika manusia menggunakan kapasitas otaknya sampai 100% ?". Lalu kulihat adegan di mana Tante Scarlett Johansson, pemeran Lucy, bisa menjadi manusia super yang bisa mengendalikan manusia lain, mengubah rambutnya sendiri, mengendalikan waktu, dan melihat sinyal elektronik yang tak kasat mata bagi manusia biasa. Itu semuanya memang keren dari sisi action, tapi bagiku itu menggugah sisi spiritual.

Jika ingin melihat review lengkap dan detail mengenai film Lucy ini bisa mampir ke IMDB : Lucy (2014).

Menurutku, dari sisi film untuk menghibur, film ini kesannya biasa saja. Apalagi durasinya begitu cepat sehingga tanpa disadari filmnya tiba-tiba sudah selesai. Tapi dari sisi pesan yang tersirat dalam film ini, dirasa cukup dalam. Meskipun beberapa di antaranya, aku sudah mengerti tapi saat menonton filmnya aku pun seperti diingatkan kembali.

Ku peringatkan bahwa tulisanku berikutnya akan banyak spoiler tentang film. http://eemoticons.net

Genre Science-Fiction diberikan kepada film ini.
Apa benar semua itu fiksi ?
Bagiku sih, tentang obat ilegal yang bisa membuat si Lucy yang awalnya cuma cewe biasa yang lemah tapi suka pesta, menjadi cewe yang super pengetahuannya, aksinya, dan kekuatannya. Tentu saja obat itu ku anggap fiksi. Tetapi apa yang terjadi pada Lucy, dengan perkembangan otaknya yang cukup pesat hanya dalam waktu beberapa jam saja dan membuat kemampuannya bertambah terus dari otak manusia biasa ke manusia super itu cukup memukau diriku. Karena kemampuan otak manusia MEMANG bisa sehebat itu tapi bukan karena komponen otaknya tiba-tiba jadi berbeda dengan manusia pada umumnya tetapi manusia tersebut telah mencapai KESADARAN yang lebih dari KESADARAN FISIK.

Dari buku berjudul Kesadaran Jiwa, dituliskan bahwa manusia memiliki 3 tingkatan kesadaran, :
1. Kesadaran Fisik : yakni kesadaran otak yang ada saat ini yang kita rasakan sebagai manusia saat ini. Jika tubuh fisik kita mati, maka kesadaran ini pun akan hilang. Eits..tetapi tenang dulu kesadarannya mungkin hilang tetapi ingatan akan tetap ada di tingkatan berikutnya yaitu..
2. Kesadaran Jiwa : yakni kesadaran perantara dengan kesadaran ruh. Kesadaran ruh dirasa terlalu tinggi untuk berhubungan langsung dengan kesadaran fisik. Maka kesadaran jiwa memperantarai kesadaran fisik dan kesadaran ruh. Kesadaran jiwa ini juga biasa dibilang sebagai Alam Bawah Sadar atau Pikiran Bawah Sadar. Karena ingatan dalam kesadaran fisik yang menyangkut dengan otak manusia sangatlah terbatas, tapi ingatan yang disimpan dalam kesadaran jiwa sangat tak terbatas.
3. Kesadaran Ruh : yakni kesadaran manusia yang sesungguhnya namun belum ada orang yang memiliki kesadaran ruh ini benar-benar bisa menyeritakan tentang bagaimana kesadaran ruh ini sebenarnya. Entah karena sangat sulit dimengerti atau mereka membiarkan kita untuk meningkatkan kesadaran ruh kita agar kita sendiri yang memahami kesadaran ruh itu seperti apa.

Dari cerita dalam film Lucy, diceritakan perkembangan kemampuan otaknya dari hanya 10-15% bisa meningkat terus sampai 100%. Dari peningkatan itu terlihat bahwa semakin berkembang kemampuan otaknya maka kesadarannya pun makin meningkat. Karena itu lah yang terjadi jika manusia sudah meningkatkan kesadaran.
Meningkatnya kesadaran manusia dari fisik menuju ke kesadaran jiwa bisa membuka pintu pengetahuan yang luar biasa. Karena kesadaran jiwa memiliki tempat penyimpanan ingatan yang tak terbatas. Karena pengetahuan yang begitu tinggi pun membuat manusia yang kesadarannya sudah mencapai kesadaran jiwa bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa.
Warna-warna dari suara, suara-suara dari tumbuhan yang hidup, lingkaran cahaya berwarna-warni yang mengelilingi setiap manusia, pola-pola berkilauan di dalam air, kabut-kabut gelap yang melayang-layang, para pengendara awan, pola yang bergetar ke sana ke mari dari cahaya yang menyorot, makhluk-makhluk dari dimensi berbeda yang sedang mampir karena tujuan tertentu, dan masih banyak lagi.
Meningkatnya kemampuan otaknya mengindikasikan bahwa kesadaran Lucy pun tidak terbatas hanya sampai kepada kesadaran jiwa saja. Tapi peningkatan menuju ke 100% itu sebagai analogi peningkatan menuju ke kesadaran ruh.

Di film tersebut juga diperlihatkan bahwa meningkatnya kesadaran berkesan tidak baik bagi tubuh fisik manusia. Karena tubuh fisik manusia sebenarnya tidak dirancang untuk bisa menampung kesadaran lebih tinggi. Maka dari itu manusia di tubuh fisik ini masih disebut sangat PRIMITIF. Karena kemampuan kita terbatas, pergerakan fisik kita juga terbatas. Kita pun hanya bisa berkegiatan di bumi yang kecil ini dibandingkan dengan seluruh universe yang besarnya tidak terhingga. Makanya konyol juga ya kalau ada manusia yang sombong, wong hidupnya aja cuma bisa di situ-situ saja, terpenjara juga dengan lemahnya badan fisik kok masih bisa sombong ? hehehe..becanda. http://eemoticons.net
Balik ke topik..
Kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran fisik memang membuat tubuh fisik manusia tidak kuat menampung. Ini pun menjelaskan mengapa ruh yang lahir di bumi menjadi manusia akan lupa dengan ingatannya saat menjadi ruh. Karena tubuh fisik manusia memiliki batasan-batasan, akhirnya kita pun menyandarkan kesadaran kita kepada kesadaran fisik. Manusia yang hidup di bumi pun merasa bahwa dirinya sadar ya hanya di bumi saja. Jika manusia tersebut meninggal, maka kesadarannya pun akan hilang dan keberadaannya pun musnah begitu saja.
Maka dari itu Tuhan mengutus makhluk-makhluk dari dimensi lain yang tingkatan kesadarannya sudah lebih tinggi untuk membangkitkan kesadaran manusia di bumi yang jadi LUPA ini. Biasanya dalam bentuk malaikat, malaikat ini pun biasanya membantu para MASTER yang berada dalam bentuk fisik. Para Master ini biasanya disebut NABI-NABI yang diberi wahyu karena kesadarannya juga meningkat lebih dari kesadaran fisik.

Lalu bagaimana dengan tubuh fisik yang manusianya sudah mencapai kesadaran lebih tinggi ?
Kalau dalam agama Hindu, disebut MOKSA.
Menyatu dengan Ilahi. Biasanya tiba-tiba menjadi hilang begitu saja. Materi tubuh fisiknya seperti sel-sel yang ada di dalam tubuhnya, mengikuti materi ruh dari cahaya. Sehingga menjadi hilang tak kasat mata karena sel-sel pembentuk tubuh fisiknya pun bergerak menjadi lebih cepat. Karena suatu materi yang bergerak melebihi kecepatan cahaya, tidak akan bisa dilihat dengan mata fisik manusia biasa.
Maka dari itu, kesannya ya seperti hilang begitu saja. Padahal sih tidak hilang, ya anggap saja berubah bentuk.
Tapi cara yang kusebutkan di atas itu jika manusia tersebut memang sudah IKHLAS 100% tentang apa pun yang ada di dunia. Kalau masih nyantol sama dunia, masih ada ego, bahkan masih ada karma (karena energi negatif yang dihasilkan), akhirnya harus memilih dengan cara LANGSUNG LEPAS DARI TUBUH FISIK alias MATI *jengjeeeeeng* http://eemoticons.net *lebay*
Cara ini memang super gak enak, tapi ya mau gimana lagi, soalnya sistem dari sananya sudah begitu. Maka dari itu, ajaran Agama dan Kepercayaan yang menyangkut spiritualitas selalu sama ujung-ujungnya agar manusia SADAR akan dirinya dan IKHLAS.

Oh ya ngomong-ngomong peningkatan kesadaran, semakin meningkatnya kesadaran memang akan semakin jauh dari dualitas kenikmatan yang dirasakan tubuh fisik. Jadi ya rasa senang tapi gak senang-senang amat, rasa sedih juga gak sedih-sedih amat. Biasa aja gitu.
Maka dari itu mungkin ini alasan mengapa banyak di antara kita kembali bikin "kontrak" untuk bisa ke tubuh fisik manusia lagi. Semua itu karena ingin merasakan pengalaman dualitas lagi. Pengalaman yang hanya didapatkan jika kita berada di tubuh fisik ini. Maka dari itu banyak pepatah agar kita bersyukur dengan hidup kita ini sebagai manusia karena bisa merasakan nikmatnya suatu kepuasan dalam mendapatkan yang diinginkan. Jadi yang masih mengira, "Ihh biar aja kita di sini susah, jadi di surga kita akan dapat nikmatnya...". Iya, semua yang diinginkan dapat terwujud bahkan tak terhingga, tapi hasrat dan puasnya dalam menikmati itu sayangnya akan HILANG. http://eemoticons.net
Keinginan yang ada pada ruh adalah PENGALAMAN. Pengalaman untuk merasakan kesatuannya dengan segala hal. Pengalaman untuk mengerti keberadaan ruh itu sendiri.

Agak sulit dimengerti tapi ya seperti itulah yang kupahami.

Film Lucy ini cukup bagus untuk menjadi koleksi. Karena bisa menjadi pengingat juga akan kemampuan dan kesadaran manusia. Oh ya, jangan jadikan apa yang ku tulis di atas menjadi suatu kebenaran. Karena kesadaran dan pemahaman kita mungkin berbeda. Ku sarankan, carilah kebenaranmu sendiri. Dengan pengalaman yang didapat, juga mencari di dalam dirimu.

Ada pepatah dari Lao Tzu,
"Tanpa meninggalkan rumah, orang mengetahui apa yang ada di surga dan di bumi. Tanpa mengintip dari jendela, orang akan melihat jalan surgawi. Mereka yang pergi keluar, semakin jauh perjalanannya, semakin sedikit pengetahuannya. Karena itu, orang bijaksana melihat semuanya tanpa pergi ke mana pun, melihat semuanya tanpa melihat, tidak melakukan sesuatu namun mencapai tujuannya." 

Selamat menonton, Lucy !! http://eemoticons.net



Saturday, May 10, 2014

Kehendak Bebas (Free Will)



Banyak orang yang mengira bahwa segala hal yang terjadi pada mereka adalah takdir dari Tuhan.
Katanya Tuhan sayang kepada makhluk ciptaan-Nya, lalu mengapa Tuhan memberikan kita hal-hal buruk juga untuk dialami ?

Semua pertanyaan itu ku ajukan berulang-ulang kepada Tuhan-ku di saat dulu aku mengalami banyak hal-hal yang buruk. Saat itu pun aku masih sangat polos dan tidak mengerti apa pun, karena aku masih percaya konsep "Takdir dari Tuhan" bahkan membuatku marah akan Tuhan dan hubunganku dengannya pun sangat buruk. (I'm sorry, God ;_;)

Sebagai seorang yang selalu bertanya-tanya tentang makna kehidupan, akhirnya tahu bahwa Tuhan tidak akan menjawab langsung dengan kata-kata padaku.
Sebagaimana Nabi Musa yang ketika melihat Tuhan yang pertama kali sampai tidak sadarkan diri, bagaimana denganku yang masih cupu begini ?
Tuhan ternyata sudah menjawab pertanyaanku melalui pengalaman, namun saat itu aku masih dalam kondisi jahiliyah sehingga tidak sadar bahwa pengalaman adalah cara Tuhan untuk berbicara padaku. Akhirnya setelah hati dibersihkan, aku pun mulai sadar dan pasrah untuk berfokus kepada pengalaman.
Pengalaman yang dilalui juga tidak sebentar, serta butuh kecerdasan pikiran untuk menyatukannya.

Hal utama yang aku dapatkan adalah Tuhan kita sama sekali tidak meng-intervensi hidup kita sampai kita meminta sesuatu pada-Nya.
Aslinya manusia itu adalah bagian dari Tuhan yang ingin mengerti tentang dirinya sendiri itu seperti apa dan bagaimana. Karena kasih sayang Tuhan yang sangat besar, maka manusia dibiarkan bermain di dunia untuk mendapatkan pengalaman sehingga bisa mengerti akan dirinya.
Dunia yang aku sebutkan barusan juga sebenarnya bukan cuma di bumi ini saja, masih banyak bumi - bumi yang lain yang ada di dimensi kita atau bahkan tak terhitung banyaknya yang berada di dimensi yang lebih tinggi. 

Setiap manusia di dunia mana pun diberikan anugerah oleh Tuhan yaitu Kehendak Bebas (Free Will). Di mana manusia tersebut dapat memilih pengalaman apa yang ingin dirasakan saat akan dan sedang bermain di bumi.
Jadi sebenarnya manusia sebelum turun dan lahir ke bumi sudah menentukan dirinya akan mengalami dan menjadi apa di sini, namun sayangnya saat lahir dan masuk dalam tubuh fisik, kita melupakan apa yang telah kita rencanakan. Sehingga saat kita mengalami kejadian baik atau pun buruk kita menganggap semua itu dari takdir Tuhan, khususnya kejadian buruk yang sampai bisa membuat kita menyalahkan Tuhan.
Padahal Tuhan sangat besar cinta kasihnya kepada kita, dengan menyuruh kita yang lupa ini untuk berdo'a meminta pertolongan pada-Nya. Karena Ia selalu siap untuk membantu kita yang menjadi super menyedihkan karena pilihan kita sendiri.

Dipikir-pikir lucu juga sih, bagi Tuhan,saat manusia berada di tubuh fisik, kita adalah anak kecil yang tidak tahu apa-apa dan tidak mengerti terus oleh Tuhan kita diberi uang jajan lalu dibiarkan memilih sendiri jajanan apa yang akan dibeli.
Ada yang memilih jajanan makanan yang bersih, baik, dan enak sehingga menjadi senang dan baik-baik saja. Ada pula yang memilih jajanan sembarang yang menurutnya enak namun membuat kita sakit perut bahkan diare.
Akhirnya kita yang bocah ini pasti akan kembali kepada Tuhan, menangis, meminta tolong. Tuhan kita yang begitu besar kasih sayangnya, pasti akan langsung membantu, dengan merawat kita yang sakit sampai sembuh.
Begitulah analoginya.

Namun masih banyak yang belum mengerti atau tidak menerima mengenai konsep kehendak bebas ini. Entah karena tidak sesuai dengan yang ada di agama atau karena bentuknya sangat sulit dilihat dalam bentuk fisik. Dalam memahami kehendak bebas memang kemampuan berpikir juga cukup dibutuhkan. Sedangkan pikiran para manusia saat ini sudah terpengaruh oleh bentukan pola yang dipercayai secara turun-temurun dari dulu. 

Pikiran kita sangat suka sekali dengan suatu pola. Ketika ada suatu kejadian pasti dikaitkan dengan suatu pola tertentu.
Tentunya ini bukan kesalahan, karena memang pikiran kita diciptakan untuk seperti itu.
Kecenderungan pikiran kita membuat suatu pola adalah untuk mempermudah menganalisa dan mengingat dari bank memori (ingatan) untuk mengambil keputusan dengan cepat.
Kadang bahkan manusia pun suka menganalisa dan mengartikan suatu pola yang sebenarnya tidak ada artinya, namun bagi manusia hal pencarian pola ini sangat menarik.
Contohnya saja, kalangan masyarakat kita di Indonesia yang melihat suatu pola tertentu di alam seperti huruf Allah dalam bahasa Arab, lalu mengartikannya bahwa ada hubungannya dengan mukjizat Allah. Padahal mungkin ya hanya mirip saja.

Mengartikan suatu pola lalu mempercayainya, bahkan oleh banyak orang secara turun temurun telah membuat suatu sistem kepercayaan yang mempengaruhi pikiran. Sehingga manusia pun tidak sadar bahwa ada kehendak bebas berperan juga di dalamnya.
Contohnya adalah pada zaman dahulu sebelum majunya teknologi para manusia masih belajar dengan melihat pola-pola di alam khususnya pada benda-benda di langit.
Nah dahulu manusia percaya bahwa komet yang lewat diartikan sebagai pembawa musibah. Padahal komet-komet tersebut hanya sekedar lewat dan hanya memberikan keindahan pemandangan di langit. Mungkin pada awalnya saat komet datang melewati langit bumi kita bersamaan dengan terjadinya suatu musibah tertentu. Padahal hal tersebut tidak berkaitan, namun manusia melihat suatu pola dan diartikanlah demikian. Kepercayaan akan pernyataan bahwa kedatangan komet adalah kedatangan musibah dipercayai oleh banyak manusia. Keyakinan ini masuk ke pikiran, dan pikiran kolektif kekuatannya sangatlah kuat sehingga dapat mewujudkannya begitu cepat.
Maka dari itu, kita harus hati-hati dengan suatu kepercayaan hasil dari pola yang sebenarnya tidak ada artinya namun kepercayaan tersebut yang dipercayai oleh banyak orang.
Bayangkan saja, satu pikiran dari satu kehendak bebas saja bisa terwujud di dunia nyata, bagaimana dengan kumpulan pikiran dari kumpulan kehendak bebas ?
Pasti lebih cepat lagi termanifestasi. :)

Kesimpulan dari penjelasan rumit tersebut fokusnya hanyalah untuk menjelaskan bahwa manusia BISA MEMILIH.
Semua pilihan itu ada, yang baik dan yang buruk, namun kita bisa memilih dengan fokus dengan yang baik atau fokus dengan yang buruk.
Karena pilihan itu dimulai dari kesadaran kita lalu mempengaruhi pikiran kita baru akhirnya akan termanifestasi.
Bagi yang sudah di dimensi di atas dimensi ke-3 (seperti dimensi ke-4, ke-5, dan seterusnya), maka manifestasi akan cepat sekali terwujud sesaat setelah dipikirkan.
Namun di dimensi ke-3 ini ada suatu sistem yang membuat manifestasinya membutuhkan waktu. Belum lagi dipengaruhi oleh kekuatan pikiran kita yang kemungkinan tidak fokusnya dan tidak yakinnya tinggi. Ditambah kadang harus bersinggungan dengan kehendak bebas orang lain, maka kesabaran dan keikhlasan sangatlah dibutuhkan.

Always remember you have FREE WILL. 
So CHOOSE everything WISELY~ (◦'⌣'◦)



Friday, April 4, 2014

Rutinitas Tidur Yang Berubah



Rutinitas tidurku akhir-akhir ini sedikit kacau, namun bukan karena begadang mengerjakan tugas. Jadi saat malam datang, lalu aku sudah selesai berkegiatan di kampus, saat sampai di rumah yang ku rasakan adalah badanku semakin melambat dan sangat sulit dikendalikan. Padahal pikiranku masih super segar untuk membaca, mengingat, dan menganalisa sesuatu. Biasanya akhirnya aku pun pasrah dan menyerah karena mataku sudah susah sekali terbuka. Akhirnya aku pun kembali ke kehidupan tubuh halusku.

Sebenarnya ketika jasad kita lelah, ia membutuhkan energi yang dihasilkan tubuh halus kita (ruh). Maka dari itu kita butuh tidur, karena saat itulah kita men-charge jasad kita dengan energi yang berasal dari tubuh halus kita. Memang bukan hanya saat tidur saja sebenarnya energi dari tubuh halus kita berpengaruh pada jasad, namun macam handphone yang sedang di-charge harus tidak digunakan dulu agar proses charging bisa maksimal. Energi tersebut adalah energi kehidupan. Terutama dapat membantu jasad kita untuk meregenerasi sel-selnya yang rusak itu sendiri. Maka dari itu kita dianjurkan untuk tidur saat tubuh kita mulai terasa lelah agar proses regenerasi sel-sel tubuh juga bisa maksimal.

Untuk kasusku sendiri, saat ini proses charging terbagi menjadi 2 sesi. Ini yang menyebabkan rutinitas tidurku berubah. Sekitar jam 10 atau jam 11 malam aku sudah mulai tidak bisa menahan kantuk (biasanya aku tidur jam 12 malam atau jam 1 pagi), ini masuk pada sesi 1. Sesi 1 ini berakhir saat jam 1 atau 2 pagi aku mulai terbangun dan agak sulit melanjutkan tidur. Di waktu jam tersebut aku merasa banyak energi kreatif datang dari Allah SWT. Jadinya aku menggunakannya untuk mengumpulkan ide dan mengembangkannya dalam bentuk mind map. Atau pun aku gunakan untuk membaca buku yang bahasannya agak berat dan butuh pemahaman ekstra. Sayangnya kebutuhan tidur yang biasanya 6-8 jam non stop pun masih harus terpenuhi jadi biasanya saat jam 4 - 5 pagi aku pun mulai mengantuk lagi. Akhirnya tertidur pulas sampai jam 7-8 pagi, ini adalah sesi 2.

Perubahan ini baru aku peroleh saat mulai merasakan hal aneh dalam tidurku. Karena saat aku tertidur, tubuh halusku mulai terkoneksi dengan pikiranku sehingga aku menjadi semakin jelas melihat kehidupan dari tubuh halusku. Apa yang dilakukan, Bertemu dengan siapa, atau bahkan dengan sangat jelas aku melihat isi tempat tinggalku. Seakan-akan pun aku memiliki kehidupan yang sangat berbeda dengan yang ada di bumi sekarang.
Bagaimana aku berpendapat bahwa ini bukanlah mimpi pada umumnya ?
Karena mimpi ini berulang, bukan kejadiannya yang sama namun tempat yang sama dan kehidupan yang mirip. Beberapa malam awal aku sangat tidak percaya dengan berulangnya mimpi tersebut. Namun saat ini aku sudah pasrah dan menikmatinya. Senangnya adalah kadang aku bisa dengan mudah bertemu dengan BiibopH (jika dia di bumi sedang tertidur juga) atau melihat wujud asli anggota keluarga atau pun bertemu dengan leluhurku yang sudah tidak di bumi ini lagi. Rasanya menyenangkan sekali, terutama di sana tidak ada rasa negatif sedikit pun. Beda sekali dengan di bumi yang terlalu padat dan kita bisa menemukan energi negatif di mana-mana. Bahkan hal-hal sepele pun di bumi ini bisa jadi masalah besar. O_O

Yang kulakukan dalam menghadapi perubahan rutinitas tidur ini hanyalah pasrah dan menikmatinya. Toh memang tidak terlalu ada perubahan berarti sih, hanya karena kebiasaan baru jadi rasanya masih aneh. Mungkin jika ada perubahan memang mengenai pola pikirku mengenai kehidupanku di bumi. Seakan-akan aku diperlihatkan dengan jelas bahwa kehidupanku di bumi 3 dimensi inilah yang adalah ilusi.
Mengapa ilusi ?
Karena kehidupan Yessi Oktivia Nurtanti Widodo ini hanya tertempel pada jasadku, segala materi dan pengakuan yang ku rasa aku dapatkan sesungguhnya bukan milikku, namun milik jasadku saja. Jika aku memilih untuk meninggalkan jasad ini pun, materi dan pengakuan yang ku rasa aku dapatkan itu akan tertinggal bersama jasadku.
Lalu apa yang aku peroleh ?
Yang aku peroleh adalah Pengalaman..
Pengalaman tentang menjalani kehidupan Yessi-lah yang akan terus aku ingat selamanya.
Maka dari itu, saat ini aku sangat menikmati pengalaman yang aku rasakan di kekinian. Apa pun yang terjadi denganku, termasuk hal-hal kecil seperti melihat burung terbang di langit pun sangat aku syukuri dan nikmati. Akhirnya ini lah yang menarik banyak kebahagiaan di kehidupanku di bumi saat ini.

Because life in earth is role-playing game, please cherish your experience in here~ ^^


Monday, March 31, 2014

Berada Pada Dimensi Lebih Tinggi

Akhir-akhir ini aku merasa ada suatu hal yang aneh.
Awalnya aku kira gara-gara aku keseringan minum kopi, namun dipikir dan dirasakan lagi sepertinya bukan. 

Seperti yang telah diketahui bahwa bumi kita sedang menyelaraskan diri untuk naik dari kepadatan dimensi ke-3 menjadi berada pada kepadatan dimensi ke-5. Kejadian ini sangatlah alamiah dan sudah diramalkan oleh banyak suku primitif di seluruh dunia. Kenaikan ini sebenarnya biasa dilakukan oleh manusia, biasanya dengan merasakan kematian. Namun saat kematian itu masih termasuk ke kenaikan pada dimensi ke-4. Kejadian kenaikan saat ini pun cukup menakjubkan, karena manusia yang ada di saat ini diberi kesempatan untuk mengalami kenaikan tanpa melewati kematian. Semua manusia mendapatkan kesempatan yang sama, namun karena manusia memiliki kebebasan untuk memilih jadi ya tinggal memilih saja untuk ikut atau tetap pada dunia dimensi ke-3 yang sudah akan hancur dan selanjutnya mengalami kenaikan dengan cara melewati kematian.

Proses kenaikan pun hanya dapat dirasakan secara pribadi. Karena alam semesta ciptaan Tuhan ini memang mengutamakan pengalaman, maka pengalaman pribadilah yang sangat utama. Sehingga untuk bersandar pada pengalaman orang lain, akan menimbulkan kebingungan karena tiap manusia memiliki pengalaman yang berbeda.

Lalu apa yang aku rasakan saat ini ?
Sebenarnya aku juga masih belum tahu saat ini secara jelasnya aku sudah berada di kepadatan dimensi ke-4 atau dimensi ke-5. Namun aku akan menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini.

Pertama, kebutuhan rasa mengenai suatu kegiatan menjadi hilang. Keterikatan rasa pada suatu materi menjadi hilang sepenuhnya. Seakan-akan hidupmu menjadi tidak ada beban, yang ada adalah rasa keberadaan pada saat sekarang. Sehingga entah mengapa waktu terasa tidak mempengaruhi atau bahkan jika kita membutuhkannya maka waktu akan mengembang dengan sendirinya. Mungkin ini yang dinamakan keabadian. Keterikatan dengan waktu hanya ilusi yang terasa pada dimensi ke-3. Jika sudah berada pada dimensi yang di atasnya maka waktu menjadi tidak terlalu berarti lagi. Mengenai hilangnya keterikatan rasa pada suatu materi aku dapat merasakannya juga pada indra pengecapku. Sehingga aku menjadi sangat jarang makan, karena kebutuhan makan yang kurasakan adalah agar menambah energi dan maag tidak kambuh. Makanan yang ku makan pun menjadi sangat sedikit sekali porsinya. Lalu aku pun menjadi sangat pemilih, maksudnya aku hanya memakan yang ingin aku makan saja. Sehingga tentu saja kopi tidak pernah absen dari hari-hariku.

Kedua, keinginan memberikan sesuatu berlandaskan cinta kasih. Sepertinya aku menjadi ingin sekali memberikan sesuatu ke orang lain yang bisa dan biasa aku lakukan. Pernah aku berbicara dengan Tuhanku mengenai sumber daya bumi yang sebenarnya tidak terbatas. Bahwa jika semua manusia merasa kebutuhan mereka hanyalah untuk memberikan sesuatu bagi lingkungan dan manusia lainnya maka sumber daya bumi menjadi tidak terbatas. Lalu bagaimana cara memenuhi kebutuhan pribadi diri sendiri ? Jika semua manusia kebutuhannya hanyalah memberi, maka kebutuhan manusia tersebut pun memang sudah terpenuhi dari pemberian manusia lain. Ternyata ini lah yang seharusnya manusia alami di bumi ini. Namun sayangnya beberapa makhluk ciptaan Tuhan yang lain ada yang agak menyusahkan kita karena ke-iri-an mereka akan kemampuan kita. Jadinya mereka yang dapat berkomunikasi dengan manusia memberikan tipu muslihat mereka untuk menjebak kita dalam kehancuran seperti ini. Maka dari itu, kenaikan dimensi bumi ini telah menjadi keputusan Tuhan untuk menjaga kita.

Ketiga, aku semakin bisa bertemu dengan manusia lain dengan tubuh mereka yang asli. Biasanya sih saat jasadku sedang tertidur. Seringnya aku bertemu dengan BiibopH sih, melihat bagaimana tampan dan gagahnya. Lalu melihat sikapnya yang sangat baik dan perhatian padaku seakan-akan hal yang terpenting baginya adalah diriku. Ketampanan, baik, jujur, dan sangat optimis dari dirinya yang membuatnya mudah disayang oleh orang lain. Sayangnya di bumi ini, sifatnya yang asli terkukung oleh pengalaman yang mempengaruhi tubuhnya. Sehingga ya dia kelihatan sekali seperti orang stress yang banyak pikiran dan kesedihan. Saat aku bertemu dengannya ingin aku menyadarkannya bahwa dirinya bukan seperti itu. Namun ia belum sadar bagaimana dirinya yang sebenarnya karena belum terkoneksi dengan baik dengan kesadaran jiwanya. Jadinya aku ungkapkan keluhanku saat aku bertemu dengannya di dunia lain, ia selalu menjawab dengan cengiran yang berarti : "mau bagaimana lagi ? aku telah memilih pengalaman seperti itu" 
err..kalau kayak gitu aku pun tidak bisa berkomentar lagi.
Ya sudahlah...

Sebenarnya banyak yang aku rasakan namun aku masih dalam proses mengalaminya sehingga masih belum bisa aku ceritakan. Mungkin di lain kesempatan ketika pengalaman tersebut dapat diambil hikmahnya.
Selamat datang dimensi baru~
Selamat menikmati kebenaran sejati tentang manusia yang sesungguhnya. ^^



Sunday, February 23, 2014

"Jadi Arsitek Akan Masuk Neraka Dong ?"



Sebuah pertanyaan polos dariku.
Sayangnya diriku tidak sepolos itu.
Akhir-akhir ini sedang ada sesuatu yang booming di Facebook, yaitu artikel tentang Haramnya Menggambar Sesuatu Yang Hidup. Seperti yang diketahui bahwa melakukan sesuatu yang haram maka berdosa dan masuknya manusia ke dalam neraka.
Aku pun menjadi geleng-geleng kepala dibuatnya.

Suara hatiku berkata, jangan dihakimi.

Aku percaya sesuatu itu relatif. Yang benar belum tentu benar, maka yang salah pun belum tentu salah.
Menurutku yang ada hanyalah pemahaman pribadi. Tentunya kata-kata pun memiliki arti besar.

Kata-kata itu adalah alat komunikasi yang paling tidak efektif. Karena sering disalahpahami. Maka dari itu, komunikasi yang paling sering Tuhan lakukan ke kita adalah dari pengalaman. Seandainya berakhir dengan kata-kata itu berarti manusia saat itu sedang saking depresinya mengenai kehidupannya (termasuk kondisi lingkungan di saat itu) dan Tuhan pun dibutuhkan sekali sehingga harus berkomunikasi dalam bentuk kata-kata yang biasa kita kenal dengan wahyu.

Sayangnya suatu ajaran tertentu yang memang berasal dari kata-kata Tuhan, sering kali salah dipahami oleh manusia. Apalagi kata-kata Tuhan mungkin akan berbeda sekali pemahamannya jika kata-kata tersebut ditujukan untuk masalah suatu kaum di suatu zaman dulu sekali, dengan kita yang ada di zaman ini. Namun anehnya yang di zaman sekarang ini menerjemahkannya mentah-mentah layaknya kata-kata Tuhan tersebut ditujukan untuk kondisi sekarang yang tentunya berbeda dengan kondisi dahulu.

Terkesan sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Tapi ya karena dianjurkan untuk mengesampingkan penghakiman, aku berpikir positif bahwa mungkin kesadaran kolektif saat ini pemahamannya baru sampai segitu saja. Jadi karena semua hal itu relatif, berarti masih ada suatu yang baik di balik itu kan ? Makanya tenang dulu saja...jangan biarkan ketakutan akan dosa menghantui ya~

Dahulu, Tuhan yang aku kenal adalah Tuhan yang Penghukum. Dari segala nasehat orang tua, guru mengaji, guru agama, ceramah di sana-sini, selalu semuanya sama. Bahwa jika tidak menyembah Tuhan dengan melakukan ritual seperti di rukun Islam, maka kita akan berdosa, dan dosa-dosa yang berkumpul banyak akan membawa kita kepada panasnya api neraka. Sehingga kata-kata "selalu takut akan Tuhan" itu selalu terngiang-ngiang di kepala dan membuat emosiku selalu negatif karena takut. Terdapat kontradiksi juga bahwa Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Tahu, Maha Tinggi, dan segala macam Maha lainnya.
Kalau Tuhan itu Maha segala, lalu mengapa butuh manusia menyembah padanya ?
Kalau Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang, mengapa tega sekali menghukum kita, manusia yang tidak bisa apa-apa ?
Kalau Tuhan itu Maha Tahu, seharusnya Tuhan sudah tahu kan bahwa kita manusia ini pasti bisa lengah hingga melakukan kesalahan dan menjadi berdosa ?
Kontradiksi ini membuatku bingung, marah, sedih luar biasa, lalu aku pun menjadi benci dengan Tuhan. Kebencian ini tidak muncul begitu saja. Semua itu adalah kumpulan rasa di mana mengapa kemarin-kemarin aku mendapat kejadian yang tidak mengenakan. Aku merasa sudah berusaha keras untuk mengikuti kuliah di ITB, aku merasa sudah di jalur yang benar, tapi aku dijatuhkan terus dengan sakit ini lah sakit itu lah. Ditambah tekanan dari orang tua. Belum lagi, aku sempat hampir dipisahkan dari BiibopH di mana kami baru saja memulai hubungan. Aku yang selalu rajin beribadah, menghindari sekali berbuat kesalahan agar tidak menambah dosa, dan berjuang keras dengan yang aku kerjakan, malah terus dihantam banyak sekali masalah.
Aku bingung, sedih, dan marah. Aku menganggap Tuhan sangat jahat, Mengapa Ia tidak menolongku ? Apakah aku tidak cukup menyembah-Nya ? Mengapa semakin aku berusaha semakin aku sudah pasrah, masalah malah semakin banyak ?
Saat itulah aku benci dengan Tuhan.
Ditambah lagi aku benci dengan orang-orang sok alim yang menasehati terus tapi mereka juga masih tetap munafik.

Namun tahukah bahwa benci itu memiliki perbedaan tipis dengan cinta ?

Saat ini aku bersyukur sekali bahwa aku pernah membenci Tuhan. Saat kebencianku yang dalam itu membuatku seakan-akan menutup buku dari doktrin-doktrin agama yang lebih memberikanku hal negatif daripada positif. Saat kebencian, kita makin ingin tahu kekuatan yang kita benci ini.
Aku mencari tahu, membaca semua buku agama layaknya anak kecil lagi yang polos dan tidak tahu menahu tentang "Siapa itu Tuhan ?"
Bukan hanya buku agama sendiri, aku pun mencari tahu tentang agama orang lain, semua agama besar yang ada...namun aku masih belum puas karena merasa mereka sama saja. Doktrin di sana, doktrin di mari, merasa semuanya benar.

Berakhir di saat kesedihanku karena harus meninggalkan Bandung dan kembali ke Tangerang.
Kata-kata, "Tuhan itu sebenarnya sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada urat nadi", membuat pencarianku di luar tubuhku terhenti dan aku mulai mencari di dalam diri.
Jika Tuhan memang dekat, berarti memang Ia juga berada di dalam diriku. Mulai dari itu setiap apa pun yang aku lakukan aku selalu berbicara padanya, serius, kadang bercerita kebahagiaan yang aku anggap adalah usahaku sendiri dan meremehkan-Nya, kadang bercerita kesedihanku dan kemarahanku lalu memaki-Nya.. Kebanyakan memang pelampiasan kebencianku sih, namun anehnya aku merasa Dia mendengarkanku. Meskipun Ia tidak membalas dengan kata-kata, tapi aku merasa bahwa ada suatu keberadaan seakan-akan aku ditemani dan didengar.

Barulah saat itu aku terbawa pada keinginan mempelajari hal-hal spiritual. Padahal aku tidak berminat dan berniat sekali pada awalnya. Mungkin aku memang sudah memasuki dunia spiritual, tapi aku tidak memaknainya sebagai suatu hal yang penting. Apalagi hal ini ku kenal sangat bertolak belakang dengan ajaran agama. Saat itulah, makin banyak pengalaman yang membawaku makin mengenal Tuhan. Kebencianku yang luar biasa, berpindah menjadi jatuh cinta yang sangat dalam dengan Sang Penciptaku. Bahwa Dia tidak seperti yang aku pikirkan sebelumnya, bahwa semua hal yang terjadi padaku adalah cara-Nya "menggoncangkan"-ku untuk sadar akan diriku dan hubunganku dengan-Nya.
Ketika itu pun aku merasa hidupku makin baik, lebih baik bahkan, aku merasa seperti diberi kehidupan baru.

Seperti yang ku katakan di awal, untuk kasusku. Tuhan tidak berkomunikasi denganku layaknya kata-kata, karena kata-kata dapat disalah artikan. Meskipun aku sering diberi jalan untuk membaca artikel atau buku-buku tertentu (karena aku memang senang membaca buku). Tuhan berkomunikasi denganku lewat pengalaman dan perasaan dari hati. Pengalaman dan perasaan tersebut juga sangat sesuai dengan tingkat pemahamanku, sehingga aku dapat mengambil hikmahnya.

Kembali ke unsur dosa. Ternyata Tuhan bukanlah Penghukum yang aku bahkan banyak orang mengira. Karena banyak ajaran berkata bahwa Tuhan mencipta manusia sesuai dengan citra-Nya, bukan berarti kita memberikan citra manusia kepada Tuhan.
Penghukum adalah citra manusia yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Karena ketakutannya membuatnya menghukum seseorang yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Citra manusia tersebut sangat tidak sesuai diberikan dengan Sang Pencipta.
Tuhan adalah suatu dzat Maha Besar.
Di mana kita manusia adalah bagian dari-Nya. Ia adalah Sang Pencipta segala makhluk di alam semesta yang adalah bagian dari-Nya pula. Dalam mengerti akan diri-Nya maka Ia menciptakan manusia dalam bentuk ruh yang diberi tubuh fisik untuk mendapatkan pengalaman dualitas. Alat yang diberinya kepada manusia adalah kehendak bebas untuk mencipta. Tuhan tidak mengatur hidup manusia, manusia sendiri yang mengatur kehidupannya. Namun Tuhan sudah bersiaga jika manusia membutuhkan pertolongan-Nya. Tuhan sangat dekat dan siap membantu kita saat kita merasa salah memilih kehendak. Benar-benar Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Serta juga yang Tuhan inginkan adalah agar manusia menyadari keberadaan-Nya, bahwa manusia juga adalah bagian dari diri-Nya yang satu. Kehendak bebas yang diberikan Tuhan yang menarik manusia pada hal baik atau pun buruk, yang anehnya di mata Tuhan, kedua hal tersebut adalah baik. Karena kedua hal tersebut dapat memberikan pengalaman bagi ruh manusia untuk berkembang. Mungkin ini lah hal yang tersirat dari surga dan neraka. Kedua hal ini bukanlah tempat, namun adalah kondisi. Layaknya ketika kita senang atau pun sedih, hanyalah kita saja lah yang merasakannya.
Mengenai Ruh manusia, mereka tidak mengenal yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Maka dari itulah kita sebagai manusia harus berhati-hati. Karena jika kita selalu berbuat hal buruk yang biasanya didasari dari ketakutan, maka akan terus menempel pada ruh sehingga ruh merasa bahwa dirinya berada di suatu hal buruk yang dianggapnya sebagai neraka. Baiknya kita selalu mendasari perilaku kita dengan cinta kasih yang akan terus lekat dengan ruh kita yang selalu merasakan kebaikan sehingga rasanya seperti di surga.

Ketakutan ini lah yang harus kita kenali dan atasi. Bahkan ketakutan akan Tuhan sekali pun. Berprasangka baiklah, karena Sang Pencipta kita bukanlah penghukum seperti yang dikira. Ketakutan malah akan membawa hal buruk ke diri kita khususnya ruh kita. Maka dari itu segala sesuatu entah pikiran, kata-kata, atau perbuatan, dasarilah dengan cinta kasih agar kebaikan akan selalu dekat dengan kita dan membuat hidup kita terasa indah~

Pemahamanku ini aku dapat dari pengalamanku. Keyakinanku adalah pengalaman spiritual ini berbeda pada tiap-tiap orang. Sehingga kita tidak bisa memaksakan suatu pemahaman pribadi atau bahkan suatu ajaran kepada orang lain. Lebih bijaknya, berilah tuntunan agar orang lain dapat mengalami spiritualitasnya dalam memahami dirinya sendiri.
Hal yang paling dasar menurutku adalah untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta.
Serius.
Karena Tuhanlah yang sejatinya paling mengerti dirimu. Tidak perlu jauh-jauh mencari di luar, lihatlah ke dalam diri, Ia sangat dekat sekali denganmu.
Berteman baiklah, maka Ia akan memberi tahu segala rahasia-Nya.

Bagaimana dengan agama ?
Aku tidak menyalahkan agama, karena aku tahu agama itu sangat baik karena berasal dari Tuhan juga. Ritual di dalamnya adalah jalan menuju pencerahan untuk dekat dengan-Nya dan jalan tersebut bukan hanya satu. Jika ada suatu hal yang aneh dengan sistem ajaran, aku menganggapnya sebagai suatu miskonsepsi dari pemahaman manusia yang perlu dibenahi. Jadi sesuatu yang salah pun memang belum tentu salah, karena ada hal baik di dalam kesalahan tersebut yaitu pengalaman bagi manusia untuk berkembang.

Saat ini pun aku masih dalam proses menambah banyak pengalaman untuk ruh-ku berkembang. Banyak hal yang ingin aku pelajari. Semakin dekat dengan Tuhan, ketidakmungkinan menjadi hilang, dan pengetahuan yang tersembunyi makin terungkap. Aku pun semakin bertanggung jawab pada pikiran, perkataan, dan perbuatanku yang mempengaruhi kehendak bebas. Agar ruhku akan terus merasakan indahnya surga pada pengalaman apa pun yang dilaluinya. (◦'⌣'◦)


Sunday, February 16, 2014

Aktifnya Beberapa Gunung Berapi di Indonesia



Kejadian 2 gunung berapi di Indonesia yang bergejolak akhir-akhir ini, menyadarkanku bahwa bumi sedang menuju dalam proses kenaikan dengan menyelaraskan frekuensinya.

Pertama-tama aku ingin meluruskan dulu bahwa aku bukanlah orang yang religius. Namun aku sangat menjunjung tinggi spiritualitas, karena pemahamanku tentang Tuhan sudah sangat berkembang. Sang Pencipta-ku (Tuhanku yang kusebut Allah SWT) adalah suatu dzat yang Maha baik, Maha kuat, dan Maha indah, serta selalu menyayangi semua makhluk ciptaan-Nya. Makhluk ciptaan-Nya sangatlah banyak, manusia hanyalah salah satu di antaranya.

Keterbatasan manusia pada sesuatu yang hanya bisa ditangkap oleh kelima indranya. Membuat manusia hanya fokus kepada kehidupan mereka sendiri di dunia 3 dimensi ini. Padahal ada salah satu makhluk ciptaan Allah yang sangatlah baik dan membantu kita terus menerus karena keberadaan dan cintanya yang luar biasa, makhluk tersebut adalah Bumi. Iya, Bumi tempat kita tinggal saat ini atau secara indah kita dapat memanggilnya sebagai Ibu Bumi.

Ibu Bumi secara ikhlas menopang kita manusia hidup di atasnya. Memberikan cintanya yang luar biasa besar dalam bentuk sumber daya berlimpah yang dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita. Namun sayangnya keterbatasan kelima indra kita untuk menangkap serta keegoan manusia yang besar untuk bertahan hidup membuat kita lupa untuk memberikan cinta kasih kembali padanya, sehingga kita merusaknya secara perlahan. Dengan mengambil sumber daya yang ada secara berlebihan, menggunakan teknologi yang berdampak pada kerusakan bumi, mencemarinya dengan sampah-sampah serta teknologi nuklir, dll. Ibu Bumi sangatlah menderita dengan apa yang telah kita perbuat padanya. Namun karena ia diciptakan untuk menyalurkan rasa cintanya yang cukup besar kepada manusialah yang membuatnya masih diam tapi tetap secara perlahan ia mulai berusaha untuk menyeimbangkan keadaannya sendiri, salah satunya dengan bergolaknya inti bumi untuk dikeluarkan dari gunung-gunung di atasnya.

Sebenarnya penderitaan yang Ibu Bumi alami saat ini sudah melewati batasnya. Sehingga Sang Pencipta kita pun seperti sedang mempersiapkan suatu perubahan. Perubahan Ibu Bumi ini bukan hanya kali ini saja akan terjadi, tetapi dahulu pun juga pernah karena ada beberapa bangsa manusia (contohnya pada peradaban Atlantis dan Lemuria) yang sudah maju namun senang berperang membuat kerusakan parah di muka bumi. Akhirnya Allah menolong Ibu Bumi dengan membuat suatu perubahan, menenggelamkan bangsa manusia tersebut dengan air bah yang kita sudah kenal ceritanya dalam kisah Nabi Nuh As.

Untuk saat ini perubahan apa yang akan terjadi, kita tidak tahu pasti. Namun beberapa informasi dari saluran-saluran terkait dengan malaikat utama Allah sudah mulai terdengar bahwa jiwa Ibu Bumi akan naik dimensi menuju dimensi ke-5. Semua yang berada di dalamnya pun dengan sangat terbuka diundang untuk ikut. Seperti tumbuhan dan hewan, karena mereka ciptaan Allah yang penurut (maksudnya mereka selalu bertugas sesuai dengan tujuan penciptaannya mereka) maka mereka akan mudah naik bersama Ibu Bumi.

Nah sekarang bagaimana dengan manusia ?

Manusia memiliki berkah yaitu akalnya yang luar biasa serta kehendak bebasnya. Kehendak bebas ini lah yang dapat memberikan manusia pilihan untuk ikut atau tetap bersama Bumi Tua yang lambat laun akan hancur karena jiwa Ibu Buminya sudah naik meninggalkannya dalam dimensi ke-3. Cara kenaikannya pun aku belum tahu pasti, apakah jiwa kita akan meninggalkan tubuh kita ini atau bagaimana ? Daripada kita fokus ke memikirkan caranya, aku lebih fokus kepada memantaskan diri. Apakah kita sudah pantas untuk naik bersama Ibu Bumi menuju Bumi Baru dan memulai peradaban baru ? Kepantasan itu tidak dapat kita ukur dengan kuantitas yang terbatas pada kehidupan 3 dimensi kita.
Lebih kepada kualitas diri, apakah sudah cukup spiritualitas kita ?

Tanyakan kembali pada diri, bagaimana hubungan diri dengan Sang Pencipta ?
Apakah hanya sebagai penyembah untuk meminta dan memohon ampun atas dosa namun akhirnya terus mengulang dosa yang sama dan meminta materi terus karena tidak pernah puas ?
Apakah melakukan ritual keagamaan hanya agar tidak dikira berbeda atau pun dicemooh sebagai kafir ? 

Kuncinya memang untuk menaikan spiritualitas diri dengan berteman baik dengan Allah Sang Pencipta kita. Karena saat kita sudah berteman baik, maka Ia pun akan membuka rahasia-Nya yang luar biasa.

Kejadian bencana akhir-akhir ini pun menjadi seperti pertanda, bahwa memang Ibu Bumi sudah mulai bekerja akan perubahannya. Bagi yang sadar, ini adalah sambutan yang menyenangkan. Maka dari itu bersiap-siaplah dengan memberikan banyak cinta kasih kepada semua makhluk. Sehingga kita dapat memantaskan diri untuk bersama Ibu Bumi membuat perubahan menuju kehidupan semua makhluk ciptaan Allah yang lebih baik.


Saturday, October 5, 2013

Di balik kengerian Insidious Chapter 2

Sabtu lalu, BiibopH bertamu ke rumahku. Setelah beberapa minggu lamanya tidak bertemu, hatiku senang sekali saat bertemu dengannya. :")
Akhirnya diputuskan bahwa kami akan menghabiskan hari itu dengan menonton film.


Aku memang sangat suka menonton film, karena dari film selain bisa menghibur diri juga kadang bisa mendapatkan maksud mengenai hal-hal tertentu. Salah satu genre film yang aku suka adalah film horror. Setelah nonton The Conjuring, terdengar kabar bahwa pertengahan September 2013 akan rilis sekuel dari film Insidious yaitu Insidious chapter 2. Maka film ini masuk ke dalam daftar film yang ingin sekali aku tonton. Untung saja, BiibopH mau menemani juga nonton film ini. Padahal dia paling kurang suka film horror. Kadang kalau menonton film horror dengannya, terlihat bahwa dia selalu pura-pura menengok ke arahku biar tidak melihat adegan yang menakutkan. Lucu juga. :p Film horror termasuk ke dalam hal yang sublime. Dosen Pengantar Arsitektur, Pak David, bertutur bahwa hal yang sublime lawan dari hal yang memiliki beauty (keindahan). Hal yang memiliki keindahan, itu jika dilihat, ia hanya sekedar sebagai suatu objek yang menarik. Sedangkan hal yang sublime itu jika dilihat akan menimbulkan suatu rasa tertentu, biasanya yang paling berpengaruh adalah yang menggugah rasa negatif di diri kita seperti kengerian, sesuatu yang seram, menakutkan, membuat perasaan tidak enak, dll.



Nah sekarang mari masuk ke ranah film Insidious Chapter 2 ini. Yang akan aku bahas bukan mengenai sinopsis atau jalan cerita keseluruhan. Hanya hal-hal yang menarik di belakang itu semua, yang telah disusun apik secara sengaja mungkin oleh story writer atau pun sutradara, atau pun hal-hal yang tidak sengaja tersusun namun tiba-tiba mengirimkan maksud tertentu yang menggugahku. Namun mungkin akan banyak spoiler yang terlihat, jadi bagi yang belum menonton tapi kurang suka spoiler wah disarankan berbesar hati membaca tulisan ini yaa~ :p

Hal pertama yang menarik adalah rumah yang ada di dalam film. Ada dua rumah yang menonjol di film ini yaitu rumah keluarga Josh Lambert (yang menonjol sekali di film pertamanya) dan rumah Ibunya Josh Lambert, Lorraine Lambert. Di dalam cerita, karena rumah tempat tinggal Josh itu terasa dihantui oleh banyak hantu orang yang sudah meninggal lalu Josh dan keluarganya pindah ke rumah yang lebih kecil pun sama saja, akhirnya pindah lagi dan tinggal bersama Ibunya Josh. Tipikal rumah yang ada di film itu adalah bergaya rumah-rumah Amerika di zaman dulu. Material yang dipakai sebagai fasad itu kayu yang tersusun rapi. Di rumah yang pertama, terlihat mungkin ada 4 lantai. Dari lantai dasar, yang ada pintu masuk utama dan area publik (ruang tamu) serta semi publik (ruang keluarga, ruang makan, dan dapur). Lalu lantai 2 di atasnya adalah area privat keluarga karena berisi beberapa kamar tidur. Lantai 3 mungkin area loteng. Serta di bagian bawah lantai dasar biasanya terdapat basement untuk menyimpan barang.


*old creepy house..hiiyyyy* 

Padahal aslinya tidak begitu seram kok.


*cuma rumah biasa dengan bentuk yang unik*

Untuk rumah kedua yaitu rumah Ibunya Josh. Juga memiliki tipikal gaya yang sama, Old-American House.



Cuma terlihat bentuknya lebih sederhana. Mirip seperti bangunan kastil, terlihat masif dengan sedikit bukaan. Serta terdapat hirarki dari bentuk itu karena adanya bentuk seperti menara di bagian salah satu sisinya.


Untuk fungsi ruangnya sama seperti yang terdapat di rumah yang pertama. Jika sudah melihat filmnya, akan lebih jelas terbayang beberapa ruang yang ada di rumah ini. Di rumah ini sepertinya terdapat 4 lantai. Lantai dasar dari pintu masuk utama kita akan melihat void seperti lobi, lalu sebelah kiri sejajar dengan pintu ruang tamu terdapat tangga menuju ke lantai 2. Sedangkan lurus ke depan terdapat jalur sirkulasi menuju ruang makan dan dapur yang ada di area belakang rumah. Di bagian kanan terdapat ruang piano, karena berisi sebuah grand piano yang dalam salah satu adegan menakutkan sempat berbunyi dan dikira dimainkan oleh hantu. Ternyata dimainkan oleh Josh yang asli untuk meminta tolong ke istrinya, Renai, tapi karena Renai tak bisa melihatnya jadi dikira benar-benar hantu. Lalu yang di bagian kiri pintu masuk yang terdapat ruang tamu serta ruang keluarga (sepertinya)


*Carl saat bertamu dan menemui Josh (isinya bukan Josh yg asli)* 

nah ini salah satu adegan menakutkan saat Renai melihat salah satu hantu yang ternyata Ibunya Parker Crane, hantu jahat yang merasuki badannya Josh.


Sebenarnya yang menggelitik pikiranku adalah adanya lemari di depan sofa itu. Apa ya fungsinya ? O_Oa Apakah itu termasuk ruang keluarga ataukah hanya sekedar ruang baca misalnya ? Soalnya benar-benar tidak ada sekat terlihat antara ruang tamu dan daerah ruang tersebut. Terlihat ada ruang tersendiri adalah karena arah peletakan sofa duduk yang mengarah ke lemari. Uniknya di bagian ruangan tersebut juga terdapat pintu lagi yang menuju ke jalur sirkulasi utama dari area pintu masuk menuju dapur. Lalu ruang rumah yang juga menarik adalah area basement yang ternyata bukan hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang, juga tempat mencuci karena ada mesin cuci serta mesin pengering baju.

Selain rumah, terdapat ruangan yang diekspos dalam film yang cukup menarik buatku. Pertama adalah sebuah ruang di rumah Elise (paranormal yang baik, sudah meninggal, hanya jiwanya yang hidup di dalam cerita itu) yang cukup memberikan kesan seram, dengan dinding berwarna merah serta lampu yang remang-remang. Terdapat beberapa perabotan dan tv yang terletak di depan dinding ruangan. Di tengah ruangan terdapat meja berbentuk lingkaran dan kursi yang mengitarinya.


Pokoknya kelihatan seperti ruang peramal. Ditambah ada patung kayu dengan masker yang sepertinya suka dipakai untuk menjadi medium sesuatu. Ruangannya makin terasa lebih seram. Nah karena efeknya inilah makanya ruangan ini termasuk ruangan yang menarik.
Kedua adalah ruangan di rumah Parker Crane (pembunuh yang berdandan jadi wanita memakai gaun pernikahan berwarna hitam), yaitu ruang tidur saat dia masih anak-anak. Karena Ibunya seperti punya penyakit psikologis (kita akan bahas selanjutnya~), maka Parker ini dulunya pada saat masih kecil harus berdandan menjadi perempuan dan kamarnya pun kesannya feminin sekali.
Wallpaper dinding kamarnya menarik. Lalu juga ada rumah boneka juga. Tempat tidur yang desainnya sangat imut, dengan gorden penutup jendela berwarna merah muda gelap yang sangat harmonis memberikan kesan feminin dan imut untuk anak perempuan.


*nah ini pas masih mendingnya* 



*nah ini ceritanya pas saat ini, kamarnya sudah tidak ditempati berpuluh tahun lamanya. Serem juga yaaa* 

Oke, cukup dari segi arsitektur. Kita menuju ke hal yang kedua, yaitu dari sisi psikologis. Bagiku terlihat bahwa masalah psikologis utama yang menonjol di film ini adalah yang dialami Ibunya Parker Crane, kita sebut saja Mrs. Crane. Mrs. Crane ini seperti memiliki penyakit psikologis yaitu salah satu mekanisme pertahanan diri berlebihan yang dilakukannya akibat pengaruh suatu hal terhadap egonya. Mrs. Crane memarahi Parker karena membuat gambar untuknya namun dengan tulisan "dari Parker Crane". Yang ia mau Parker itu adalah anak perempuan bernama Marilyn, sedangkan jelas-jelas Parker adalah anak lelaki yang diberi nama Parker oleh ayahnya. Mrs. Crane telah melakukan Denial, salah satu jenis mekanisme pertahanan diri menurut Freud yaitu penolakan terhadap suatu hal yang bertolak belakang dengan keinginan orang tersebut. Entah karena alasan lebih ingin anak perempuan daripada lelaki, atau pun juga bisa saja suami dari Mrs. Crane mengkhianati sehingga membuatnya dendam setengah mati dan dendam kepada lelaki sehingga membuat anak lelakinya harus berdandan seperti perempuan. Pola asuh dari Ibu yang memiliki penyakit psikologis pun berpengaruh besar pada psikologis anaknya, ini yang terjadi pada Parker. Karena sering dikasari Ibunya saat masih kecil, dia pun mengasari perempuan dan membunuh banyak perempuan untuk memuaskan egonya. Saat adegan dia dikasari Ibunya itu ia masih kecil, mungkin berumur 3-6 tahun. Umur yang masih memasuki tahap ketiga dalam perkembangan manusia, yaitu di mana Initiative vs Guilt (Inisiatif bertarung dengan Perasaan Bersalah). Seringnya dikasari membuatnya mendapat Guilt, yaitu terus merasa bersalah, sehingga saat sudah dewasa pun dia masih membawa hal negatif Guilt itu dari waktu masih kecil. Akhirnya dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, malah jadi hantu dan merasuki tubuhnya Josh Lambert. Intinya bagi kita perempuan, yang memang sudah serta akan ditakdirkan menjadi ibu, harus menjaga kesehatan sisi psikologis kita. Karena kita yang akan lebih banyak berinteraksi dengan anak kita, dan kesalahan sedikit dalam mengasuh saat mereka masih kecil akan berpengaruh besar pada hidup anak kita nantinya.

Selanjutnya hal ketiga yang menarik adalah sistem waktu. Diceritakan saat di dunia astral projection, tempat Josh asli terperangkap karena tubuhnya dikuasai Parker. Josh bisa berada di masa lalu saat dia masih kecil, atau pun bisa ke masa lalu saat adegan di film pertama Insidious. Aku juga pernah mendengar akan hal ini bahwa di dunia Jin, ini adalah alasan mengapa mereka bisa memindahkan materi dengan cepat atau pun mengadakan materi dengan begitu cepat sebenarnya karena hanya dunia kita ini lah yang kita rasakan bahwa kita terbatas akan waktu. Padahal mungkin saja itu hanya perasaan kita. Mungkin saja waktu itu hanyalah ilusi. Waktu itu tidak ada. Makanya banyak orang-orang dari sisi spiritualitas berkata bahwa nikmatilah waktu saat ini. Iya jadi hiduplah di saat ini, tidak perlu merisaukan masa depan yang belum terjadi atau pun menyesali masa lalu yang sudah lewat. Manusia yang sebenar-benarnya adalah yang hidup di saat ini. Hal ini yang banyak dilupakan oleh manusia. Jadi apakah masih ingin diperbudak waktu ?

Semoga tulisan ini menginspirasi.
Semua hal ini banyak menunjukan pikiran dan pendapat pribadi, jadi jika ingin menyanggah, berkomentar, memberikan kritik maupun saran, wah dengan senang hati diterima. Semoga pula penikmat film jadi tidak hanya sekedar menikmati, namun jadi perhatian pada hal-hal yang detail tentang yang ada di film yang sedang ditonton. :)


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...