Showing posts with label seminar. Show all posts
Showing posts with label seminar. Show all posts

Friday, February 26, 2016

Transforming Lives - Human & Cities Seminar

Hari Kamis, 25 Februari 2016 kemarin, beberapa mahasiswa dari jurusan arsitektur dan desain interior Universitas Pelita Harapan menghadiri seminar Transforming Lives - Human & Cities di auditorium gedung BPPT 2, Jalan Mh. Thamrin, Jakarta.
Aku baru tahu ada seminar ini H-2 sebelum acara seminarnya, itu pun karena diajak teman satu studio. Untukku memang tidak wajib karena yang diwajibkan ikut hanya yang mengambil mata kuliah Arsitektur Perumahan (yang sudah aku ambil semester lalu) dan Studio Proyek Arsitektur B (aku mengambil Proyek Arsitektur A semester ini).


Photo © UPH




Karena acara seminar berlokasi di Jakarta maka tim dari UPH berangkat pukul 7 pagi dan baru sampai ke tempat seminar pukul 8.45 pagi pas banget 15 menit sebelum seminar dimulai. Tapi akhirnya seminarnya juga ngaret baru jam 9.20 dimulai. Yah biasalah kan budaya Indonesia..zzz..


Seminar ini diadakan oleh UPH - School of Design bekerja sama dengan jurusan Arsitektur UI, jurusan Planologi ITB, dan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Tujuannya adalah memberikan inspirasi dan insepsi bagaimana kota bisa berubah menjadi layak huni dengan mengutamakan warga kota agar bisa aman dan bahagia hidup di kota.


Ada 4 pembicara di seminar tersebut. Aku akan menjelaskan siapa mereka dan kesimpulan dari materi yang mereka jelaskan versiku. Jadi kalau ada dari kalian yang mengikuti seminar dan memiliki penangkapan berbeda dari materi yang dibawakan bisa juga menambahkan di kolom komentar yaa~


Sesi pertama ada 2 pembicara yaitu Ms Ame Engelhart dari Skidmore, Owings, & Merril LLP Associate (SOM) (linkedin : Ame M. Engelhart) & Mr. Michael King dari Nelson \ Nygaard Consulting Associates (linkedin : Michael King ) .




Photo © linkedin Ame M. Engelhart


Pembicara pertama yaitu Ms. Ame Engelhart adalah seorang arsitek dan urban planner. Beliau bekerja di SOM cabang kota Hong Kong selama hampir 20 tahun, dan pengalaman kerja secara keseluruhan dalam desain arsitektur, perencanaan kota, dan manajemen proyek sudah lebih dari 29 tahun.
Materi yang dibawakannya dalam seminar adalah tentang LIVABILITY.
Kesimpulan yang aku ambil dari hasil materi yang beliau bawakan adalah bagaimana kita menilai sebuah kota sebagai sebuah entitas kehidupan.
Ada sistem kehidupan di kota yang dapat menjadi pertimbangan utama untuk merancang kota yang lebih layak untuk kehidupan warganya. Untuk merancang sistem urbanisme berkelanjutan, menurut beliau yang harus menjadi dasar utama dalam perancangan adalah mempertimbangkan ekologi daerah setempat ditambah arsitektur yang telah ada dan membangun infrastruktur. Dari ketiga hal tersebut barulah mempertimbangkan pada bidang ekonomi untuk berkembang. Lalu kemudian ke bidang budaya.
Ekologi pada daerah setempat menjadi penting karena manusia butuh akses pada alam (untuk kebutuhan hidup dan relaksasi). Banyak orang Indonesia khususnya Jakarta yang mengira bahwa orang Indonesia malas jalan, tapi jika diberi fasilitas pedestrian yang baik maka akan membuat banyak penduduk lebih memilih untuk berjalan kaki. Lalu juga akses kepada alam perlu ada di dalam kota karena manusia butuh melihat hal-hal yang natural dan bisa diakses dalam 10 menit berjalan kaki. Taman pada kota juga dapat menaikan harga lahan di sekitarnya dan ini sangat bagus untuk bidang ekonomi.





Central Park, New York, USA
Photo © Pinterest


Kemudian pembangunan bangunan di dalam kota dan infrastuktur. Bangunan yang dibangun di dalam kota selayaknya dibangun tidak harus sama karena akan dirasa monoton tidak terlalu enak dilihat. Kepadatan pada kota bisa dimanfaatkan dengan menimbulkan banyak bangunan yang beragam. Dengan melihat suatu kota adalah sistem kehidupan maka pertimbangan ini akan membantu untuk mentransformasi kota menjadi tempat hunian yang baik bagi warganya.




Photo © Nelson Nygaard


Selanjutnya, pembicara kedua yaitu Mr. Michael King adalah "a designer of streets" desainer yang mendesain jalan penghubung pada kota. Beliau bekerja pada bironya tersebut di kota New York, USA. Sudah 20 tahun lebih berkarir untuk merancang jalan dan penghubung pada kota-kota seperti di New York, New Orleans, Buenos Aires, Bangkok, dll.
Materi yang dibawakan adalah BETTER STREETS, BETTER CITIES.
Kesimpulan yang aku ambil dari materi yang dibawakan oleh beliau adalah mengenai perancangan jalan yang baik di dalam kota sehingga penduduk dalam kota lebih senang untuk berjalan kaki dan lebih produktif sehingga mereka bisa lebih bahagia hidup di dalam kota.
Contoh kota yang dibahas dalam materi adalah yang memiliki sistem TOD (Transit-Oriented Development), di mana kota dirancang untuk berkembang sesuai dengan radius adanya infrastruktur transportasi. Jadi penduduk bisa mengakses transportasi dengan 10 menit berjalan kaki (sekitar 800 m) dan/atau 20 menit bersepeda (sekitar 5 km).
Cara yang paling utama adalah dengan TIDAK MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN KENDARAAN PRIBADI untuk pembangunan infratstruktur.
Jadi menurut beliau, dengan membuat jalan-jalan dengan lebar yang besar malah akan membuat penduduk lebih ingin menggunakan kendaraan pribadi. Dan juga dengan membangun area parkir juga membuat penduduk lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Contohnya cerita dari beliau bahwa di New York, keluarga beliau memiliki kendaraan pribadi namun hanya digunakan paling banyak 2 kali seminggu karena ketika membawa kendaraan pribadi yang beliau pikirkan adalah di mana akan parkir. Karena kalau parkir sembarangan maka dendanya cukup besar. Jadi lebih baik membuat jalan yang kecil dan nyaman untuk pedestrian menyebrang jalan.



Transformasi area perempatan jalan di Mexico City, Mexico, dari yang berfokus untuk kendaraan menjadi fokus untuk pedestrian Photo © Pinterest

Fokus utama adalah untuk membuat fasilitas pedestrian yang baik pada jalan.
Di mana beliau memberikan contoh percobaan pada jalan di beberapa kota dengan memberikan bollard sementara warna jingga itu untuk membuat area pedestrian lebih lebar di jalan. Banyak pedestrian yang menilai bahwa hal tersebut membuat mereka lebih nyaman untuk berjalan kaki sehingga mereka akan melewati jalan tersebut lagi dengan berjalan kaki.
Area pedestrian yang nyaman untuk 2 orang lewat adalah minimal lebar sekitar 1,5 m dan jika lebar menjadi 1,8 m itu akan lebih nyaman lagi. Kemudian dengan membuat rem untuk membuat nyaman pedestrian ketika ada perbedaan ketinggian.
Serta dalam perancangan kota butuh desain ruang yang baik untuk menentukan tempat penyebrangan pada perempatan karena banyak area ruang jalan yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan untuk pedestrian.
Perancangan jalan penghubung pada kota yang mengutamakan pedestrian dibanding kendaraan pribadi akan membuat kota menjadi lebih baik, karena penduduk kota akan lebih memilih untuk berjalan kaki. Mereka pun akan semakin sehat, produktif, dan terhindar dari stress karena macet sehingga mereka menjadi bahagia karena kota mereka juga bersih dari polusi kendaraan.


Setelah 2 pembicara mengungkapkan materi mereka ada respon juga dari 2 orang ahli dari Indonesia, yang salah satunya adalah Bu Himasari, dosen ITB yang pernah ngajar mata kuliah Arsitektur Modern dulu. Seperti biasa dalam seminar pasti ada diskusi dan tanya jawab. Dan akhirnya mulai juga waktu istirahat makan siang.
Makan siang gratis siapa yang ga suka ? hahaha
Makanannya enak pulaaaa duhh pantes sih UPH eksklusif banget kalau ngadain acara ya :p


Setelah hampir sejam istirahat maka jam 1 siang mulai kembali sesi kedua dengan pembicara Mrs. Helle Søholt dari Gehl Architects dan Pak Alwi Sjaaf dari School Of Design UPH.




Photo © Gehl Architects


Pembicara ketiga yaitu Mrs. Helle Søholt adalah arsitek, urban designer, dan CEO dari biro arsitekturnya. Beliau bekerja di bironya di Copenhagen, Denmark, yang sudah berdiri dari tahun 2000.
Materi yang dibawakan adalah tentang LIFE BETWEEN BUILDINGS.
Kesimpulan dari materi yang dibawakan beliau adalah dalam perencanaan dan perancangan kota dan arsitektur kita harus berfokus pada kehidupan di dalamnya yaitu penduduknya.
Pendekatan dalam perancangan kota dan arsitektur adalah mengenai kehidupan (Life) lalu berkembang pada ruang yang dibutuhkan (Space) kemudian pada bangunan yang akan dibangun (Buildings). Menurutnya tujuan dari sebuah kota bukan menjadi kota terbaik yang dapat menjadi kebanggaan (Best City) tapi tujuan dari sebuah kota adalah untuk berbagi nilai kehidupan terbaik bagi penduduknya (Shared Value).
Dengan merancang kota untuk penduduknya, maka yang pertama kali dibutuhkan adalah dengan mengetahui penduduknya !
Perilaku (BEHAVIOUR) dan Kebutuhan (NEEDS) dari penduduk yang menjadi pertimbangan paling utama dalam perancangan.
Aktivitas global yang paling disukai oleh manusia adalah melihat manusia lainnya (People Watching). Maka dari itu penduduk butuh ruang publik pada kota yang dapat memfasilitasi aktivitas global ini. Kesannya lucu tapi emang bener sih. Dalam merancang ruang dalam kota juga kita harus memperhatikan social bubble. Jadi ada jarak antar interaksi manusia dan manusia lainnya.




Area pedestrian di kota Vienna, Austria yang menjadi tempat penduduk berkegiatan, jalan-jalan, atau sekedar nongkrong karena manusia adalah makhluk sosial yang senang berinteraksi.
Photo © Pinterest


Untuk membuat ruang kota yang nyaman bagi penduduk maka harus mempertimbangkan untuk mengumpulkan, mengintegrasi, mengundang, dan membuka diri agar penduduk bisa berkegiatan dengan nyaman dan membuat kota menjadi lebih hidup. Contohnya pada desain fasad di mana bangunan memiliki desain fasad yang terbuka langsung ke area jalan dengan beragam desain dapat mengundang orang untuk datang berkegiatan di tempat tersebut sehingga kota menjadi lebih membahagiakan. Hal ini juga dipengaruhi oleh pandangan manusia di mana pandangan manusia secara umum melihat fasad lantai satu bangunan dan lantai bangunan tempat mereka berjalan melewatinya.
Menjadikan perilaku dan kebutuhan penduduk untuk pertimbangan perancangan kota akan membuat kota menjadi layak huni dan membahagiakan untuk penduduk.


Photo © Lippo Karawaci


Selanjutnya pembicara terakhir yaitu Pak Alwi Sjaaf. Beliau adalah Senior Advisor untuk School Of Design UPH, arsitek dan desainer interior.
Dalam materi yang dibawakannya, Beliau ingin memberikan insepsi kepada peserta seminar untuk bermimpi dan mewujudkan kota yang baik dan layak huni bagi penduduk Indonesia.


Macet (yang sudah pasti bikin stress) di Jalan MH Thamrin, Jakarta pas depan gedung BPPT tempat seminar kemarin.
Photo © Pinterest


Masalah kota yang diangkat tentunya dari Ibu Kota Jakarta. Dengan banyaknya masalah kota Jakarta adalah contoh buruk memang tapi dengan rasa keinginan kuat untuk merubahnya menjadi lebih baik dari para praktisi arsitek, akademis, urban planner, developer, pemerintah, dll yang bisa mengusahakan untuk mewujudkan kota menjadi lebih baik semoga dalam beberapa puluh tahun ke depan kita akan melihat kota-kota di Indonesia bisa layak huni dan memberikan kehidupan yang baik bagi penduduknya.


Setelah kedua pembicara ini selesai mengungkapkan materi mereka maka ada diskusi dan respon juga dari 2 ahli dalam negeri. Salah satu ahli yang merespon adalah Pak Baskoro Tedjo (dosen ITB juga) yang dengan kocaknya memberikan respon dengan cerita yang pernah beliau bawakan di mata kuliah Perilaku Lingkungan dulu. Tentang respon yang terjadi karena stimulus, dan jenis respon yang terprediksi dan tidak diprediksi. Juga cerita tentang fungsi Taman Lansia, Bandung yang membuat semua peserta seminar tertawa. Pak Baskoro ini emang kocak banget sih. =))


Penilaianku dari seminar ini adalah seminarnya sangat menarik ! (dan catering makan siangnya enak hahaha~)
Melihat beberapa kasus dan proyek dari luar negeri, memberikan pengetahuan padaku bahwa kota-kota di luar negeri sana yang kita lihat sudah sangat baik saat ini juga melewati proses yang sama dari kondisi kurang layak menjadi layak huni dan membahagiakan penduduknya.
Memberikan harapan juga pada kota-kota di Indonesia untuk sama seperti itu.
Sayangnya saat ini para ahli dalam urban planning dan arsitektur, pemerintah, dan developer masih berjalan sendiri-sendiri. Semuanya masih mengutamakan kepentingan masing-masing.




Taman film di bawah jalan layang Pasupati, Bandung yang dulunya cuma tempat kumuh ga kepake sekarang sudah jadi ruang terbuka publik yang bisa dimanfaatkan untuk nobar film atau pertandingan sepak bola.
Photo © Pinterest


Yang memberikan titik cerah adalah kota Bandung (yay..kota kelahiranku~).
Mungkin karena walikota Bandung saat ini, Pak Ridwan Kamil adalah arsitek dan urban planner sehingga bisa memberikan perubahan signifikan untuk fokus kepada penduduknya agar dapat membuat kota menjadi layak huni, memberikan keamanan dan kebahagiaan bagi penduduk, serta menaikan taraf hidup warganya.


Semoga hal tersebut juga dapat terjadi pada kota-kota di Indonesia lainnya. Sehingga taraf kehidupan warga Indonesia juga naik dan penduduk Indonesia bisa lebih bahagia dan bangga menjadi warga kota di Indonesia.


Semoga menginspirasi~







Friday, October 28, 2011

Improve Your Looks : Beauty Class (part 1)


Improve Your Looks is the seminar which be held by Student Organization of FiKom, Padjajaran University. I knew the seminar when I was browsing Infobdg's tumblr and It was interesting me to join the seminar. From my college, there were me and my friend, Cilsi, who participated in this seminar.

This is the invitation :

This event was held in Aston Tropicana Hotel, Cihampelas, Bandung, Indonesia.
The event was too late than time which written in the invitation. It should be start at 8.00 am, but the show began at 9.15 am.
I waited in front of the Ballroom until more than one hour…huft..

So the show began by MC, then some speech, and the first show was : Beauty Class by Sariayu. It was same with the beauty class that I participated on the end of last year. The goodie bag was same too..


From ecHieadJah

I think, it's really good to us as a women to participate in the beauty class, at least once. Especially, the lifestyle of Lolita require us to always care our self, look fresh, and beautiful :)
In this post, I don't discuss about all the show, I just want to share a little knowledge about hair care, body care (include breast care & miss cheerful), face care, and natural make up for everyday use. In this show, there was a make up demo, but I was too shy to took a picture of me with make up at the event :")

So here we begin :
1. Hair care
It requires because hair is women's crown. We must know about our hair type. There are three hair types : dry, normal, and oily.
a. Dry hair
The charactheristic of dry hair is very dull, vurnerable to loss and fracture, and get branch. For hair ike this, it shall be treated by using a special shampoo for dry hair which can humidify the hair.
b. Normal hair
It's so happy when you have normal hair, because it doesn't have more problem. But we must still care to keep it beautiful.
c. Oily hair
It always looks flatened, dull, and if you don't wash it frequently it can be itching on your scalp and cause dandruff. There were 2 type of dandruff : wet dandruff (just at the scalp) and dry danrdruff. It shall be treated by using a special shampoo for oily hair. If you have dandruff, you must choose anti-dandruff shampoo.

Hair care with using the shampoo is must do once every two days. And followed by using the conditioner to keep the hair stays soft. If you have the scalp problem you can use toner (for hair loss and dandruff). There is a week care, you can use hair mask or hair oil to protect hair from damage and keep your hair colour. And don't forget to creambath, once a month.

2. Body care
a. Body
Our body is a gift from our God, so we must keep and treat its well. The food which you eat is very important to keep the body from the inside. So choosing the healthy food can keep your body looks beautiful from the inside. From the outside, you must treat it well by take a bath twice a day to keep clean. After take a bath, don't forget to use body lotion to keep humidify of skin. Then use body cologne or deodorant to avoid bad body smell when we active to do everything.
Everyweek body care, we must do scrubbing to remove the dead skin in order to unaccumulate and avoid make skin looks dull. Using body scrub, don't rub it up and down but rotate it according to the flow of blood in human hearts. When using the white scrub we can use the palm of the hand, but to use yellow scrub we must using back of the hand, to avoid the palm hand become yellow.
b. Breast
Who don't want the beautiful breast ? Whatever the shape of the breast, we must treat it well. Choosing the right bra, eat healthy food, and everyweek treatments is needed. The treatment are breast massage (with breast massage oil, don't forget to cover the nipple with cotton first) and use the breast mask. Both treatments are for make your breast looks tight, not slack, and not wrinkled, but not to get big breast…hehe
c. Miss Cheerful
This is our most valuable assets. The treatment, we must choose the right underwear (dry and comfortable), daily cleaning, and monthly treatment. On daily cleaning we can use clean water to keep it hygenis. If you're in public toilets, you must bring special tissue to clean it, because the water is not necessarily clean. Using the special foam for Miss Cheerful just only when needed, to keep no whitish. Then when you get your period, you must change pad every four hours. Monthly treatments, you can use ratus treatment to make your Cheerful keep clean and smell good.

3. Face care
For our face, we must take extra care because it exposes every day. Daily care, don't forget to clean it two times a day. And don't forget to clean it before you sleep, to avoid pore covered and cause acne.

To clean make up :
a. Clean the eye and lip make up with make up remover special for eye and lip, why ? Because eye area is quite thin, less humid, and vurnerable to get wrinkles.
b. Use the cleansing milk to clean the entire make up with some face massage (like on the photo below)
*sorry about the bad picture :p*
Clean the cleansing milk with dry tissue, wipe it upward.
c. Then use the facial foam..
d. Then use face toner, by being patted a little in order to get closed pore and our face become fresh again :)

We also need to know our skin type, so we can choose the right product. There are three types of skin : dry skin, normal skin, and oily skin. The treatments are so different : For dry skin, wrinkles are very vulnerable and make up is so hard to get stick, so it requires product with more humid. For normal skin, you can choose any products…but don't forget to take care of it to stay beautiful. For oily skin, there vulnerable to polish, get acne, because the pore are also big so it needs product which can shrink the pores and reduce oil on face.
Weekly treatments, don't forget to facial, we can do it at home. First clen the face, do the face massage, do the scrubbing to take off the dead skin, then use face mask, wait for 10-15 minutes, clean the mask…and you're done !!! XD

4. Make up : Natural
Furthermore, we also must know about make up, specially natural make up for everyday use. The function of this make up can make our face more fresh and beautiful, and to improve our confidence to 100% :p

Natural make up is easy :
-apply the face moisturizer on clean face
-apply the concealer to covers can parts
-apply the foundation on every part on the face, same as applying the moisturizer
-then use face powder to bind it all
-next to eye make up : apply the eyeshadow with your desirable colour on your eyelids, then apply the lighter colour on your brow bone to make highlighter.
-wear thin eyeliner above the eyelashes (can be pencil or liquid)
-wear the mascara to make your eyelashes become more dramatic
-then don't forget to apply blush on your cheeks, to look more fresh
-and the last is : the lipstick !! Use natural colour and if you want to look glamour you can use lip gloss. :)

Tadaaaaaaa !! The make up is done !! XD
I think it is not hard if you always to do it, you can do it less than 10 minutes ;p

Yap, I think it's enough for knowledge from Beauty Class.
And finally we shout :
"Today I am beautiful, Tomorrow I am beautiful, and will be beautiful forever !!" XD

I hope it can be useful for you, Gals ^^

So see U on part 2, we will discuss about : table manner.

See u at next post

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...