Monday, May 4, 2015

Hairy Woman

Kecantikan yang berlaku secara sosial saat ini mengharuskan wanita memiliki kulit bersih bebas rambut.

Ya bulu ya rambut terserah apa kalian menyebutnya, tapi guru biologi-ku saat SMP memberi tahu perbedaan bulu dan rambut. Rambut itu satu helai yang tumbuh dari akar rambut sampai batang rambut, sedangkan bulu itu satu helainya terdiri dari beberapa rambut contohnya pada unggas seperti bulu ayam atau bulu burung. Jadi ya begitulah alasan pemahamanku sampai saat ini.

Balik lagi ke topik yaitu wanita yang berambut (selain rambut kepala) apakah saat ini sah-sah saja tidak menghilangkannya ? 


Aku tidak menyalahkan nilai kecantikan yang berlaku pada saat ini tetapi aku akan mengemukakan pendapatku. Karena pada awalnya aku sangat cuek dengan rambut-rambut di tubuhku dan semakin umurku bertambah aku semakin peduli dengan tubuhku namun aku masih mempertimbangkan untuk menghilangkan rambut-rambut khususnya pada tangan, kaki, dan juga wajah.

Pada awalnya ada keinginan untuk menghilangkan rambut-rambut itu demi alasan kecantikan. Tapi kan yang menikmati hanya orang luar yang melihatku, sedangkan bagaimana denganku sendiri ? apakah aku menikmatinya ?
Kupertimbangkan dari banyak hal dan mungkin ini bisa membantu kalian untuk mempertimbangkan menghilangkannya atau tidak,

1. Rambut di tubuh ada karena tubuh manusia dirancang untuk memilikinya
Aku menyadari sedari SD sudah memiliki rambut-rambut halus di tubuh yang cukup panjang dan kelihatan di bagian tangan dan kaki. Aku pun selalu dibecandai oleh orang-orang di sekitarku karena ya rambut di tanganku banyak. Tapi ya mau bagaimana lagi ini tubuh yang kumiliki dan sepertinya memiliki testosteron yang berlebih jadi ya harus terima dong sedikit manly hahaha

2. Sekali Menghilangkan Rambut maka kegiatan itu tak akan berakhir seumur hidup 
Tentu saja ini adalah konsekuensinya, kita harus rela mengeluarkan biaya dan waktu yang rajin untuk rutin menghilangkannya lagi ketika sudah tumbuh kembali. Bagi yang paling ga suka repot seperti aku ini, kegiatan ini terasa amat sangat merepotkan. serius.

3. Rambut yang dihilangkan akan tumbuh lebih lebat 
Aku melihat buktinya pada BiibopH, lalu ia pun ikut serta melarangku untuk tidak mencukur rambut kaki.



*untungnya rambut tangan BiibopH lebih lebat hahaha* 


4. Ketakutan tidak menarik jika dilihat lawan jenis 
Nah awalnya kupikir ini salah satu yang membuat banyak perempuan sangat ingin mencukur rambut di tubuh yang dianggap menganggu. Tapi kalau cowo ga suka karena kita berambut (di tubuh) berarti mereka suka kita cuma gara-gara fisik aja dan cowo itu ga pantes buat kita. Karena kalau cowo itu benar-benar jatuh cinta dengan kita apa adanya maka ia akan menerima kita apa adanya meskipun tampang kucel baru bangun tidur, atau tampang kelelahan gara-gara begadang berhari-hari mengerjakan tugas, atau saat pms datang, I know that so well, Girls... Jadi kalau cowo yang kalian perjuangkan itu jadi ilfeel cuma gara-gara hal sepele macam rambut tubuh yang sudah seharusnya ada di tubuh, dia gak pantas diperjuangkan.

5. Adanya rambut tubuh tidak dapat menjadi standar kehigienisan manusia 
Banyak yang menilai bahwa adanya rambut tubuh dianggap jorok, heuu jorok mah kalau jarang mandi. Kalau tetap menjaga kebersihan tubuh dengan baik dengan mandi setiap hari sepertinya tidak akan ada masalah. Apalagi kalau rambut tubuh juga dirawat dengan memberikan conditioner untuk membuatnya tetap lembut atau memakai body lotion biasa yang melembabkan.

6. Keberadaan rambut pada tubuh dapat mendeteksi energi di sekitar kita
Bagi orang-orang yang sensitif dengan energi seperti diriku, rambut di tubuhku adalah salah satu pendeteksi energi sama seperti rambut di kepala. Bila kita melihat dari orang-orang pada zaman kuno, banyak yang memiliki rambut kepala yang panjang entah itu perempuan atau pun laki-laki. Hal ini memang ada hubungannya dengan masalah spiritualitas manusia. Maka dari itu dulu hukuman mencukur rambut bisa dianggap hukuman terparah yang sangat memalukan. Sayangnya ya sekarang sudah sangat berbeda. Entah karena manusia sudah tidak terlalu memikirkan spiritualitas lagi atau spiritualitas sudah berevolusi dengan cara yang berbeda.

7. Kembali lagi, semuanya adalah pilihan !
Semua pilihan selalu ada baik dan buruk, serta selalu dibicarakan. Jadi ya pilih yang menurut kalian sesuai dengan karakter dan kondisi kalian.

Bagiku sepertinya akan lebih cocok untuk menjadi "Hairy Women". Meskipun ya aku suka mengenakan gaun cantik yang memperlihatkan bagian lutut ke bawah tapi ya karena aku pun sudah memiliki Pria Idaman yang menerimaku apa adanya, aku pun ga suka hal-hal yang rutin dan merepotkan, lalu juga aku sudah berniat memanjangkan rambut di kepalaku untuk alasan spiritual juga. Bagusnya karena aku belum pernah cukur jadi tidak akan lebih lebat atau pun tumbuh keriting. Jadi pertimbangannya jatuh untuk menerima rambut-rambut ini apa adanya.



Mungkin akan bermasalah di bidang sosial karena pandangan orang-orang yang melihatku, meskipun aku terlihat biasa tapi tak ku pungkiri aku akan sangat peduli dengan pendapat mereka. Meskipun aku tahu mereka tak bermaksud menyakitiku juga sih karena ruh manusia pada dasarnya baik. Dan aku hidup bukan untuk dunia ini saja, jadi begitu banyak ruh yang ku temui untuk mendapat pelajaran di perjalananku kali ini.

Terima kasih sudah membaca uneg-uneg ku

Wish you Happy day~ 



Some Articles that I read, 
Buzzfeed : http://www.buzzfeed.com/rossalynwarren/women-say-why-theyve-stopped-shaving-their-legs#.utrY3PwJ5k 
Wikihow : http://www.wikihow.com/Be-a-Hairy-Woman 
Nymag : http://nymag.com/scienceofus/2015/02/what-its-like-to-be-really-hairy-woman.html 
Bustle : http://www.bustle.com/articles/51584-6-struggles-only-girls-with-a-lot-of-body-hair-will-understand 

Other picture from Pinterest.com

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...