Showing posts with label inspirational. Show all posts
Showing posts with label inspirational. Show all posts

Monday, May 4, 2015

Hairy Woman

Kecantikan yang berlaku secara sosial saat ini mengharuskan wanita memiliki kulit bersih bebas rambut.

Ya bulu ya rambut terserah apa kalian menyebutnya, tapi guru biologi-ku saat SMP memberi tahu perbedaan bulu dan rambut. Rambut itu satu helai yang tumbuh dari akar rambut sampai batang rambut, sedangkan bulu itu satu helainya terdiri dari beberapa rambut contohnya pada unggas seperti bulu ayam atau bulu burung. Jadi ya begitulah alasan pemahamanku sampai saat ini.

Balik lagi ke topik yaitu wanita yang berambut (selain rambut kepala) apakah saat ini sah-sah saja tidak menghilangkannya ? 


Aku tidak menyalahkan nilai kecantikan yang berlaku pada saat ini tetapi aku akan mengemukakan pendapatku. Karena pada awalnya aku sangat cuek dengan rambut-rambut di tubuhku dan semakin umurku bertambah aku semakin peduli dengan tubuhku namun aku masih mempertimbangkan untuk menghilangkan rambut-rambut khususnya pada tangan, kaki, dan juga wajah.

Pada awalnya ada keinginan untuk menghilangkan rambut-rambut itu demi alasan kecantikan. Tapi kan yang menikmati hanya orang luar yang melihatku, sedangkan bagaimana denganku sendiri ? apakah aku menikmatinya ?
Kupertimbangkan dari banyak hal dan mungkin ini bisa membantu kalian untuk mempertimbangkan menghilangkannya atau tidak,

1. Rambut di tubuh ada karena tubuh manusia dirancang untuk memilikinya
Aku menyadari sedari SD sudah memiliki rambut-rambut halus di tubuh yang cukup panjang dan kelihatan di bagian tangan dan kaki. Aku pun selalu dibecandai oleh orang-orang di sekitarku karena ya rambut di tanganku banyak. Tapi ya mau bagaimana lagi ini tubuh yang kumiliki dan sepertinya memiliki testosteron yang berlebih jadi ya harus terima dong sedikit manly hahaha

2. Sekali Menghilangkan Rambut maka kegiatan itu tak akan berakhir seumur hidup 
Tentu saja ini adalah konsekuensinya, kita harus rela mengeluarkan biaya dan waktu yang rajin untuk rutin menghilangkannya lagi ketika sudah tumbuh kembali. Bagi yang paling ga suka repot seperti aku ini, kegiatan ini terasa amat sangat merepotkan. serius.

3. Rambut yang dihilangkan akan tumbuh lebih lebat 
Aku melihat buktinya pada BiibopH, lalu ia pun ikut serta melarangku untuk tidak mencukur rambut kaki.



*untungnya rambut tangan BiibopH lebih lebat hahaha* 


4. Ketakutan tidak menarik jika dilihat lawan jenis 
Nah awalnya kupikir ini salah satu yang membuat banyak perempuan sangat ingin mencukur rambut di tubuh yang dianggap menganggu. Tapi kalau cowo ga suka karena kita berambut (di tubuh) berarti mereka suka kita cuma gara-gara fisik aja dan cowo itu ga pantes buat kita. Karena kalau cowo itu benar-benar jatuh cinta dengan kita apa adanya maka ia akan menerima kita apa adanya meskipun tampang kucel baru bangun tidur, atau tampang kelelahan gara-gara begadang berhari-hari mengerjakan tugas, atau saat pms datang, I know that so well, Girls... Jadi kalau cowo yang kalian perjuangkan itu jadi ilfeel cuma gara-gara hal sepele macam rambut tubuh yang sudah seharusnya ada di tubuh, dia gak pantas diperjuangkan.

5. Adanya rambut tubuh tidak dapat menjadi standar kehigienisan manusia 
Banyak yang menilai bahwa adanya rambut tubuh dianggap jorok, heuu jorok mah kalau jarang mandi. Kalau tetap menjaga kebersihan tubuh dengan baik dengan mandi setiap hari sepertinya tidak akan ada masalah. Apalagi kalau rambut tubuh juga dirawat dengan memberikan conditioner untuk membuatnya tetap lembut atau memakai body lotion biasa yang melembabkan.

6. Keberadaan rambut pada tubuh dapat mendeteksi energi di sekitar kita
Bagi orang-orang yang sensitif dengan energi seperti diriku, rambut di tubuhku adalah salah satu pendeteksi energi sama seperti rambut di kepala. Bila kita melihat dari orang-orang pada zaman kuno, banyak yang memiliki rambut kepala yang panjang entah itu perempuan atau pun laki-laki. Hal ini memang ada hubungannya dengan masalah spiritualitas manusia. Maka dari itu dulu hukuman mencukur rambut bisa dianggap hukuman terparah yang sangat memalukan. Sayangnya ya sekarang sudah sangat berbeda. Entah karena manusia sudah tidak terlalu memikirkan spiritualitas lagi atau spiritualitas sudah berevolusi dengan cara yang berbeda.

7. Kembali lagi, semuanya adalah pilihan !
Semua pilihan selalu ada baik dan buruk, serta selalu dibicarakan. Jadi ya pilih yang menurut kalian sesuai dengan karakter dan kondisi kalian.

Bagiku sepertinya akan lebih cocok untuk menjadi "Hairy Women". Meskipun ya aku suka mengenakan gaun cantik yang memperlihatkan bagian lutut ke bawah tapi ya karena aku pun sudah memiliki Pria Idaman yang menerimaku apa adanya, aku pun ga suka hal-hal yang rutin dan merepotkan, lalu juga aku sudah berniat memanjangkan rambut di kepalaku untuk alasan spiritual juga. Bagusnya karena aku belum pernah cukur jadi tidak akan lebih lebat atau pun tumbuh keriting. Jadi pertimbangannya jatuh untuk menerima rambut-rambut ini apa adanya.



Mungkin akan bermasalah di bidang sosial karena pandangan orang-orang yang melihatku, meskipun aku terlihat biasa tapi tak ku pungkiri aku akan sangat peduli dengan pendapat mereka. Meskipun aku tahu mereka tak bermaksud menyakitiku juga sih karena ruh manusia pada dasarnya baik. Dan aku hidup bukan untuk dunia ini saja, jadi begitu banyak ruh yang ku temui untuk mendapat pelajaran di perjalananku kali ini.

Terima kasih sudah membaca uneg-uneg ku

Wish you Happy day~ 



Some Articles that I read, 
Buzzfeed : http://www.buzzfeed.com/rossalynwarren/women-say-why-theyve-stopped-shaving-their-legs#.utrY3PwJ5k 
Wikihow : http://www.wikihow.com/Be-a-Hairy-Woman 
Nymag : http://nymag.com/scienceofus/2015/02/what-its-like-to-be-really-hairy-woman.html 
Bustle : http://www.bustle.com/articles/51584-6-struggles-only-girls-with-a-lot-of-body-hair-will-understand 

Other picture from Pinterest.com

Sunday, February 8, 2015

3 Cara Menghadapi Stress, Benarkah ?

Artikel ini bukan suatu alasan untuk siapa pun menjauhi tugas atau pun pekerjaan yaa..
Hanya ingin membahas bagaimana cara kita bisa mengubah persepsi pemikiran kita tentang stress itu sendiri.


Saat ini manusia pasti mengalami stress, stress dianggap bagian dari hidup normal manusia saat ini, jadi kalau kalian gak stress berarti kalian semua ABNORMAL !! muahahahaha !!! *plakduesh*

Bagiku stress sudah menjadi bagian hidupku sejak mengambil kuliah arsitektur, dan mengambil kuliah arsitektur kedua kalinya. Aku juga bingung sebenarnya ada apa denganku dan arsitektur ? sehingga harus berhadapan dengan stress di dalamnya hingga dua kali..DUA KALI !!
Coba bayangkan..kok aku mau-maunya ya ?
Entahlah aku juga bingung..

Kedua kalinya ini membuatku sadar kalau yang aku hadapi bukan kuliahnya atau pun nilai-nilai yang akan tercantum pada transkrip akademik, atau pun pula ijazah yang akan kudapatkan saat lulus nanti. Tapi yang harus kuhadapi adalah stress-nya, TEKANAN yang begitu besarnya dalam menjalani perkuliahan. Sudah banyak artikel-artikel yang membahas bagaimana cara menghadapi stress, mengatasinya, berteman dengannya, maupun melawannya.
Tapi semua itu malah membuat stress semakin berat rasanya bahkan menjadi seperti ada, padahal mah aslinya gak ada kan ?
Stress gak bisa dibuktikan karena tidak berbentuk materi, tapi semakin berfokus padanya maka ia lambat laun akan termanifestasi dan bisa saja suatu saat nanti terwujud dalam dunia tiga dimensi..hati-hati ! O_O;;

Jadi penyebab kita merasakan stress di kehidupan saat ini adalah karena kehidupan seluruh manusia di bumi yang tidak selaras dengan Sang Pencipta, atau Tuhan, atau Alam Semesta, atau apalah kalian biasa menyebut-Nya. Kita diajarkan untuk belajar keras demi nilai bagus, lalu bekerja keras dan cepat, melakukan sesuatu kemajuan, kemajuan dalam materi, kemajuan dalam teknologi, kemajuan dalam ini, kemajuan dalam itu, kemajuan, kemajuan, kemajuan...TAPI POINTLESS.

Mengapa seperti itu ?
Ya gak usah jauh-jauh deh, rata-rata tujuan manusia belajar dan bekerja keras kan mencari harta, tahta, martabat, dan wanita/pria. Ya semuanya demi keamanan hidup diri sendiri.
Padahal mah kalau ujung-ujungnya mati, kan kita gak membawa hal-hal tersebut. Jadinya POINTLESS kan ?
Buat apa jadinya mengumpulkan itu semua kalau ujung-ujungnya pun gak kita bawa ke dimensi sana. Jadi ya kita sebenernya harusnya cuma hidup aja di sini dan berfokus mencari PENGALAMAN, karena PENGALAMAN itu lah yang akan kita bawa dan diskusikan dengan para teman-teman kita di dimensi atas setelah kita berakhir menjalani kehidupan di sini.

Maka dari itu aku pun mulai mengendalikan pikiranku, karena selama 24 tahun aku hidup menjadi Yessi dan belajar dari sekolah dan kejadian-kejadian yang ada di sekelilingku membuat pikiranku yang mengendalikan hidupku. :(

Akhirnya aku tahu bahwa ya sebenarnya STRESS itu TIDAK ADA.

Yang ada adalah kesalahan pikiran kita dalam memandang suatu pekerjaan atau tugas yang datang pada kita.
Tenang, suatu yang salah itu tidak buruk, malah membuat diri kita bisa belajar menjadi lebih baik~ 

Kukutip dari artikel ini : http://thespiritscience.net/2014/12/02/3-secrets-to-handle-stress/
Dengan penjelasan yang kubuat sesuai dengan pemahamanku

1. Lepaskan Program Ketakutanmu 



Setiap manusia yang hidup pasti dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Dengan budaya serta agama yang dianut, dan sebagainya tersebut telah memasukan program ketakutan dalam pikiran kita.
Takut sama Orang Tua..
Takut ditolak..
Takut dipermalukan..
Takut dosa..
Takut salah..
dan sebagainya..

Meskipun kita bisa tidak menyadarinya tapi ketakutan ini terprogram dalam pikiran kita yang mengacu ke arah ancaman bagi badan. Jadi jika kita takut akan sesuatu karena kita merasa sesuatu itu akan mengancam badan kita. Padahal mah yaa gak sampai segitunya juga sih.
Ketakutan ini membuat kata STRESS itu..ya STRESS itu kan TIDAK ADA, yang ada hanyalah ketakutan, jadi kita lah yang harus mengatasinya dengan cara MELEPASKAN PROGRAM KETAKUTAN itu dari PIKIRAN kita.

Cara yang kulakukan dan baru kusadari ternyata aku telah melakukan cara ini sejak lama, adalah dengan membicarakannya dengan teman terdekat atau bahkan orang yang bersangkutan. Misalnya nih ya setiap ada DEADLINE tugas, aku selalu berbicara pada BiibopH tentang ketakutanku dan sebagainya. Meskipun gak semua ketakutannya hilang tapi sangat membantu memperingan TEKANAN yang dihasilkan dari KETAKUTAN itu.
Mungkin untuk mempermudah, kata kuncinya adalah dengan KOMUNIKASI.

Jadi sepertinya jika takut itu menyerang ya sudah daripada tenggelam dalam ketakutan, akan aku komunikasikan apa yang aku rasakan daripada aku berkubang dalam energi negatif ketakutan itu gak enak banget sumpah !
Karena jujur aja yaa menurutku hasilnya akan sama saja jika kita hanya fokus ke ketakutan ya saat kita melakukan sesuatu malah lebih buruk, tapi kalau kita komunikasikan ketakutan yang kita rasakan, meskipun akhirnya kita melakukan sesuatu yang hasilnya gak oke tapi hati kita nyaman, tenang, dan tidak terancam. Jadi mending pilih mana ?



2. Berada Di Waktu Sekarang



Nah ini !
Bagi kalian yang terbiasa membiarkan pikiran mengatur hidup kalian (bagiku juga sih) pasti masih sulit merasakan nyamannya hidup di waktu saat ini.
Di agama sudah ada latihan agar kita bisa menikmati rasanya berada di waktu saat ini ya dengan shalat, berdo'a, meditasi, dll.
Cara-cara tersebut bertujuan agar kita dapat mengendalikan pikiran kita. Karena pikiran kita sebenarnya adalah bagian dari otak yang adalah bagian dari tubuh, jadi tentu saja pikiran kita ada dan terprogram untuk melindungi tubuh kita dari ancaman.
Namun sejatinya manusia itu hidup bukan diatur oleh pikiran, tapi manusia itu harus bisa mengendalikan pikiran untuk menggunakannya agar kehidupannya bisa lebih baik.
Jadi sering-seringlah beribadah ya kawan~ hehehe~

Kalau aku sendiri lebih suka pakai cara meditasi.
Bukan..bukan masuk ke gua terus diam selama berabad-abad hahaha emangnya pertapa.
Tapi saat aku sedang istirahat atau senggang, aku fokuskan ke masa sekarang, aku melihat-mencium-merasakan-mendengar apa yang ada di sekelilingku saat itu. Awalnya sih fokus dengan napas, tapi seiring berjalannya waktu aku semakin terlatih menggunakan semua indrawiku. Awalnya pula pikiranku ke mana-mana, masih mikirin tugas atau pun makan siang yang akan kubeli apa, atau pun BiibopH lagi ngapain, atau pun aku harus menulis artikel apa, dll..tapi semakin dilatih..setiap aku ingin menikmati waktu saat ini, pikiranku yang mumet ke mana-mana itu pun akan mulai diam sendiri. Setelah PIKIRAN kita DIAM, sekitar 5-10 menit, baru kita kendalikan pikiran kita untuk fokus ke tugas yang akan kita kerjakan.

Jika kita fokus kepada tugasnya, hal-hal yang menekan kita tentang hasilnya baik/buruk, atau pandangan orang lain, atau bahkan waktu pun menjadi tidak berarti.
Akhirnya kita pun bisa nyaman mengerjakan tugas di waktu saat ini ! Yay !!
Tenanglah, apa pun hasilnya..mau itu baik atau pun buruk...semua akan baik-baik saja~ :)



3. Lihat Gambaran Besarnya 


Bila mengerjakan suatu tugas yang akhirnya menekan kita, coba kita lihat gambaran yang lebih besar. Cara mudahnya sih bagiku biasanya memposisikan aku menjadi karakter sebuah game bernama Yessi, dan aku sendiri berada di luar dari si Yessi ini untuk melihat secara garis besar jalan cerita dari game itu sendiri.

Contohnya, aku dapat tugas yang deadlinenya besok, panik pasti !
Lalu aku posisikan diriku keluar dari tubuhku dan melihat diriku sekarang seperti sebuah karakter dari game. Karakter ini harus menyelesaikan tugasnya besok, karena jika tidak menyelesaikan tugasnya maka ia tidak akan dapat nilai XP (experience) yang dibutuhkan untuk naik level atau aslinya ya gak lulus mata kuliah itu lah, lalu juga kalau ia tidak menyelesaikan tugasnya maka ia akan lebih sulit mengerjakan quest selanjutnya atau aslinya ya tugas selanjutnya yang bobot nilainya lebih besar. Jadi jika memosisikan diri di luar diri maka akan lebih mudah melihat gambaran besarnya, sehingga akan meringankan tekanan karena pandangan kita dari tugas tersebut akan berubah. Bahwa tugas tersebut bukanlah suatu hal besar yang membebankan kita tapi tugas tersebut adalah jalan bagi kita untuk mendapat pengalaman yang bermanfaat bagi pengerjaan tugas-tugas selanjutnya~

Yak ! Segitu saja cara mengatasi stress yang sebenarnya gak ada itu hahaha

Aku menulis ini juga sebagai pengingat bagi diri sendiri. Bukan berarti aku sudah terbebas dari tekanan, karena aku pun masih belajar mengendalikan pikiranku lagi jadi terkena tekanan tentu saja pasti. Karena saat ini aku pun masih terpengaruh oleh stress yang tidak ada tersebut sampai siklus haid ku melambat dan rambutku rontok plus mulai beruban..hiks ;w;

Jadi kuliahku yang kedua kalinya di arsitektur ini bukan karena aku harus menghadapi bidang arsitekturnya (bukan mimpiku soalnya) tapi aku harus mengubah pandanganku tentang stress yang sebenarnya tidak ada.

Serta melatih diriku untuk hidup selayaknya manusia harus hidup di bumi sesuai keinginan Sang Pencipta, karena aku adalah bagian dari-Nya.

Semangat bagi kalian yang katanya hidup normal dengan stress !

Aku sih mending milih hidup ABNORMAL deh sesuai dengan tujuanku datang ke sini~

Semoga menginspirasi~
Sampai jumpa di postingan selanjutnya.


Have A Nice Day~



All images from Google.com & Pinterest.com

Sunday, February 1, 2015

Lilo Backpack by Les Catino




Cute-nya gak nahan XD 

Aku gak tahan dengan segala hal yang cute, unyu, dan lucu-lucu. Maka dari itu ketika aku melihat tas ini dipamerkan di Debenhams Supermall Karawaci, aku langsung membelinya.

Awalnya aku kira ini tas selempang, namun ternyata ini backpack yang lucu banget.
Salah satu model di koleksi Lilo dari merk Les Catino. Aku gak terlalu kenal nama merk-nya namun saat aku blogwalking tentang merk ini ternyata cukup dikenal juga. Karena ini merk lokal namun dengan standar luar negeri.
Harganya pun ya lumayan, untuk Lilo backpack ini saja seharga Rp. 929.000,-. Cukup menguras kantong mahasiswa aheuheu.

Aku menemukan promo di Zalora Indonesia ternyata saat ini lagi diskon 50% jadi harganya sekitar Rp. 464.500,-.
Untuk lebih jelasnya silahkan ke website Zalora Indonesia tentang promo ini : Les Catino Lilo Backpack  
Yang tertarik, buruan beli sebelum promonya habis lho~ ^^

Koleksi Lilo dari Les Catino bukan hanya backpack ini saja, tapi ada juga model tote-bag dan hand bag-nya. Di website Zalora Indonesia yang kusebutkan di atas juga ada penampakan model lain dari koleksi Lilo ini beserta pilihan warna yang tersedia. Silakan di cek~

Untuk melihat barangnya langsung, kalian bisa ke Departement Store yang terdapat gerai Les Catino di dalamnya seperti Debenhams, Sogo, dll.

Mengapa aku memilih model Backpack ini ada alasannya lho.
Jadi beberapa minggu yang lalu, aku sempat melihat serial drama Korea yang aku lupa judulnya tetapi tentang anak SMA gitu. Salah satu karakter cewe pada drama Korea tersebut memakai Backpack yang cute seperti model Lilo ini. Namun dengan warna yang berbeda. Saat itu aku pikir lucu juga kalau aku bisa memiliki tas tersebut.
Eh ternyata terwujud juga~
hihihi

Kekuatan manifestasi memang tak ada tandingannya.
Kesimpulannya adalah aku jadi tahu juga cara untuk manifestasi sesuatu yang kita inginkan..

1. Berada dalam kondisi emosi positif yang SUPER HAPPY ! 
(kalau kalian lagi negatif, ku sarankan untuk mengubahnya terlebih dahulu)

2. Bayangkan diri sendiri menggunakan barang yang diinginkan. (menggunakan ini bisa memakai atau pun memanfaatkannya dengan baik sesuai dengan niat mengapa barang tersebut dibutuhkan)

3. Ikhlas....lupakan yang dibayangkan sebelumnya, jalani hidupmu seperti biasa dengan banyak bersyukur atas yang telah dimiliki, dan serahkan bagi alam semesta untuk menunjukkan jalan bagi kita demi memperoleh yang kita inginkan.

4. Tunggu dengan sabar...karena jika barang yang kita inginkan itu benar-benar kita butuhkan dan berada di frekuensi yang sama dengan kita maka lambat laun pasti terwujud. DIJAMIN !! Percayalah~

Sampai jumpa di postingan selanjutnya~


Have A Nice Day ~ ^^



Sunday, January 25, 2015

Apakah kamu adalah Beauty Guru ?

NOPE !!!

Aku membuat BLOG untuk berbagi pengalaman. Tidak ada yang salah dengan membuat blog atau pun channel di youtube yang bertujuan untuk menjadi Beauty Guru atau Fashion Guru atau pun Chef Guru dan sebagainya. Menurutku itu hanya salah satu cara untuk sharing pengalaman juga namun khusus di satu bidang. Sedangkan untukku yang hidup di berbagai macam bidang, menjadi tidak ada suatu bidang khusus yang akan aku tonjolkan. Maka dari itu aku lebih suka sharing semua pengalaman yang aku dapatkan.

Mungkin masuknya ke bidang Lifestyle ya ? hehehe

Tapi untuk mendapatkan embel-embel "--Guru" bagi diri sendiri yang suka berbagi informasi, menurutku pribadi kurang cocok. Bagiku semua orang adalah pembawa pengalaman, maka semua orang adalah Guru. Pengalaman beserta orang-orang yang masuk di dalamnya adalah Guru bagiku. 

Alasan selanjutnya adalah karena kehidupan bukan hanya di satu bidang saja. Apalagi kehidupanku di mana aku suka sekali lifestyle sebagai Lolita, namun aku pun harus mempelajari arsitektur yang sangat bertolak belakang cara kehidupannya dengan seorang Lolita.
 Karena mana mungkin masuk workshop yang ada berbagai peralatan ketukangan yang berat dan kotor sambil memakai dress lolita ?
Nanti dress-ku rusak..huhu :(
Lagipula Lolita Fashion & Lifestyle yang aku suka berkiblat pada arsitektur klasik di zaman Rococo sampai Victorian sedangkan bidang Arsitektur saat ini lebih modern dengan desain sederhana dan minimalis, MEMBOSANKAN.
Tapi aku ikutin ajalah demi dapat ijazah S1. Maka dari itu aku tidak bisa mendedikasikan diri di satu bidang. Jadi aku bagi saja semua pengalaman yang kudapatkan tanpa harus ku kelola per bidang. 

 

*kehidupanku seperti perpaduan dari 2 sahabat ini, Ichiko (si gangster) & Momoko ( si lolita)*


Namun rasanya menjadi kurang ahli ya ?

Beginilah nasib All-Rounders. All Rounders adalah istilah bagi orang yang bisa masuk ke banyak hal. Entah itu masalah sosial ataupun keahlian.
Aku sendiri menyadari bahwa aku termasuk orang yang All Rounders. Bisa melakukan berbagai hal dengan baik, namun tidak terlalu ahli di hal-hal tersebut. Karena orang yang sangat ahli pasti berdedikasi untuk berusaha mendalami suatu bidang. Sedangkan bagi All Rounders, melakukan hal tersebut dengan baik sudah dirasa cukup. Namun jika All Rounders ini bisa menemukan passion di bidang keahlian yang membuatnya tertarik, maka ia akan menjadi ahli juga.

Jadi bagi para All Rounders, kita memang bisa melakukan apa pun dengan baik sayangnya pasti selalu ada yang lebih baik dari kita. Kita pun bisa menjadi lebih baik dan lebih ahli, tapi ngapain juga kan ? hehehe

Aku pun menyadari bahwa manusia tidak hanya tertarik di satu bidang saja. Bahkan salah satu Beauty Guru di Youtube yaitu Meghan Rosette pernah bilang bahwa dia sedikit muak dengan menjadi Beauty Guru. Apalagi membuat Rutinitas di setiap musim, karena rutinitasnya pasti sama dan mungkin cuma produk yang dipakainya berbeda.
Jadi dia pun ingin membahas hal lain yang dia suka juga.
Kalian bisa melihat video lengkapnya di sini :

 



Michelle Phan, Beauty Guru yang paling terkenal di youtube juga mulai merambah hal lain yang dibahas selain make up. Yaitu spiritualitas, masalah kehidupan, dan lain sebagainnya terlihat dari video yang akhir-akhir ini di upload pada channelnya. Contohnya adalah Trend Reports, yang membahas Trend terbaru dari banyak bidang.

 


Kesimpulannya adalah bahwa manusia memang tidak hanya hidup di suatu bidang saja. Tapi ia pun pasti dipengaruhi oleh berbagai bidang. Apalagi jika manusia tersebut seorang All Rounders. Jadi tidak usah kecewa jika diri kita tidak terlalu ahli dalam hal apa pun, karena mungkin saja keahlian kita adalah bisa melakukan apa pun dengan cukup baik dan itu adalah keajaiban yang patut disyukuri.  Berbanggalah dengan dirimu.

Happy Weekend~



Friday, December 19, 2014

Kata



Kata adalah alat komunikasi yang menjadi pilihan terakhir bagi makhluk yang hidup di kesadaran tinggi.
Disebabkan oleh keambiguan makna.
Kata yang tersusun dari satu atau lebih huruf memang memiliki energi yang besar.
Namun kata sangatlah terbatas pada penggunaan sesuai budaya bahasa yang dimiliki manusianya. 

Tidak percaya pada Kata.
Itulah prinsip yang kupegang dari dulu sebenarnya.
Tapi dulu aku selalu berbohong di depan orang lain untuk memercayai apa kata mereka agar mereka senang dan tidak diliputi energi negatif. Aku pikir itu adalah hal yang terbaik yang bisa kulakukan tapi kebohongan itu malah memberikan dampak buruk ke diriku sendiri.

Kata bisa diatur sedemikian rupa untuk memanipulasi orang lain demi mengikuti suatu kehendak tertentu. Aku mengerti betul karena aku selalu menggunakan cara itu.
Tapi niat yang membawa keburukan itu diliputi energi negatif yang bukan hanya berpengaruh bagi objek dari kata-kata tapi juga bagi subjek yang mengeluarkan kata-kata.

Ketidak-percayaan dengan kata-kata sepertinya telah mempengaruhi kemampuanku berkata juga. Kadang aku susah mengungkapkan apa yang ada dipikiran maupun yang ku rasakan karena aku sulit menemukan dan merangkai kata yang sesuai dengan yang ingin aku ungkapkan.
Contohnya saja perasaan bahagia, kurasa tidak cukup hanya diungkapkan dengan satu kata karena rasa bahagia ketika bertemu dengan kekasih yang sudah lama tidak berjumpa sangat berbeda dengan rasa bahagia ketika makan makanan enak.

Jika semua manusia bisa berkomunikasi dengan telepati dan empati maka tidak akan ada banyak energi negatif di sana-sini yang disebabkan oleh keambiguan Kata.
Manusia akan dipaksa dan memang seharusnya untuk jujur.
Tidak akan ada sesuatu yang ditutup-tutupi demi terlihat baik atau pun membuat image tertentu. Setiap individu akan terlihat karakternya apa adanya.
Kesalahan menjadi hal yang umum karena dianggap sebagai bagian dari pengalaman hidup. Empati pun membuat manusia bisa merasakan emosi manusia sekitarnya sehingga dapat selalu berbuat kebaikan yang melahirkan energi positif bagi kehidupan.

Hal tersebut tidak mustahil jika semua manusia menginginkannya. Tapi sepertinya masih lama sekali untuk mencapai hal tersebut jika belum ikhlas meninggalkan dimensi ketiga serta belum berusaha menuju untuk ke kesadaran lebih tinggi.

Jadi ya saat ini memang hanya bisa mengandalkan Kata-kata saja.
Semoga kata-kata yang terbatas ini membawa energi yang baik dan bisa membawa manusia kembali pada kesadaran lebih tingginya agar nantinya kita bisa sama-sama meng-upgrade alat komunikasi menjadi telepati dan empati.


Monday, April 14, 2014

Dibalik Pencalonan Jokowi Menjadi Presiden



Ini bukanlah postingan kampanye, bukan pula membahas politik (karena bukan bidangku juga), namun akan membahas pengaruh tidak terlihat yang menyebabkan fenomena pencalonan Pak Jokowi menjadi Presiden. 

Pengaruh tersebut yaitu Kesadaran Kolektif.

Kesadaran Kolektif ini adalah suatu taraf sadar tertentu pada suatu kaum (jadi bukan hanya pada seseorang manusia saja) tentang suatu hal yang sama yang dapat mempengaruhi pikiran kaum tersebut. Pikiran dapat menghasilkan harapan atau pun rasa syukur tentang suatu hal yang membuat suatu hal tersebut bisa terwujud di dunia nyata.
Pikiran dari satu manusia saja bisa terwujud, bagaimana dengan pikiran suatu kaum yang dimiliki banyak manusianya tentang hal yang sama ?

Media lah yang memiliki andil besar dalam mempengaruhi kesadaran kolektif ini.

Bermula pada saat Pilkada Gubernur & Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta kemarin. Media televisi nasional maupun radio dan bahkan internet selalu memberitakan hal-hal mengenai Pilkada ini. Terlihat sekali banyak berita mengenai Pak Handoko Joko Widodo (nama panjangnya Jokowi) yang adalah salah satu kandidat Gubernur yang dinilai memiliki prestasi dan karakter yang menarik. Ini membuat banyaknya dukungan tertuju padanya. Dukungan tersebut disebarkan pula oleh media nasional sehingga bukan hanya rakyat DKI Jakarta saja yang melihat tapi seluruh rakyat Indonesia.

Tentu saja pemberitaan tentang Pak Jokowi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta yang dirasa kompeten ini telah mempengaruhi kesadaran kolektif seluruh rakyat Indonesia yang terjangkau oleh media nasional. Saat itu mulailah di pikiran para rakyat Indonesia pasti ada harapan, seandainya saja Pak Jokowi menjadi pemimpin di daerah mereka juga. Meskipun kita tidak tahu pastinya namun kemenangan Pak Jokowi di Pilkada sehingga menjadi Gubernur DKI Jakarta pun berpengaruh kepada euphoria seluruh rakyat Indonesia yang melihat berita. Padahal kemenangan itu hanyalah untuk DKI Jakarta saja, namun kesannya seperti semua rakyat Indonesia bersyukur akan kemenangan Pak Jokowi.

Nah Rasa syukur dalam pikiran kolektif semua rakyat Indonesia ini lah yang makin memperkuat harapan dari pikiran mereka. Seakan-akan Pak Jokowi telah menjadi pemimpin untuk semua rakyat di penjuru Indonesia yang melihat media nasional. Kekuatan pikiran yang ditambah rasa syukur akan mempercepat suatu harapan itu terwujud. Maka pencalonan Pak Jokowi sebagai Presiden Indonesia kali ini bukanlah karena Ketua Partainya yang menunjuk. Penunjukan dari ketua partainya hanyalah sebuah jalan. Keadaan pencalonan ini adalah proses mewujudnya harapan dari pikiran kolektif yang berdasarkan kesadaran kolektif seluruh rakyat Indonesia yang melihat riuhnya Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun lalu dari berbagai media.

Jadi tidak usah aneh lagi jika nantinya ia menjadi Presiden Republik Indonesia. Semua karena kesadaran kolektif semua rakyat Indonesia. Jadi jika Pak Jokowi harus menjadi presiden maka rakyat DKI Jakarta harus ikhlas berbagi pemimpin, karena yang menginginkan Pak Jokowi menjadi pemimpin bukan hanya rakyat DKI Jakarta saja. ^^

Kesimpulan lainnya adalah memang kita harus hati-hati juga dengan kesadaran kolektif. Kadang ada suatu pemahaman di luar logika dari kesadaran kolektif tersebut yang kurang bisa kita terima namun kita jangan langsung memberikan penolakan secara terang-terangan akan hal itu karena itu akan sangat menyulitkan dan bisa membahayakan diri kita.
Maka Hargailah, berilah pengertian mengenai hal tersebut sambil tetap memegang keyakinan kita.
Sesuai juga dengan nasehat yang pernah kudengar bahwa, "Perubahan pada suatu kaum hanya dapat diubah oleh kaum itu sendiri.."
Jadi akan lebih baik biarkanlah kesadaran kolektif suatu kaum berubah karena perkembangan kesadaran kolektif kaum itu sendiri. (◦'⌣'◦)


Saturday, April 12, 2014

Captain America : The Winter Soldier


Minggu lalu, aku, Nico, & Mama nonton film Captain America yang baru yaitu The Winter Soldier.



Filmnya memang sudah ditunggu-tunggu semenjak The Avenger. Benar-benar puas melihat aksi luar biasa Abang Steve Rogers (Chris Evans), si Captain America, yang super ganteng (bahkan Mama tiba-tiba jadi fans beratnya wkwkwk). Menurut penilaianku pribadi film kedua ini lebih baik daripada film pertamanya yang The First Avenger. Dari adegan aksi yang menantang serta cerita yang mempengaruhi penonton karena mencoba mengangkat tema kepercayaan sehingga penonton menebak-nebak karakter mana yang jahat atau pun yang baik, lalu juga terdapat plot twist mengenai The Winter Soldier-nya yang memang sih akhirnya mudah ditebak. Namun sayangnya dibandingkan dengan film superhero lainnya, film ini terkesan seperti film aksi spionase. Dengan terfokus pada konflik dalam pribadi suatu organisasi agen rahasia yang disusupi secara tidak terlihat oleh kelompok penjahat di film pertamanya. Tidak seperti film superhero biasa yang fokus pada menyelamatkan dunia dari penjahat, yang biasanya ditonjolkan dengan banyaknya perkelahian di muka umum antara si superhero dengan si penjahat, di mana banyak warga tidak bersalah sedang berkegiatan.

Seperti biasa, tidak akan membahas jalan cerita film tersebut di sini karena mungkin saja yang belum menonton akan kurang suka dengan banyaknya spoiler hehe Jadi jika ingin melihat review dan plot cerita, silakan ke IMDB : Captain America - The Winter Soldier

Yang akan kubahas adalah mengenai pesan yang tersirat dalam film ini.

Kepercayaan

Maksud dari kata "Kepercayaan" ini bukan merujuk kepada suatu hal yang religius tetapi mengenai amanah yang diberikan oleh kita kepada orang lain maupun sebaliknya. Biasanya mengenai informasi pribadi yang bersifat penting. Hal ini sangat menggelitik batinku bahwa makna kepercayaan sangatlah sensitif apalagi dalam hubungan antar manusia. Mengacaukannya sedikit saja dapat merusak hubungan, atau pun meningkatkannya juga dapat mempererat hubungan.
Yang kutangkap bahwa kepercayaan itu adalah amanah.
Sehingga menjaganya adalah suatu keharusan bagi pribadi. Sayangnya banyak juga yang masih belum sadar akan hal ini. Berbicara di depan kita dengan muka memelas dan berkata, "Percayalah padaku..", Namun berakhir dengan pengkhianatan. Bagi rata-rata manusia di Indonesia yang suka gak enakan sama orang lain. Mungkin akan berakhir dengan "yasudahlah" di depan orangnya kita maafkan, tapi dibelakangnya tetap mengatakan hal-hal buruk tentang orang tersebut. Akhirnya menjadi buruk pada kita juga.

Bagaimana mengatasi hal tersebut tanpa menjadi orang paranoid macam Nick Fury (hahaha) ?
Awalnya yaitu dengan menilai semua orang pantas diberi kepercayaan.
Lho kok gitu ?
Iya, kita harus mengutamakan sisi positifnya dulu karena jika kita mengerti tentang keajaiban pikiran maka manusia tidak akan pernah mau berlama-lama memikirkan hal-hal negatif. Apa yang kita pikirkan, meskipun hanya iseng atau sedikit saja pasti cepat atau lambat akan terwujud. Pikiran pun tidak dapat membedakan mana hal positif atau pun hal negatif, bagi pikiran kita kedua hal tersebut adalah baik jadi pasti keduanya bisa terwujud. Maka dari itu akan lebih baik jika selalu berpikir yang positif saja.

Setelah menilai baik orang tersebut, lalu lihat dari tingkah lakunya. Jika ia memang benar-benar bisa diberikan amanah biasanya akan lebih terlihat dari tingkah laku atau sikapnya yang baik pada kita, jadi jangan berdasarkan pada apa yang dikatakannya. Apalagi jika orang tersebut senang beromong besar seperti, "Percayalah padaku..", dsb maka akan lebih baik untuk memberikan kepercayaan pada orang lain dibanding orang yang senang beromong besar tersebut.

Lalu Bagaimana jika sudah terlanjur memberikan kepercayaan pada orang yang salah ?
Maafkan..
Sulit memang namun ya manusia tidak mungkin bisa menyenangkan manusia lainnya. Begitu pun kita tidak dapat menyandarkan kebahagiaan kita berdasarkan manusia lain. Namun dengan memaafkan dapat membuat hati kita lebih tenang daripada diselimuti oleh kemarahan yang akan merusak diri kita sendiri.

Hal yang aku ungkapkan di atas bukan bermaksud untuk menggurui.
Blog ini juga adalah catatan pribadiku jadi kadang pula jika ada masalah di kehidupanku biasanya aku membuka lagi postingan lama untuk melihat apakah aku pernah menuliskan hal yang berkaitan tentang masalahku sehingga aku bisa terus belajar lagi.
Toh tema kehidupan manusia di bumi adalah untuk belajar dan merasakan pengalaman demi perkembangan jiwa.
Bagi kalian yang membaca, aku harap ini dapat menginspirasi. Karena Tuhan kadang memberikan kabar lewat sesuatu yang tidak terduga. Bahkan bahan bacaan dari orang lain pun bisa menjadi salah satu kabar dari Sang Pencipta kita.

Semoga menginspirasi~

Serta bagi yang belum nonton film Captain America yang baru, segeralah ke bioskop-bioskop terdekat yaa~
Selamat menonton~ ^^


Sunday, March 23, 2014

Mengapa takut akan kematian ?



Sudah 2 minggu lebih pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang pada saat penerbangan.
Banyak orang berspekulasi tentang kecelakaan pesawat tersebut, ada yang dibilang dibajak lah, jatuh dan tenggelam lah, atau pun meledak di udara.

Hilangnya pesawat tersebut menebarkan ketakutan pada masyarakat karena mengingatkan pada kematian. 
Sungguh, mengapa kita harus takut akan kematian ?

Berdasarkan hal dari hasil ketidak-ilmiah-an yang biasa aku lakukan (firasat, jalan-jalan di dunia astral, dll). Semua kru dan penumpang pesawat tersebut sudah aman dan baik-baik saja. Mereka pun sudah dijemput pulang oleh para teman-teman yang biasa kita kenal yaitu malaikat. Mereka pun sudah bertemu dengan keluarga mereka yang masih hidup di dunia ini. Keluarga mereka pun sebenarnya dalam hati mereka sadar bahwa mereka telah tenang karena telah bertemu dan mengucapkan perpisahan.
Namun karena saat hidup di dunia dimensi ketiga ini kita terbatasi oleh tubuh 3 dimensi ini, maka ya kita merasa keterpisahan pada mereka yang sudah tidak punya jasad.
Padahal manusia itu aslinya memang tidak berbentuk seperti ini. Aslinya kita adalah jiwa yang berbentuk seperti cahaya. Saat jasad kita sudah tidak dapat digunakan, bukan berarti kita mati dan menghilang. Kita akan tetap, selalu ada, dan selamanya abadi.

Lalu mengapa kita takut akan kematian ?

Semua karena doktrin bahwa setelah kita mati, kita akan sendirian di dalam kubur lalu ditanya oleh malaikat yang kejam dan siap menghukum kita karena dosa-dosa kita. Kita jadi ketakutan karena ancaman hukuman tersebut, lalu ketakutan itu menyebar dan merasuk dalam diri sehingga kita terus ketakutan sampai kita lupa tentang siapa diri kita sebenarnya. =_=
Anehnya manusia.

Menurutku Para Nabi dan Rasul sebenarnya sudah tahu karena sudah sadar tentang bagaimana sistem kerja manusia di alam semesta ciptaan Tuhanku, Allah SWT ini. Sayangnya pemahaman orang-orang saat zaman mereka, belum dapat memahami hal ini dengan baik. Semua itu karena saat itu orang masih pada zaman kebodohan, dan manusia-manusia saat itu sangatlah bebal.
Bagaimana mungkin langsung percaya bila diberi tahu yang ghaib seperti ini ?
Manusia zaman sekarang yang pintar karena berpendidikan saja belum tentu cepat memahami hal ghaib. Maka itu lah terjadi banyak sekali miskonsepsi, sehingga akhirnya manusia terjebak pada suatu pemahaman yang berkebalikan dari apa yang sebenarnya. Gak salah juga sih. Kalau kita mengerti bahwa hidup manusia itu harusnya memang fokus ke pengalaman, maka tidak ada benar atau salah tetapi yang ada adalah pengalaman yang dapat membawa hikmah bagi manusia tersebut berkembang.

Kematian hanyalah pertanda bahwa hidupmu dengan jasad tersebut memang sudah berakhir dan pengalaman yang sudah direncanakan sebelum lahir ke dunia juga sudah dipenuhi.
Saat itu pertanda pula bahwa kita harus move on, mencari pengalaman baru agar jiwa kita yang sebenarnya ini bisa berkembang. Keterpisahan dengan teman dan keluarga itu sama sekali hanya keterpisahan dalam bentuk jasad. Namun jika ingin bertemu dan berkomunikasi, tenang saja, semua itu tetap bisa.
Jadi janganlah takut dengan kematian, dirimu yang asli bukanlah jasadmu yang kamu pakai saat ini~
Maka dari itu manusia haruslah sadar siapa dirinya, dan semua kesadaran itu dimulai dengan sadar akan Sang Pencipta kita yaitu Tuhan, Allah SWT. Semakin kita sadar akan keberadaan Dia, maka akan sangat mudah sekali untuk sadar akan diri kita yang sebenarnya.


Sunday, February 23, 2014

"Jadi Arsitek Akan Masuk Neraka Dong ?"



Sebuah pertanyaan polos dariku.
Sayangnya diriku tidak sepolos itu.
Akhir-akhir ini sedang ada sesuatu yang booming di Facebook, yaitu artikel tentang Haramnya Menggambar Sesuatu Yang Hidup. Seperti yang diketahui bahwa melakukan sesuatu yang haram maka berdosa dan masuknya manusia ke dalam neraka.
Aku pun menjadi geleng-geleng kepala dibuatnya.

Suara hatiku berkata, jangan dihakimi.

Aku percaya sesuatu itu relatif. Yang benar belum tentu benar, maka yang salah pun belum tentu salah.
Menurutku yang ada hanyalah pemahaman pribadi. Tentunya kata-kata pun memiliki arti besar.

Kata-kata itu adalah alat komunikasi yang paling tidak efektif. Karena sering disalahpahami. Maka dari itu, komunikasi yang paling sering Tuhan lakukan ke kita adalah dari pengalaman. Seandainya berakhir dengan kata-kata itu berarti manusia saat itu sedang saking depresinya mengenai kehidupannya (termasuk kondisi lingkungan di saat itu) dan Tuhan pun dibutuhkan sekali sehingga harus berkomunikasi dalam bentuk kata-kata yang biasa kita kenal dengan wahyu.

Sayangnya suatu ajaran tertentu yang memang berasal dari kata-kata Tuhan, sering kali salah dipahami oleh manusia. Apalagi kata-kata Tuhan mungkin akan berbeda sekali pemahamannya jika kata-kata tersebut ditujukan untuk masalah suatu kaum di suatu zaman dulu sekali, dengan kita yang ada di zaman ini. Namun anehnya yang di zaman sekarang ini menerjemahkannya mentah-mentah layaknya kata-kata Tuhan tersebut ditujukan untuk kondisi sekarang yang tentunya berbeda dengan kondisi dahulu.

Terkesan sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Tapi ya karena dianjurkan untuk mengesampingkan penghakiman, aku berpikir positif bahwa mungkin kesadaran kolektif saat ini pemahamannya baru sampai segitu saja. Jadi karena semua hal itu relatif, berarti masih ada suatu yang baik di balik itu kan ? Makanya tenang dulu saja...jangan biarkan ketakutan akan dosa menghantui ya~

Dahulu, Tuhan yang aku kenal adalah Tuhan yang Penghukum. Dari segala nasehat orang tua, guru mengaji, guru agama, ceramah di sana-sini, selalu semuanya sama. Bahwa jika tidak menyembah Tuhan dengan melakukan ritual seperti di rukun Islam, maka kita akan berdosa, dan dosa-dosa yang berkumpul banyak akan membawa kita kepada panasnya api neraka. Sehingga kata-kata "selalu takut akan Tuhan" itu selalu terngiang-ngiang di kepala dan membuat emosiku selalu negatif karena takut. Terdapat kontradiksi juga bahwa Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Tahu, Maha Tinggi, dan segala macam Maha lainnya.
Kalau Tuhan itu Maha segala, lalu mengapa butuh manusia menyembah padanya ?
Kalau Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang, mengapa tega sekali menghukum kita, manusia yang tidak bisa apa-apa ?
Kalau Tuhan itu Maha Tahu, seharusnya Tuhan sudah tahu kan bahwa kita manusia ini pasti bisa lengah hingga melakukan kesalahan dan menjadi berdosa ?
Kontradiksi ini membuatku bingung, marah, sedih luar biasa, lalu aku pun menjadi benci dengan Tuhan. Kebencian ini tidak muncul begitu saja. Semua itu adalah kumpulan rasa di mana mengapa kemarin-kemarin aku mendapat kejadian yang tidak mengenakan. Aku merasa sudah berusaha keras untuk mengikuti kuliah di ITB, aku merasa sudah di jalur yang benar, tapi aku dijatuhkan terus dengan sakit ini lah sakit itu lah. Ditambah tekanan dari orang tua. Belum lagi, aku sempat hampir dipisahkan dari BiibopH di mana kami baru saja memulai hubungan. Aku yang selalu rajin beribadah, menghindari sekali berbuat kesalahan agar tidak menambah dosa, dan berjuang keras dengan yang aku kerjakan, malah terus dihantam banyak sekali masalah.
Aku bingung, sedih, dan marah. Aku menganggap Tuhan sangat jahat, Mengapa Ia tidak menolongku ? Apakah aku tidak cukup menyembah-Nya ? Mengapa semakin aku berusaha semakin aku sudah pasrah, masalah malah semakin banyak ?
Saat itulah aku benci dengan Tuhan.
Ditambah lagi aku benci dengan orang-orang sok alim yang menasehati terus tapi mereka juga masih tetap munafik.

Namun tahukah bahwa benci itu memiliki perbedaan tipis dengan cinta ?

Saat ini aku bersyukur sekali bahwa aku pernah membenci Tuhan. Saat kebencianku yang dalam itu membuatku seakan-akan menutup buku dari doktrin-doktrin agama yang lebih memberikanku hal negatif daripada positif. Saat kebencian, kita makin ingin tahu kekuatan yang kita benci ini.
Aku mencari tahu, membaca semua buku agama layaknya anak kecil lagi yang polos dan tidak tahu menahu tentang "Siapa itu Tuhan ?"
Bukan hanya buku agama sendiri, aku pun mencari tahu tentang agama orang lain, semua agama besar yang ada...namun aku masih belum puas karena merasa mereka sama saja. Doktrin di sana, doktrin di mari, merasa semuanya benar.

Berakhir di saat kesedihanku karena harus meninggalkan Bandung dan kembali ke Tangerang.
Kata-kata, "Tuhan itu sebenarnya sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada urat nadi", membuat pencarianku di luar tubuhku terhenti dan aku mulai mencari di dalam diri.
Jika Tuhan memang dekat, berarti memang Ia juga berada di dalam diriku. Mulai dari itu setiap apa pun yang aku lakukan aku selalu berbicara padanya, serius, kadang bercerita kebahagiaan yang aku anggap adalah usahaku sendiri dan meremehkan-Nya, kadang bercerita kesedihanku dan kemarahanku lalu memaki-Nya.. Kebanyakan memang pelampiasan kebencianku sih, namun anehnya aku merasa Dia mendengarkanku. Meskipun Ia tidak membalas dengan kata-kata, tapi aku merasa bahwa ada suatu keberadaan seakan-akan aku ditemani dan didengar.

Barulah saat itu aku terbawa pada keinginan mempelajari hal-hal spiritual. Padahal aku tidak berminat dan berniat sekali pada awalnya. Mungkin aku memang sudah memasuki dunia spiritual, tapi aku tidak memaknainya sebagai suatu hal yang penting. Apalagi hal ini ku kenal sangat bertolak belakang dengan ajaran agama. Saat itulah, makin banyak pengalaman yang membawaku makin mengenal Tuhan. Kebencianku yang luar biasa, berpindah menjadi jatuh cinta yang sangat dalam dengan Sang Penciptaku. Bahwa Dia tidak seperti yang aku pikirkan sebelumnya, bahwa semua hal yang terjadi padaku adalah cara-Nya "menggoncangkan"-ku untuk sadar akan diriku dan hubunganku dengan-Nya.
Ketika itu pun aku merasa hidupku makin baik, lebih baik bahkan, aku merasa seperti diberi kehidupan baru.

Seperti yang ku katakan di awal, untuk kasusku. Tuhan tidak berkomunikasi denganku layaknya kata-kata, karena kata-kata dapat disalah artikan. Meskipun aku sering diberi jalan untuk membaca artikel atau buku-buku tertentu (karena aku memang senang membaca buku). Tuhan berkomunikasi denganku lewat pengalaman dan perasaan dari hati. Pengalaman dan perasaan tersebut juga sangat sesuai dengan tingkat pemahamanku, sehingga aku dapat mengambil hikmahnya.

Kembali ke unsur dosa. Ternyata Tuhan bukanlah Penghukum yang aku bahkan banyak orang mengira. Karena banyak ajaran berkata bahwa Tuhan mencipta manusia sesuai dengan citra-Nya, bukan berarti kita memberikan citra manusia kepada Tuhan.
Penghukum adalah citra manusia yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Karena ketakutannya membuatnya menghukum seseorang yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya. Citra manusia tersebut sangat tidak sesuai diberikan dengan Sang Pencipta.
Tuhan adalah suatu dzat Maha Besar.
Di mana kita manusia adalah bagian dari-Nya. Ia adalah Sang Pencipta segala makhluk di alam semesta yang adalah bagian dari-Nya pula. Dalam mengerti akan diri-Nya maka Ia menciptakan manusia dalam bentuk ruh yang diberi tubuh fisik untuk mendapatkan pengalaman dualitas. Alat yang diberinya kepada manusia adalah kehendak bebas untuk mencipta. Tuhan tidak mengatur hidup manusia, manusia sendiri yang mengatur kehidupannya. Namun Tuhan sudah bersiaga jika manusia membutuhkan pertolongan-Nya. Tuhan sangat dekat dan siap membantu kita saat kita merasa salah memilih kehendak. Benar-benar Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Serta juga yang Tuhan inginkan adalah agar manusia menyadari keberadaan-Nya, bahwa manusia juga adalah bagian dari diri-Nya yang satu. Kehendak bebas yang diberikan Tuhan yang menarik manusia pada hal baik atau pun buruk, yang anehnya di mata Tuhan, kedua hal tersebut adalah baik. Karena kedua hal tersebut dapat memberikan pengalaman bagi ruh manusia untuk berkembang. Mungkin ini lah hal yang tersirat dari surga dan neraka. Kedua hal ini bukanlah tempat, namun adalah kondisi. Layaknya ketika kita senang atau pun sedih, hanyalah kita saja lah yang merasakannya.
Mengenai Ruh manusia, mereka tidak mengenal yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Maka dari itulah kita sebagai manusia harus berhati-hati. Karena jika kita selalu berbuat hal buruk yang biasanya didasari dari ketakutan, maka akan terus menempel pada ruh sehingga ruh merasa bahwa dirinya berada di suatu hal buruk yang dianggapnya sebagai neraka. Baiknya kita selalu mendasari perilaku kita dengan cinta kasih yang akan terus lekat dengan ruh kita yang selalu merasakan kebaikan sehingga rasanya seperti di surga.

Ketakutan ini lah yang harus kita kenali dan atasi. Bahkan ketakutan akan Tuhan sekali pun. Berprasangka baiklah, karena Sang Pencipta kita bukanlah penghukum seperti yang dikira. Ketakutan malah akan membawa hal buruk ke diri kita khususnya ruh kita. Maka dari itu segala sesuatu entah pikiran, kata-kata, atau perbuatan, dasarilah dengan cinta kasih agar kebaikan akan selalu dekat dengan kita dan membuat hidup kita terasa indah~

Pemahamanku ini aku dapat dari pengalamanku. Keyakinanku adalah pengalaman spiritual ini berbeda pada tiap-tiap orang. Sehingga kita tidak bisa memaksakan suatu pemahaman pribadi atau bahkan suatu ajaran kepada orang lain. Lebih bijaknya, berilah tuntunan agar orang lain dapat mengalami spiritualitasnya dalam memahami dirinya sendiri.
Hal yang paling dasar menurutku adalah untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta.
Serius.
Karena Tuhanlah yang sejatinya paling mengerti dirimu. Tidak perlu jauh-jauh mencari di luar, lihatlah ke dalam diri, Ia sangat dekat sekali denganmu.
Berteman baiklah, maka Ia akan memberi tahu segala rahasia-Nya.

Bagaimana dengan agama ?
Aku tidak menyalahkan agama, karena aku tahu agama itu sangat baik karena berasal dari Tuhan juga. Ritual di dalamnya adalah jalan menuju pencerahan untuk dekat dengan-Nya dan jalan tersebut bukan hanya satu. Jika ada suatu hal yang aneh dengan sistem ajaran, aku menganggapnya sebagai suatu miskonsepsi dari pemahaman manusia yang perlu dibenahi. Jadi sesuatu yang salah pun memang belum tentu salah, karena ada hal baik di dalam kesalahan tersebut yaitu pengalaman bagi manusia untuk berkembang.

Saat ini pun aku masih dalam proses menambah banyak pengalaman untuk ruh-ku berkembang. Banyak hal yang ingin aku pelajari. Semakin dekat dengan Tuhan, ketidakmungkinan menjadi hilang, dan pengetahuan yang tersembunyi makin terungkap. Aku pun semakin bertanggung jawab pada pikiran, perkataan, dan perbuatanku yang mempengaruhi kehendak bebas. Agar ruhku akan terus merasakan indahnya surga pada pengalaman apa pun yang dilaluinya. (◦'⌣'◦)


Sunday, February 16, 2014

The Wolf Of Wall Street

Berawal dari kacaunya mood karena mulai berlebihannya hormon estrogen. Membuat tubuhku menjadi tidak karuan rasanya. Melakukan apa pun menjadi sangat tidak menyenangkan, padahal biasanya aku bisa mengendalikan mood yang buruk. Bahkan waktu tidur pun berubah karena insomnia yang kumat, membuatku kena migrain seharian saat di kampus.

Akhirnya aku memutuskan menghentikan semua kegiatanku untuk satu hari itu saja. Untungnya tidak ada kegiatan berarti di kampus pada hari itu.

Memutuskan untuk menonton film, karena telah lama dari terakhir kalinya aku menonton film di bioskop. Seingatku mungkin saat Catching Fire ditayangkannya.
Pemilihan jatuh di film The Wolf of Wall Street yang dibintangi oleh Leonardo Dicaprio. Sayangnya film ini sudah lama ditayangkan dan tinggal ditayangkan di Summarecon Mall Serpong XXI.
Dari kampus aku berniat ke sana untuk mengambil waktu nonton di siang hari. Namun karena aku keasikan membaca buku di perpustakaan sampai sore hari, aku pun mengambil waktu nonton di pukul 5 sore.



Seperti biasa, aku tidak mereview keseluruhan cerita. Jadi jika ingin review yang lengkap hingga ke synopsisnya bisa menuju ke IMDB : The Wolf of Wall Street.

Film ini memiliki rating Dewasa. Karena banyaknya kata-kata yang kurang baik, adegan seksual, penggunaan obat-obat terlarang dan minuman keras, dan masalah kejiwaan. Namun sangat direkomendasikan karena banyaknya pesan tersirat dari cerita film tersebut.
Diangkat dari buku biografi Jordan Frost, The Wolf of Wall Street. Di mana menceritakan saat dia menuju kekayaan tak terbatas akibat usahanya sebagai pialang saham yang banyak menggunakan cara ilegal (seperti menipu) untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya di kala berusia 20 tahunan.

Ambisinya akan memiliki banyak uang untuk keluar dari kemiskinan, membuatnya mengambil kesempatan dengan cara yang buruk. Keahliannya dalam berbicara dan meyakinkan orang, dipergunakan dengan sangat jahat dalam penipuan bersama dengan pegawai-pegawai utamanya. Hasil usaha kerasnya pun berbuah manis, uang komisi terus mengalir ke dalam kantungnya. Akhirnya ia pun menjadi salah satu biliuner di usia muda.

Seperti banyak diketahui bahwa hasil usaha yang didasari dari ambisi tidak akan pernah memuaskan. Meskipun sudah mendapatkan uang banyak, hasratnya tidak akan terpuaskan. Banyaknya uang yang datang dalam waktu cepat pun, akhirnya harus dilepaskan begitu cepat juga. Sedihnya lagi dalam memperoleh kekayaannya membuat si tokoh utama ini menjadi berubah bahkan selingkuh dari istri yang telah menemaninya di waktu susah. Semua itu karena uangnya yang berlimpah membuatnya bisa melakukan apa pun seenaknya.

Seakan-akan mengingatkan kita bahwa kekayaan yang kita punya merupakan sebuah kekuatan yang butuh tanggung jawab besar. Jika masih belum pantas untuk memilikinya, maka kekayaan itu akan membawa pengaruh buruk. Termasuk pengaruh buruk pada hubungan kita dengan orang-orang sekitar seperti keluarga, teman dekat, dan relasi. Karena Jordan Frost ini kaya, akhirnya sih dia menikah dengan teman selingkuhannya itu. Namun berakhir sama saja dengan perceraian padahal telah memiliki 2 orang anak. Karena akibat kekayaan membuatnya sangat sibuk sehingga tidak terlalu memperhatikan keluarganya. Miris.

Kekayaan yang datang dari suatu usaha dengan niat merugikan orang lain pun bisa berakibat buruk ke diri sendiri. Dengan terjerumusnya pada obat-obat terlarang dan minuman keras, membuatnya terus nagih hingga membuat tubuhnya kebal dan semakin membutuhkan dosis yang tinggi. Penggunaan tersebut juga dikarenakan pengalihan dari stress akibat usaha keras yang terlalu ambisius. Ditambah lagi tidak hanya obat-obatan terlarang saja yang membuat adiktif. Aktifitas seksual pun dibutuhkan bahkan karena merasa kaya, sehingga bisa menyewa PSK yang berbeda-beda sesuai keinginan. Belum lagi karena merugikan orang lain, menjadi incaran polisi karena perbuatannya yang ilegal.
Wah kerusakan hidup seperti itu tidak sebanding dengan kekayaan yang didapat.

Bagiku ceritanya cukup mengena.

Ambisi. Apa pun itu mau yang berniat baik atau pun buruk sekalian, selalu membuat diri tidak dapat terpuaskan. Apa pun hasil yang didapat, meskipun itu dapat apresiasi amat sangat baik pun, jika kita mengusahakannya berawal dari ambisi maka bersiap-siaplah mengalami rasa kecewa akibat rasa tidak-terpuaskan atau bahkan ingin sesuatu lebih dan lebih lagi. Jadi kita harus selalu sadar akan niat awal dari apa pun yang akan kita lakukan. Hasil yang didapat dari usaha kita, haruslah kita pasrah menerimanya apa pun yang terjadi dan bersyukur akan hal itu. Ini akan membuat kita terlatih untuk tidak berambisi yang membuat sesuatu malah mejadi buruk.

Kekayaan. Khususnya uang, yang selalu menjadi tujuan orang dalam bekerja atau pun berusaha. Siapa sih yang tidak ingin kaya ? Apalagi di Indonesia ini biasanya hanya yang kaya yang mudah untuk dihargai. Huft. Sayangnya banyak orang yang sudah merasa kaya pun tidak memiliki suatu standar sikap yang cukup pantas dalam kekayaannya. Biasanya berakhir dengan banyaknya masalah hidup yang datang bertubi-tubi. Membuatku berkesimpulan bahwa jika kamu ingin kaya, maka pantaskanlah dirimu. Memiliki kekuatan berupa kekayaan yang besar maka butuh tanggung jawab yang besar pula. Kekayaan bukanlah hak tetapi kewajiban. Kewajiban dari Sang Pencipta bagi kita untuk menggunakannya dengan baik demi kepentingan manusia lainnya.

Kesimpulannya, aku sangat bersyukur mengambil waktu khusus untuk libur di hari itu. Karena aku memang membutuhkannya, serta pilihan film yang aku tonton pun tidak hanya menghibur namun juga memberikan banyak pesan padaku. Membuatku menjadi semangat kembali untuk berusaha. Berhati-hati akan ancaman ambisi yang muncul akibat ego dan berusaha memantaskan diri untuk mendapatkan kewajiban sebagai pembuka pintu rezeki bagi orang lain.



Sunday, January 19, 2014

Gracy

Let me introduce my Gracy~ 



Kegemaran BiibopH main di permainan tangkap-boneka membuatku tiba-tiba punya 'anak' banyak. Dia senang menangkap bonekanya dan aku pun senang dapat bonekanya. yaaay XD
Cuma ya karena kebanyakan jadi bingung juga harus menaruhnya di mana. o_oa

Akhirnya salah satu yang paling aku suka yaitu boneka yang berbentuk musang berwarna pink ini, aku jadikan sebuah token untuk bersyukur. Seperti pada tayangan The Secret ada yang menggunakan batu untuk menjadi token untuk bersyukur. Maka dari itu aku memberi nama Gracy dari kata Gratitude ( dalam bahasa Indonesia berarti berterima kasih). Jadi setiap menyentuhnya selalu ingat untuk mensyukuri hal-hal yang telah didapat dan hal-hal yang diinginkan seperti telah mendapatkannya. Namun tentu saja bersyukurnya bukan cuma saat menyentuh Gracy saja sih.
Gracy hanyalah perlengkapan saja, habis sekalian juga biar bisa peluk-peluk karena ia imut banget. XD


Saturday, August 3, 2013

Nonton lagi Arakawa Under The Bridge

Bermula dari nonton live action Arakawa Under The Bridge yang tayang di Red channel kemarin pagi, jadinya keingetan dulu pernah nonton anime-nya. Karena penasaran sama anime-nya, jadinya nonton lagi deh hehehe. 



Cerita live action-nya sendiri emang cukup beda dari anime-nya. Kocaknya sih ternyata yang memerankan Kappa si kepala desa itu Shun Oguri ! gak nyangka banget deh, biasanya karakter yang diperankannya suka yang cool gitu. Baru kali ini ngeliat Shun Oguri mau memerankan karakter super aneh macam Kappa gitu.


Kalau anime-nya sih yang tayang lebih awal dari live action-nya, memang termasuk anime dengan cerita paling absurd. Baru nonton episode pertamanya yaitu Bridge 1 aja udah ketawa cekikikan gitu. Oh iya aku nonton ini online streaming seperti biasa. Kalau harus download dulu, suka jadinya menuh-menuhin hardisk. Kalau kalian penasaran bisa ikut juga nii nonton ini di AnimeUltima : Arakawa Under The Bridge

Di episode satu ini diperkenalkan bagaimana si tokoh utama pria - Ichinomiya Kou bertemu dengan Nino - tokoh utama wanita - yang menyelamatkannya saat ia tercebur ke sungai karena manjat kolom besi yang rusak buat ngambil celana panjangnya. Yang bikin menggelitik adalah saat Nino menyelamatkan Kou, membuat Kou menjadi merasa berhutang budi pada Nino. Soalnya Kou dibesarkan dengan cara tidak boleh bergantung oleh orang lain, atau ya jadi wajib untuk membalas budi. Nino yang mengaku makhluk dari planet venus ini bingung harus minta balas budi apa, bahkan menolak saat Kou mau membelikannya rumah. Tapi karena Kou memaksa mau membalas budi, jadinya Nino minta Kou untuk mencintainya aja. Kou sih demi bisa balas budi ya menyetujuinya.

Ada hal yang bikin aku tiba-tiba tersadar dari kata-kata Nino kepada Kou saat Kou memaksa Nino untuk memberi tahunya apa balas budi yang bisa ia lakukan. Nino bilang, "apa kaummu di bumi selalu harus minta balasan jika membantu orang lain ?"
Wow sekali..ini sangat menggelitik batinku. Tiba-tiba teringat masalah-masalah yang lalu serta hal mengenai memberikan bantuan kepada orang lain.
Ini seperti pengingat untukku juga, bahwa masihkah diriku meminta alasan untuk membantu orang lain ?
Melihat kultur budaya masyarakat Indonesia sekarang yang kayaknya udah jarang banget ada sikap menolong orang tanpa pamrih. Buktinya di bidang persedekahan/ zakat aja Ustadz ternama bahkan menjelaskan sedekah seperti investasi dan ada hitung-hitungannya. walaaaaahhh.
Aku ngerti sih mungkin tujuannya mengajak orang untuk sedekah, namun sayangnya pemahaman rendah dari rata-rata orang Indonesia yang kurang cerdas akan menerjemahkannya secara mentah-mentah dan malah menyimpang. Akhirnya sih jadi rajin sedekahnya tapi demi balasan gitu. Padahal balasan rezeki dari sedekah yang dikeluarkan dengan ikhlas pasti cukupnya untuk kebutuhan, bukan keinginan. Akhirnya jika merasa balasan sedekahnya tidak sesuai dengan ekspetasinya, maka kecewalah diri manusia. Ckckck..tuh kan selalu ya jika motivasi mengerjakan sesuatu itu demi materi ya siap-siap aja kecewa berat.
Maka dari itu sepertinya mengikuti kata hati dan panggilan jiwa sebenernya lebih penting. Jadi karena jiwa kita memang fitrahnya sebagai manusia yaitu makhluk sosial harus bermanfaat bagi sesama, seharusnya sadar bahwa membantu orang lain terutama yang benar-benar butuh bantuan memang sudah menjadi suatu keharusan. Membantu dengan ikhlas, tanpa pamrih, atau keinginan untuk mendapatkan balasan bantuan. Makanya juga sebagai manusia yang percaya akan adanya Tuhan, kenapa masih minta balasan bantuan ke manusia ? Padahal ada Yang Maha Kuasa yang harusnya tempat kita bersandar, bukan manusia. Tuhan Maha Baik yang paling tahu balasan yang pantas untuk kebaikan yang kita lakukan. Jadi daripada pusing-pusing menghitung berapa keuntungan dari membantu orang lain, mending energinya dipakai untuk membantu dengan usaha sebaik mungkin tanpa mengharapkan balasan. Selalu yakin kebaikan akan mendatangkan kebaikan, yang penting : usaha dulu yang terbaik !

Ini catatan penting bagiku, semoga berguna juga suatu saat nanti. 
Nonton anime itu ternyata bukan hanya menghibur, jika kita jeli maka kita akan mendapatkan pesan-pesan tersirat tentang kehidupan. Gak sabar pengen nonton episode selanjutnya dari Arakawa Under The Bridge.
Yuk nonton sama-sama~ (^o^)/


Thursday, August 1, 2013

What I Love on July 2013

Gak kerasa yaa sudah memasuki bulan Agustus lagi. Semester terakhir di tahun 2013 ini.
Beberapa hal di bulan Juli yang menarik bagiku, sudah ku rangkum semuanya dan akan ku share di sini.
Juli ini termasuk masa tenang, setelah bulan-bulan sebelumnya cukup panas dan menantang fiuhh..
Tapi ya setelah mengenal konsep mengamati dan menikmati kehidupan, kejadian sedih kejadian menyenangkan semuanya berlalu begitu saja.

Konsep mengamati dan menikmati kehidupan ini sebenarnya sangat sederhana dan mudah dimengerti. Bahkan sebenarnya sudah banyak orang yang membahasnya, namun ya susah dijalani. Tapi di dunia ini kan tidak ada yang tidak mungkin, jadi selama masih mungkin maka cobalah berusaha terus. Setiap hari sudah pasti ada kejadian negatif (menyebabkan kita bersikap negatif seperti sedih, marah, sebal, kesal,  galau, dll) dan kejadian positif (menyebabkan kita bersikap positif seperti senang, bahagia, ceria, gembira, tertawa, dll). Kedua hal itu tidak pernah terpisahkan, dan selalu ada di setiap hari di kehidupan kita. Kebanyakan orang selalu mengutamakan kejadiannya, padahal yang harus diutamakan adalah cara menyikapi kejadian. Lalu bagaimana cara menyikapinya, nah itulah konsep mengamati dan menikmati. Kejadian positif yang datang pada kita, harus kita sikapi dengan menikmatinya, karena semua kejadian mau yang positif atau pun negatif semuanya akan berlalu. Maka jika ada keadaan yang menyenangkan, nikmatilah, meskipun itu cuma hal-hal kecil. Nah, kejadian negatif baru deh kita sikapi dengan mengamatinya saja, tanpa menilai, amati saja. Karena kejadian itu akan cepat berlalu. Sayangnya banyak orang malah memilih untuk menikmati kejadian negatif, terbawa ke dalamnya dan sedih terus-terusan. Ihh gak banget kan yaa. Jadi mari pilah-pilah kejadian yang terjadi lalu sikapi dengan sesuai. Positif dinikmati, Negatif diamati.
Postingan ini pun aku buat untuk mengingat kembali, serta bersyukur tentang sebagian kecil hal yang aku nikmati di bulan Juli kemarin.

1. Bulan Ramadhan 1434 H 
Akhirnya bertemu dengan Ramadhan juga~
Tahun ini bulan Ramadhan-nya bersinggungan dengan bulan Juli. Makanya menyenangkan sekali bisa puasa di kala liburan, dan di rumah !
Ahh sahur dan berbuka dengan makan masakan rumah itu luar biasa ! XD
Lalu yang menyenangkan lagi adalah pertama kalinya ikut acara berbuka puasa dengan anak yatim, sekalian dengan Reuni SD yang acaranya bisa dilihat di sini : Reuni SD dan BukBer dengan Anak Yatim

2. 56 bulan bersama BiibopH


Sudah lama juga kami bersama, padahal aku masih merasa baru semalam BiibopH menyatakan cinta dan keinginannya untuk bersamaku hihihi. Senang juga sih sebenarnya, apalagi dirayakannya juga dengan bareng-bareng buka puasa sama anak yatim.
Setahun ke depan adalah tantangan bagi kami karena harus terpisah dulu. Tapi gak masalah sih buatku karena Tangerang - Bandung masih  cukup dekatlah bisa 3-4jam naik travel. BiibopH pun akan mengunjungiku setiap 2 minggu sekali, jadi bisa ngerencanain kencan asik saat bertemu nanti hehehe.

3. New University~ UPH !
Seperti yang sudah ku ceritakan di sini : New College Life. Akhirnya jadi mahasiswa baru deh di Universitas Pelita Harapan, deket rumah ya cuma sekali naik angkot sih, lumayan. Pendaftaran, Pembayaran, foto smartcard, ukur jas, dll semua sudah diurus lengkap. Tinggal nunggu UPH Festival lalu mulai deh kuliah. Ini kesempatan kedua untuk mengasah skill di bidang arsitektur serta mulai mengasah skill di bidang-bidang lain yang aku suka. Sekalian mengisi waktu sebelum pernikahan tiba nih hahaha #modus

4. Flower Tee


Pink dan flower prints adalah kombinasi yang oke banget. Makin oke ketika keduanya berada di tshirt berbahan katun pilihanku yang sangat oke dipakai di cuaca Tangerang yang super panas di siang hari saat matahari bersinar dengan terangnya.
Nice tee~ o.ob

5. Cute Underwear from Young Hearts
Young Hearts memang merk yang paling oke untuk underwear yang lucu-lucu. Mulai dari model underwear-nya yang menarik, ditambah ada gambar-gambar sesuai tema gitu. Melihatnya saja sudah bikin berbunga-bunga, apalagi dipakai bikin kita makin pede meskipun cuma dinikmati sendiri karena ada di dalam. Aku memposting review dari model Happy Easter-nya yang keluar di Spring 2013 ini, bisa kalian lihat di sini : Happy Easter by Young Hearts

6. Ribbon Klip Rambut


Wah aku bingung nih namanya apa ya ? Kalau aku sendiri biasanya menyebutnya dengan nama klip rambut. Kalau kalian tahu nama lain yang lebih oke, sharing ke sini yaa. Rambutku sudah sebahu, kalau keseringan diikat suka jadi rontok. Solusinya hanya bisa memakai klip rambut. Mama sih sudah menyuruh untuk memotong rambut menjadi lebih pendek, tapi aku masih belum pengen dan belum menemukan model potongan yang pas untuk rambutku.

7. Maybelline Baby Lips - Antioxidant Berry


Saat berpuasa, pasti kita menjadi dehidrasi. Biasanya terlihat terutama di bagian bibir, menjadi kering. Maka dari itu mencari lipbalm yang oke untuk mengatasi kekeringan pada bibir, sangat dibutuhkan. Aku mencoba baby lips ini karena katanya bisa menghidrasi bibir sampai 8 jam. Ternyata memang terbukti ! Meskipun sedang puasa, dan banyak kegiatan tapi bibir tetap lembab dan lembut. Agak luntur saat terkena air cuci muka atau wudhu, jadinya jangan lupa mengaplikasikannya kembali.

8. Clean & Clear - Active Clear Acne Marks Cleanser


Awalnya aku melihat ini dari iklan di tv. Lalu karena penasaran jadi ku beli dan ku coba. Aku punya jerawat batu yang sangat membandel, bahkan sudah sampai sebulan lebih bekas jerawatnya gak hilang. Padahal aku sudah menutupinya dengan BB cream, Foundation, dan Concealer saat bermake-up ternyata masih saja kelihatan. Untungnya aku mencoba produk ini dan sekarang sudah makin menghilang bekasnya. Wow banget deh. Recommended product !

9. Nail Art - Flower French Manicure


Ini nail art yang sederhana, untuk yang gak punya banyak waktu. Pokoknya diawali dengan manicure, atau cara membersihkan tangan lainnya. Aplikasikan base coat. Lalu aplikasikan nail polish warna terang di ujung kuku (bisa putih atau pink salem). Selanjutnya beri nail sticker yang bercorak bunga dengan warna yang serasi. Kuatkan nail sticker dengan mengaplikasi top coat. Then, It's done !

10. Fish Snack


Nah jadi saat aku melihat di supermarket aku merasa penasaran dengan snack ini. Saat ku beli dan ku rasakan, sepertinya aku sudah pernah memakannya namun sudah lama sekali. Lidah ingat rasa, namun otak lupa kejadiaannya. Snack ini rasa ikannya kental banget, bahkan kayak masih ada rasa amisnya gitu. Cuma ya kalau mau mengonsumsi jangan banyak-banyak, nanti cepet habis~ *plakduesh*

Jadi gitu deh sebagian kecil hal yang aku nikmati di bulan Juli kemarin. Baru sebagian kecil dari banyaknya hal positif yang dinikmati. Ternyata menikmati itu hal sederhana yang membuat bahagia setiap hari.
Gak sabar deh menunggu akan ada apa saja hal-hal yang menyenangkan di bulan Agustus ini ? Can't wait !


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...