Sunday, February 23, 2014

Random Questions #1

Salah satu postingan isengku kali ini diambil saat melihat postingan Peachie di tumblr-nya
Lumayanlah bikin senyum-senyum sendiri saat mengisinya~ ^^

1. If you had to live with 1 person for the rest of your life who would it be?
BiibopH~ ♥ 
Karena dia selalu memperlakukanku layaknya seorang "Princess"~ 
Aaaahnn~ ♥

2. If you had to change your wardrobe to only one colour (it can have other colours in it too but the main colour would be?)
PINK !! 
Ohh I love pink so much ! It's like heaven for meeeee~ 

3. If you could change one thing about yourself (personality or looks) what would it be?
Aku sudah sangat oke dan bersyukur sekali untuk itu~ ^^

4. If you could change your sex or gender would you? If so what would you change it to?
Dulu aku pengen sekali seperti laki-laki, makanya aku sangat tomboy. Namun sekarang bersyukur sekali menjadi wanita, bisa memakai gaun yang cute hihihi ^^ 
Sayangnya memang harus berurusan dengan siklus bulanan, but I'm used to it~

5. Favorite thing in your room?
KASUR !! (OAO)/~ 
Oh rasanya tidak ada yang paling kurindukan saat sudah semalaman begadang mengerjakan tugas 

6. If you could have any animal in the world what would it be?
Kuciiiiinnng~ XD 
Aku dan BiibopH sangat suka sekali kucing, mungkin nanti akan ada satu ruangan khusus di rumah kami untuk kucing tinggal~ :3 

7. Do you have a sempai that you really want to meet?
BiibopH-senpai, NOTICE ME SENPAAAIII !! (OAO)/~ 



8. Is there a talent you wish you had?
Sewing, Lolita Fashion Designing, Coloring with WaterColor, and Playing Acoustic Guitar~ 

9. If you had to listen to one song for the rest of your life what would it be?
Will you marry me - Lee Seung Gi~

10. What kind of street fashion do you wear/want to wear?
Classic Lolita~
Menunggu saat di mana bisa nyaman ke kampus memakai lolita dress..soalnya di sini aku masih sering menggunakan angkutan umum jadi sedikit merepotkan huhu ;_;


Project 1 - Desain Loket Pondok Pemancingan - Pengantar Struktur dan Konstruksi

Minggu ini cukup melelahkan juga karena ada pengumpulan tugas desain dari mata kuliah Pengantar Struktur dan Konstruksi.
Tugasnya adalah untuk merancang beberapa bangunan di dalam suatu proyek Pondok Pemancingan. Setiap orang memilih satu fungsi bangunan yang sudah ditentukan, seperti gazebo, tempat memancing, tempat berjualan makanan, pos satpam, loket, tempat penjualan pulsa, atau pun halte. Desain bangunan tersebut memakai material utama yaitu kayu. Aku pun memilih loket, sebagai area informasi dan tempat membayar biaya pemancingan.

Berawal dari mempresentasikan konsep desain yang diinginkan. Aku membuat sketsa perspektif dari desain loket yang aku inginkan.



Konsepnya : Back To Nature 
Atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah kembali ke alam. Untuk menyatu dengan alam di sekitarnya, karena pondok pemancingan tersebut terletak di lahan yang berbukit dan banyak pepohonan.





Lalu juga terdapat 2 pilihan denah yaitu yang berbentuk bujur sangkar (2,5 m x 2,5 m) atau persegi panjang (3 m x 2 m). Aku mengambil yang denah persegi panjang dengan tampak depan di bagian yang panjangnya 3 m untuk menampilkan kesan penyambutan. Hal ini disebabkan biasanya area loket pasti berada di dekat pintu masuk, sehingga kesan menyambut terasa penting untuk area wisata ini. Atapnya pun disesuaikan dengan memakai atap pelana ditutupi oleh alang-alang agar makin berkesan alami.

Tugas ini khusus untuk mempelajari struktur dan konstruksi dari material kayu. Jadi memang fokus kepada strukturnya dari pondasi sampai ke atap. Pengumpulan tugasnya cukup banyak terdapat 10 gambar yang harus dikumpulkan seperti denah pondasi, denah lantai, denah atap, tampak depan, tampak samping, 2 potongan, denah atap, dan 3 detail. Ditambah untuk presentasi dibutuhkan 1 maket yang memperlihatkan konstruksi sebenarnya. Berikut hasil maket loketku.



pasti banyak yang menyangka maket ini belum selesai, namun sebenarnya ini maket konstruksi jadi ada beberapa bagian tidak ditutup untuk melihat strukturnya.



Agak sedikit heboh saat pengumpulan, karena awalnya aku kira saat melihat contoh yang lain membuatnya tidak memakai alas. Sehingga aku mengikutinya, namun ternyata harus menggunakan alas. Wah langsung panik saat itu karena tinggal kurang dari setengah jam sebelum pengumpulan. Secara sigap aku mengerjakan alas maketnya, sehingga lumayanlah hasilnya. Namun tidak sempat ku foto karena harus langsung dikumpulkan.

Saat presentasi dengan maket, cukup senang pula dengan komentar dosennya. Menarik mengenai tambahan tentang pemasangan atap alang-alang yang pemahamanku masih perlu dikoreksinya. Serta dikatakan pula sangat lumayan bahwa dari hasil karyaku terlihat cikal bakal arsitek hebat nantinya. Rasanya campur aduk, senang juga tapi bingung juga. Karena aku di sana hanya untuk menyelesaikan studiku saja, namun untuk menjadi arsitek hebat yang terkenal masih belum terpikirkan di kepalaku. Mungkin lebih enak, aku sebenarnya ingin menjadi arsitek bagi rumahku sendiri. Bagi keluargaku, di mana aku bisa merancang tempat tinggal yang nyaman dan indah untuk (calon) suamiku, BiibopH dan anak-anak kami. (◦'⌣'◦)

Saat ini, aku sudah mulai memasuki Project 2 yaitu mendesain Weekend House di daerah pinggiran sungai~
Sangat gak sabar untuk melihat hasil akhirnya~ ≧◡≦


"Jadi Arsitek Akan Masuk Neraka Dong ?"



Sebuah pertanyaan polos dariku.
Sayangnya diriku tidak sepolos itu.
Akhir-akhir ini sedang ada sesuatu yang booming di Facebook, yaitu artikel tentang Haramnya Menggambar Sesuatu Yang Hidup. Seperti yang diketahui bahwa melakukan sesuatu yang haram maka berdosa dan masuknya manusia ke dalam neraka.
Aku pun menjadi geleng-geleng kepala dibuatnya.

Suara hatiku berkata, jangan dihakimi.

Aku percaya sesuatu itu relatif. Yang benar belum tentu benar, maka yang salah pun belum tentu salah.
Menurutku yang ada hanyalah pemahaman pribadi. Tentunya kata-kata pun memiliki arti besar.

Kata-kata itu adalah alat komunikasi yang paling tidak efektif. Karena sering disalahpahami. Maka dari itu, komunikasi yang paling sering Tuhan lakukan ke kita adalah dari pengalaman. Seandainya berakhir dengan kata-kata itu berarti manusia saat itu sedang saking depresinya mengenai kehidupannya (termasuk kondisi lingkungan di saat itu) dan Tuhan pun dibutuhkan sekali sehingga harus berkomunikasi dalam bentuk kata-kata yang biasa kita kenal dengan wahyu.

Sayangnya suatu ajaran tertentu yang memang berasal dari kata-kata Tuhan, sering kali salah dipahami oleh manusia. Apalagi kata-kata Tuhan mungkin akan berbeda sekali pemahamannya jika kata-kata tersebut ditujukan untuk masalah suatu kaum di suatu zaman dulu sekali, dengan kita yang ada di zaman ini. Namun anehnya yang di zaman sekarang ini menerjemahkannya mentah-mentah layaknya kata-kata Tuhan tersebut ditujukan untuk kondisi sekarang yang tentunya berbeda dengan kondisi dahulu.

Terkesan sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Tapi ya karena dianjurkan untuk mengesampingkan penghakiman, aku berpikir positif bahwa mungkin kesadaran kolektif saat ini pemahamannya baru sampai segitu saja. Jadi karena semua hal itu relatif, berarti masih ada suatu yang baik di balik itu kan ? Makanya tenang dulu saja...jangan biarkan ketakutan akan dosa menghantui ya~

Dahulu, Tuhan yang aku kenal adalah Tuhan yang Penghukum. Dari segala nasehat orang tua, guru mengaji, guru agama, ceramah di sana-sini, selalu semuanya sama. Bahwa jika tidak menyembah Tuhan dengan melakukan ritual seperti di rukun Islam, maka kita akan berdosa, dan dosa-dosa yang berkumpul banyak akan membawa kita kepada panasnya api neraka. Sehingga kata-kata "selalu takut akan Tuhan" itu selalu terngiang-ngiang di kepala dan membuat emosiku selalu negatif karena takut. Terdapat kontradiksi juga bahwa Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Tahu, Maha Tinggi, dan segala macam Maha lainnya.
Kalau Tuhan itu Maha segala, lalu mengapa butuh manusia menyembah padanya ?
Kalau Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang, mengapa tega sekali menghukum kita, manusia yang tidak bisa apa-apa ?
Kalau Tuhan itu Maha Tahu, seharusnya Tuhan sudah tahu kan bahwa kita manusia ini pasti bisa lengah hingga melakukan kesalahan dan menjadi berdosa ?
Kontradiksi ini membuatku bingung, marah, sedih luar biasa, lalu aku pun menjadi benci dengan Tuhan. Kebencian ini tidak muncul begitu saja. Semua itu adalah kumpulan rasa di mana mengapa kemarin-kemarin aku mendapat kejadian yang tidak mengenakan. Aku merasa sudah berusaha keras untuk mengikuti kuliah di ITB, aku merasa sudah di jalur yang benar, tapi aku dijatuhkan terus dengan sakit ini lah sakit itu lah. Ditambah tekanan dari orang tua. Belum lagi, aku sempat hampir dipisahkan dari BiibopH di mana kami baru saja memulai hubungan. Aku yang selalu rajin beribadah, menghindari sekali berbuat kesalahan agar tidak menambah dosa, dan berjuang keras dengan yang aku kerjakan, malah terus dihantam banyak sekali masalah.
Aku bingung, sedih, dan marah. Aku menganggap Tuhan sangat jahat, Mengapa Ia tidak menolongku ? Apakah aku tidak cukup menyembah-Nya ? Mengapa semakin aku berusaha semakin aku sudah pasrah, masalah malah semakin banyak ?
Saat itulah aku benci dengan Tuhan.
Ditambah lagi aku benci dengan orang-orang sok alim yang menasehati terus tapi mereka juga masih tetap munafik.

Namun tahukah bahwa benci itu memiliki perbedaan tipis dengan cinta ?

Saat ini aku bersyukur sekali bahwa aku pernah membenci Tuhan. Saat kebencianku yang dalam itu membuatku seakan-akan menutup buku dari doktrin-doktrin agama yang lebih memberikanku hal negatif daripada positif. Saat kebencian, kita makin ingin tahu kekuatan yang kita benci ini.
Aku mencari tahu, membaca semua buku agama layaknya anak kecil lagi yang polos dan tidak tahu menahu tentang "Siapa itu Tuhan ?"
Bukan hanya buku agama sendiri, aku pun mencari tahu tentang agama orang lain, semua agama besar yang ada...namun aku masih belum puas karena merasa mereka sama saja. Doktrin di sana, doktrin di mari, merasa semuanya benar.

Berakhir di saat kesedihanku karena harus meninggalkan Bandung dan kembali ke Tangerang.
Kata-kata, "Tuhan itu sebenarnya sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada urat nadi", membuat pencarianku di luar tubuhku terhenti dan aku mulai mencari di dalam diri.
Jika Tuhan memang dekat, berarti memang Ia juga berada di dalam diriku. Mulai dari itu setiap apa pun yang aku lakukan aku selalu berbicara padanya, serius, kadang bercerita kebahagiaan yang aku anggap adalah usahaku sendiri dan meremehkan-Nya, kadang bercerita kesedihanku dan kemarahanku lalu memaki-Nya.. Kebanyakan memang pelampiasan kebencianku sih, namun anehnya aku merasa Dia mendengarkanku. Meskipun Ia tidak membalas dengan kata-kata, tapi aku merasa bahwa ada suatu keberadaan seakan-akan aku ditemani dan didengar.

Barulah saat itu aku terbawa pada keinginan mempelajari hal-hal spiritual. Padahal aku tidak berminat dan berniat sekali pada awalnya. Mungkin aku memang sudah memasuki dunia spiritual, tapi aku tidak memaknainya sebagai suatu hal yang penting. Apalagi hal ini ku kenal sangat bertolak belakang dengan ajaran agama. Saat itulah, makin banyak pengalaman yang membawaku makin mengenal Tuhan. Kebencianku yang luar biasa, berpindah menjadi jatuh cinta yang sangat dalam dengan Sang Penciptaku. Bahwa Dia tidak seperti yang aku pikirkan sebelumnya, bahwa semua hal yang terjadi padaku adalah cara-Nya "menggoncangkan"-ku untuk sadar akan diriku dan hubunganku dengan-Nya.
Ketika itu pun aku merasa hidupku makin baik, lebih baik bahkan, aku merasa seperti diberi kehidupan baru.

Seperti yang ku katakan di awal, untuk kasusku. Tuhan tidak berkomunikasi denganku layaknya kata-kata, karena kata-kata dapat disalah artikan. Meskipun aku sering diberi jalan untuk membaca artikel atau buku-buku tertentu (karena aku memang senang membaca buku). Tuhan berkomunikasi denganku lewat pengalaman dan perasaan dari hati. Pengalaman dan perasaan tersebut juga sangat sesuai dengan tingkat pemahamanku, sehingga aku dapat mengambil hikmahnya.

Kembali ke unsur dosa. Ternyata Tuhan bukanlah Penghukum yang aku bahkan banyak orang mengira. Karena banyak ajaran berkata bahwa Tuhan mencipta manusia sesuai dengan citra-Nya, bukan berarti kita memberikan citra manusia kepada Tuhan.
Penghukum adalah citra manusia yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Karena ketakutannya membuatnya menghukum seseorang yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Citra manusia tersebut sangat tidak sesuai diberikan dengan Sang Pencipta.
Tuhan adalah suatu dzat Maha Besar.
Di mana kita manusia adalah bagian dari-Nya. Ia adalah Sang Pencipta segala makhluk di alam semesta yang adalah bagian dari-Nya pula. Dalam mengerti akan diri-Nya maka Ia menciptakan manusia dalam bentuk ruh yang diberi tubuh fisik untuk mendapatkan pengalaman dualitas. Alat yang diberinya kepada manusia adalah kehendak bebas untuk mencipta. Tuhan tidak mengatur hidup manusia, manusia sendiri yang mengatur kehidupannya. Namun Tuhan sudah bersiaga jika manusia membutuhkan pertolongan-Nya. Tuhan sangat dekat dan siap membantu kita saat kita merasa salah memilih kehendak. Benar-benar Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Serta juga yang Tuhan inginkan adalah agar manusia menyadari keberadaan-Nya, bahwa manusia juga adalah bagian dari diri-Nya yang satu. Kehendak bebas yang diberikan Tuhan yang menarik manusia pada hal baik atau pun buruk, yang anehnya di mata Tuhan, kedua hal tersebut adalah baik. Karena kedua hal tersebut dapat memberikan pengalaman bagi ruh manusia untuk berkembang. Mungkin ini lah hal yang tersirat dari surga dan neraka. Kedua hal ini bukanlah tempat, namun adalah kondisi. Layaknya ketika kita senang atau pun sedih, hanyalah kita saja lah yang merasakannya.
Mengenai Ruh manusia, mereka tidak mengenal yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Maka dari itulah kita sebagai manusia harus berhati-hati. Karena jika kita selalu berbuat hal buruk yang biasanya didasari dari ketakutan, maka akan terus menempel pada ruh sehingga ruh merasa bahwa dirinya berada di suatu hal buruk yang dianggapnya sebagai neraka. Baiknya kita selalu mendasari perilaku kita dengan cinta kasih yang akan terus lekat dengan ruh kita yang selalu merasakan kebaikan sehingga rasanya seperti di surga.

Ketakutan ini lah yang harus kita kenali dan atasi. Bahkan ketakutan akan Tuhan sekali pun. Berprasangka baiklah, karena Sang Pencipta kita bukanlah penghukum seperti yang dikira. Ketakutan malah akan membawa hal buruk ke diri kita khususnya ruh kita. Maka dari itu segala sesuatu entah pikiran, kata-kata, atau perbuatan, dasarilah dengan cinta kasih agar kebaikan akan selalu dekat dengan kita dan membuat hidup kita terasa indah~

Pemahamanku ini aku dapat dari pengalamanku. Keyakinanku adalah pengalaman spiritual ini berbeda pada tiap-tiap orang. Sehingga kita tidak bisa memaksakan suatu pemahaman pribadi atau bahkan suatu ajaran kepada orang lain. Lebih bijaknya, berilah tuntunan agar orang lain dapat mengalami spiritualitasnya dalam memahami dirinya sendiri.
Hal yang paling dasar menurutku adalah untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta.
Serius.
Karena Tuhanlah yang sejatinya paling mengerti dirimu. Tidak perlu jauh-jauh mencari di luar, lihatlah ke dalam diri, Ia sangat dekat sekali denganmu.
Berteman baiklah, maka Ia akan memberi tahu segala rahasia-Nya.

Bagaimana dengan agama ?
Aku tidak menyalahkan agama, karena aku tahu agama itu sangat baik karena berasal dari Tuhan juga. Ritual di dalamnya adalah jalan menuju pencerahan untuk dekat dengan-Nya dan jalan tersebut bukan hanya satu. Jika ada suatu hal yang aneh dengan sistem ajaran, aku menganggapnya sebagai suatu miskonsepsi dari pemahaman manusia yang perlu dibenahi. Jadi sesuatu yang salah pun memang belum tentu salah, karena ada hal baik di dalam kesalahan tersebut yaitu pengalaman bagi manusia untuk berkembang.

Saat ini pun aku masih dalam proses menambah banyak pengalaman untuk ruh-ku berkembang. Banyak hal yang ingin aku pelajari. Semakin dekat dengan Tuhan, ketidakmungkinan menjadi hilang, dan pengetahuan yang tersembunyi makin terungkap. Aku pun semakin bertanggung jawab pada pikiran, perkataan, dan perbuatanku yang mempengaruhi kehendak bebas. Agar ruhku akan terus merasakan indahnya surga pada pengalaman apa pun yang dilaluinya. (◦'⌣'◦)


Saturday, February 22, 2014

Happy 63rd Month with BiibopH~



May our love will last forever~ ♥
Menunggu saat di mana fisik yang sekarang jauh menjadi dekat~
Saat ini bersandar pada hati dan jiwa untuk selalu bersatu dan saling menguatkan
Semangat untuk The BiibopHs ! (•̀o•́)ง


Pertukaran Cokelat

Sebenarnya kami, The BiibopHs, tidak pernah merayakan valentine sebagai suatu keharusan.
Cuma karena momennya sangat pas dengan kunjungan BiibopH ke rumahku, maka ia memberikanku cokelat sekalian karena aku sangat suka sekali dengan cokelat yang manis~ ≧◡≦



Tapi saat Valentine ini porsi cokelatnya lebih besar dan karena kami merasa valentine terlalu mainstream maka dari itu kami memilih merayakan H-7 perayaan bulanan kami yang biasanya jatuh tanggal 21 setiap bulannya.

Awalnya BiibopH bilang bahwa tidak akan memberikanku cokelat ini kali ini. Sedikit sedih sih tapi aku tidak terlalu masalah dengan itu malah aku berpikiran agar aku saja yang memberinya cokelat. Meskipun BiibopH sebenarnya tidak terlalu suka cokelat, tapi pasti karena itu pemberianku, dia akan sangat menghargainya. Ternyata saat ia datang di Sabtu pagi kemarin, ia membelikanku cokelat juga. Katanya sih biar kejutan gitu.
Akhirnya kami malah jadi bertukar cokelat, dasar BiibopH~ (ˆ▽ˆ)

Oh iya, ini lagu yang pas untuk saat ini karena unyu-unyu gitu, yaitu Valentine Kiss dari Watarirouka Hashiritai 7.

 



Sunday, February 16, 2014

Maybelline Baby Lips - Smoothing Cherry


Mengganti Baby Lips Anti-Oxidant Berry yang sudah habis, sehingga memilih Maybelline Baby Lips - Smoothing Cherry. Kegunaannya sama, sangat melembabkan dan bila tidak terlalu sering menggunakan mulut untuk makan-minum-kissu (ups!) mungkin benar bisa melembabkan sampai 8 jam.
Wangi cherry-nya cukup enak~
Sangat direkomendasikan karena dapat membuat bibir terasa lembut~
Soft lips = Kissable lips
(≧◡≦)


Aktifnya Beberapa Gunung Berapi di Indonesia



Kejadian 2 gunung berapi di Indonesia yang bergejolak akhir-akhir ini, menyadarkanku bahwa bumi sedang menuju dalam proses kenaikan dengan menyelaraskan frekuensinya.

Pertama-tama aku ingin meluruskan dulu bahwa aku bukanlah orang yang religius. Namun aku sangat menjunjung tinggi spiritualitas, karena pemahamanku tentang Tuhan sudah sangat berkembang. Sang Pencipta-ku (Tuhanku yang kusebut Allah SWT) adalah suatu dzat yang Maha baik, Maha kuat, dan Maha indah, serta selalu menyayangi semua makhluk ciptaan-Nya. Makhluk ciptaan-Nya sangatlah banyak, manusia hanyalah salah satu di antaranya.

Keterbatasan manusia pada sesuatu yang hanya bisa ditangkap oleh kelima indranya. Membuat manusia hanya fokus kepada kehidupan mereka sendiri di dunia 3 dimensi ini. Padahal ada salah satu makhluk ciptaan Allah yang sangatlah baik dan membantu kita terus menerus karena keberadaan dan cintanya yang luar biasa, makhluk tersebut adalah Bumi. Iya, Bumi tempat kita tinggal saat ini atau secara indah kita dapat memanggilnya sebagai Ibu Bumi.

Ibu Bumi secara ikhlas menopang kita manusia hidup di atasnya. Memberikan cintanya yang luar biasa besar dalam bentuk sumber daya berlimpah yang dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita. Namun sayangnya keterbatasan kelima indra kita untuk menangkap serta keegoan manusia yang besar untuk bertahan hidup membuat kita lupa untuk memberikan cinta kasih kembali padanya, sehingga kita merusaknya secara perlahan. Dengan mengambil sumber daya yang ada secara berlebihan, menggunakan teknologi yang berdampak pada kerusakan bumi, mencemarinya dengan sampah-sampah serta teknologi nuklir, dll. Ibu Bumi sangatlah menderita dengan apa yang telah kita perbuat padanya. Namun karena ia diciptakan untuk menyalurkan rasa cintanya yang cukup besar kepada manusialah yang membuatnya masih diam tapi tetap secara perlahan ia mulai berusaha untuk menyeimbangkan keadaannya sendiri, salah satunya dengan bergolaknya inti bumi untuk dikeluarkan dari gunung-gunung di atasnya.

Sebenarnya penderitaan yang Ibu Bumi alami saat ini sudah melewati batasnya. Sehingga Sang Pencipta kita pun seperti sedang mempersiapkan suatu perubahan. Perubahan Ibu Bumi ini bukan hanya kali ini saja akan terjadi, tetapi dahulu pun juga pernah karena ada beberapa bangsa manusia (contohnya pada peradaban Atlantis dan Lemuria) yang sudah maju namun senang berperang membuat kerusakan parah di muka bumi. Akhirnya Allah menolong Ibu Bumi dengan membuat suatu perubahan, menenggelamkan bangsa manusia tersebut dengan air bah yang kita sudah kenal ceritanya dalam kisah Nabi Nuh As.

Untuk saat ini perubahan apa yang akan terjadi, kita tidak tahu pasti. Namun beberapa informasi dari saluran-saluran terkait dengan malaikat utama Allah sudah mulai terdengar bahwa jiwa Ibu Bumi akan naik dimensi menuju dimensi ke-5. Semua yang berada di dalamnya pun dengan sangat terbuka diundang untuk ikut. Seperti tumbuhan dan hewan, karena mereka ciptaan Allah yang penurut (maksudnya mereka selalu bertugas sesuai dengan tujuan penciptaannya mereka) maka mereka akan mudah naik bersama Ibu Bumi.

Nah sekarang bagaimana dengan manusia ?

Manusia memiliki berkah yaitu akalnya yang luar biasa serta kehendak bebasnya. Kehendak bebas ini lah yang dapat memberikan manusia pilihan untuk ikut atau tetap bersama Bumi Tua yang lambat laun akan hancur karena jiwa Ibu Buminya sudah naik meninggalkannya dalam dimensi ke-3. Cara kenaikannya pun aku belum tahu pasti, apakah jiwa kita akan meninggalkan tubuh kita ini atau bagaimana ? Daripada kita fokus ke memikirkan caranya, aku lebih fokus kepada memantaskan diri. Apakah kita sudah pantas untuk naik bersama Ibu Bumi menuju Bumi Baru dan memulai peradaban baru ? Kepantasan itu tidak dapat kita ukur dengan kuantitas yang terbatas pada kehidupan 3 dimensi kita.
Lebih kepada kualitas diri, apakah sudah cukup spiritualitas kita ?

Tanyakan kembali pada diri, bagaimana hubungan diri dengan Sang Pencipta ?
Apakah hanya sebagai penyembah untuk meminta dan memohon ampun atas dosa namun akhirnya terus mengulang dosa yang sama dan meminta materi terus karena tidak pernah puas ?
Apakah melakukan ritual keagamaan hanya agar tidak dikira berbeda atau pun dicemooh sebagai kafir ? 

Kuncinya memang untuk menaikan spiritualitas diri dengan berteman baik dengan Allah Sang Pencipta kita. Karena saat kita sudah berteman baik, maka Ia pun akan membuka rahasia-Nya yang luar biasa.

Kejadian bencana akhir-akhir ini pun menjadi seperti pertanda, bahwa memang Ibu Bumi sudah mulai bekerja akan perubahannya. Bagi yang sadar, ini adalah sambutan yang menyenangkan. Maka dari itu bersiap-siaplah dengan memberikan banyak cinta kasih kepada semua makhluk. Sehingga kita dapat memantaskan diri untuk bersama Ibu Bumi membuat perubahan menuju kehidupan semua makhluk ciptaan Allah yang lebih baik.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...